|
|
 |
|
 |
|
|
Lowongan Perwakilan Biro Radar |
| |
oleh : redaksi radar, Jakarta |
| |
Radar.co.id membuka lowongan untuk perwakilan Biro diseluruh Indonesia, dengan syarat :
a. Penga... |
| |
|
|
JUAL RUMAH DILEMBAH APARTEMEN |
| |
oleh : d triarso, JAKARTA PUSAT |
| |
DIJUAL :
Bekas Rumah Dinas dilembah / dikelilingi Apartemen Kemayoran. LT/LB 171/110, 2 KT, 1 Gudg,... |
| |
|
|
DELL A840 Vostro |
| |
oleh : win, Jakarta |
| |
Jual males make, DELL VOSTRO A840 dual core 1,86GB, HDD 120GB, RAM 3GB, VGA X3100 350MB, WIFI, Bluet... |
| |
|
|
|
 |
|
 |
|
|
 |
 |
 |
| |
koran-radar.com News berita |
|
 |
 |
 |
| |
|
|
| |
|
|
| |
Senin, 27/04/2009 [16:17:15] |
|
| |
PETANI = MAINAN PEJABAT |
|
| |
PETANI = MAINAN PEJABAT |
|
| |
ditulis oleh Sunaryo di bANYUWANGI |
|
| |
|
|
| |

Penduduk bangsa ini mayoritas adalah petani, dan sebagian besar petani berprofesi sebagai buruh tani. Kebutuhan petani sering kali dijadikan sebagai alat untuk meraih kepentingan para pejabat dan penguasa. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pada awal tahun ini, bangsa Indonesia lagi punya gawe yaitu pemilu legislatif, dimana rakyat akan menempatkan para wakilnya untuk duduk di kursi dewan. Lembaga legislatif berguna untuk menentukan dan membuat kebijakan suatu Negara. Dan lembaga ini juga berfungsi sebagai pengontrol program-program pemerintah khususnya kebijakan yang menguntungkan dan atau merugikan para petani.
Kenyataannya dari pengalaman tahun kemarin, masih sangat minim sekali anggaran yang dialokasikan untuk mendukung produktifitas petani (>1%), jika dibandingkan dengan jumlah anggaran surplus APBN yang begitu besar (71.3 trilyun), yang kenyataannya sebagian besar anggaran masih di gunakan untuk kemakmuran konglommerat dan bukan untuk kesejahteraan petani dan atau rakyat. Bagaimana seandainya jika dana yang begitu besar tersebut digunakan untuk petani, nelayan dan kaum buruh, yang pasti angka peningkatan ekonomi petani akan semakin baik dan angka kesejahteraan rakyat akan semakin meningkat.
Dalam merealisasikan post-post anggaran, pemerintah pun terkesan main-main dan tidak sepenuh hati dalam membantu para petani untuk meningkatkan produksi hasil pertanian dan mengakomodir hasil pertanian tersebut. Bantuan berupa benih juga seringkali tidak memiliki kualitas yang baik (BB MK I tahun 2009), sehingga petani sering mengalami kerugian dan kegagalan.
Demikian juga bantuan berupa benih dan pupuk bersubsidi tidaklah berdampak yang signifikan terhadap perubahan ekonomi para petani. Toh.. tanpa adanya bantuan benih dan pupuk, petani juga tetap bisa bercocok tanam. Lebih baik pemerintah memikirkan jalan keluar bagaimana hasil produksi pertanian bisa lebih dihargai dengan harga jual yang tinggi dan tidak di permainkan saat panen tiba.
Untuk itu kami berharap kepada para pejabat (eksekutif dan legislatif) bahwa dalam menentukan kebijakan sudah seharusnya memihak pada kepentingan para petani dan atau rakyat miskin. Kami yakin bahwa anda (pejabat) semuanya makan dan minum sebagian besar berasal dari hasil produktifitas para petani. Untuk itu jangan sekali-kali petani dipermainkan lagi, karena jika hal itu terjadi, maka rakyat akan marah. Dan kemarahan rakyat mencerminkan pemerintahan yang bobrok dan bodoh.
Semoga pada tahun 2009 ini, yang telah melahirkan para senator baru dan pemimpin baru bangsa Indonesia baik yang di pusat maupun yang ada di daerah, bisa membuka mata dan melihat bahwa petani dan atau rakyat miskin merupakan pondasi utama untuk membangun kemajuan dan kemandirian bangsa dan negara yang tidak boleh ditawar lagi.
Oleh:
SUNARYO
Sekretaris Jendral (sekjen) Paguyuban Masyarakat Mandiri ? Gotong Royong?
Banyuwangi ? Jawa Timur
Contact person: 081 333 880 220
|
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
Anda ingin memasang banner? hubungi kami di : 021 - 6833 5800 |
|
 |
 |
 |
| |
|
|
| |
|
|
|