situs berita dan informasi online
  Cari Berita :  
 
mobi pascabayar
ARTIKEL DARI PEMBACA
 
Opini :: Rabu, 01/02/2012 [13:49:26]
Sekedar
Cerita dari Cerita
catatan ini di amil dari fb milik temanku yang sangat baik, bahkan saya menganggap dia bagian dari keluarga saya. mari kita simak ‎"awas...!!" kata spontan yang terlontar kencang dari mulut... oleh imam elhazmi di Pandeglang
 
 
News :: Rabu, 01/02/2012 [11:36:02]
LIBURAN
Pandeeglang Berkah, Unsera Cerdas
News :: Senin, 30/01/2012 [03:29:33]
Peduli Bencana
Mahasiswa Komunikasi Unsera Peduli
Pengaduan :: Senin, 30/01/2012 [03:09:10]
Surat terbuka
Untukmu Siska Selvia
Opini :: Sabtu, 28/01/2012 [06:24:12]
Pencabutan Perda Anti-Miras Perlu Ditinjau
News :: Senin, 23/01/2012 [18:21:20]
Rekonsiliasi IPMADO Untuk Perubahan
Generasi Muda Harus Mampu Membawa Perubahan
Lowongan Perwakilan Biro Radar
  oleh : redaksi radar, Jakarta
  Radar.co.id membuka lowongan untuk perwakilan Biro diseluruh Indonesia, dengan syarat : a. Penga...
   
JUAL RUMAH DILEMBAH APARTEMEN
  oleh : d triarso, JAKARTA PUSAT
  DIJUAL : Bekas Rumah Dinas dilembah / dikelilingi Apartemen Kemayoran. LT/LB 171/110, 2 KT, 1 Gudg,...
   
DELL A840 Vostro
  oleh : win, Jakarta
  Jual males make, DELL VOSTRO A840 dual core 1,86GB, HDD 120GB, RAM 3GB, VGA X3100 350MB, WIFI, Bluet...
   
update smart v2 cuma 165rb
 
 
koran-radar.com News berita
 
 
 
     
 
Senin, 27/04/2009 [16:17:15]
 
  PETANI = MAINAN PEJABAT  
  PETANI = MAINAN PEJABAT  
  ditulis oleh Sunaryo di bANYUWANGI  
     
 

Penduduk bangsa ini mayoritas adalah petani, dan sebagian besar petani berprofesi sebagai buruh tani. Kebutuhan petani sering kali dijadikan sebagai alat untuk meraih kepentingan para pejabat dan penguasa. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pada awal tahun ini, bangsa Indonesia lagi punya gawe yaitu pemilu legislatif, dimana rakyat akan menempatkan para wakilnya untuk duduk di kursi dewan. Lembaga legislatif berguna untuk menentukan dan membuat kebijakan suatu Negara. Dan lembaga ini juga berfungsi sebagai pengontrol program-program pemerintah khususnya kebijakan yang menguntungkan dan atau merugikan para petani.
Kenyataannya dari pengalaman tahun kemarin, masih sangat minim sekali anggaran yang dialokasikan untuk mendukung produktifitas petani (>1%), jika dibandingkan dengan jumlah anggaran surplus APBN yang begitu besar (71.3 trilyun), yang kenyataannya sebagian besar anggaran masih di gunakan untuk kemakmuran konglommerat dan bukan untuk kesejahteraan petani dan atau rakyat. Bagaimana seandainya jika dana yang begitu besar tersebut digunakan untuk petani, nelayan dan kaum buruh, yang pasti angka peningkatan ekonomi petani akan semakin baik dan angka kesejahteraan rakyat akan semakin meningkat.
Dalam merealisasikan post-post anggaran, pemerintah pun terkesan main-main dan tidak sepenuh hati dalam membantu para petani untuk meningkatkan produksi hasil pertanian dan mengakomodir hasil pertanian tersebut. Bantuan berupa benih juga seringkali tidak memiliki kualitas yang baik (BB MK I tahun 2009), sehingga petani sering mengalami kerugian dan kegagalan.
Demikian juga bantuan berupa benih dan pupuk bersubsidi tidaklah berdampak yang signifikan terhadap perubahan ekonomi para petani. Toh.. tanpa adanya bantuan benih dan pupuk, petani juga tetap bisa bercocok tanam. Lebih baik pemerintah memikirkan jalan keluar bagaimana hasil produksi pertanian bisa lebih dihargai dengan harga jual yang tinggi dan tidak di permainkan saat panen tiba.
Untuk itu kami berharap kepada para pejabat (eksekutif dan legislatif) bahwa dalam menentukan kebijakan sudah seharusnya memihak pada kepentingan para petani dan atau rakyat miskin. Kami yakin bahwa anda (pejabat) semuanya makan dan minum sebagian besar berasal dari hasil produktifitas para petani. Untuk itu jangan sekali-kali petani dipermainkan lagi, karena jika hal itu terjadi, maka rakyat akan marah. Dan kemarahan rakyat mencerminkan pemerintahan yang bobrok dan bodoh.
Semoga pada tahun 2009 ini, yang telah melahirkan para senator baru dan pemimpin baru bangsa Indonesia baik yang di pusat maupun yang ada di daerah, bisa membuka mata dan melihat bahwa petani dan atau rakyat miskin merupakan pondasi utama untuk membangun kemajuan dan kemandirian bangsa dan negara yang tidak boleh ditawar lagi.
Oleh:
SUNARYO
Sekretaris Jendral (sekjen) Paguyuban Masyarakat Mandiri ? Gotong Royong?
Banyuwangi ? Jawa Timur
Contact person: 081 333 880 220

 
     
 
mark-it indonesia
 
     
 
Anda ingin memasang banner? hubungi kami di : 021 - 6833 5800
 
 
   
BERITA SEBELUMNYA...
 
Menpora & Presiden Digugat Pengacara
Waspadai Makanan Penyebab Jerawat!
Samsat Depok Santuni Puluhan Anak Yatim
Pejabat Depok Tes Urine
LSM LAKI Apresiasi Kapolda Kalbar Berantas Korupsi
 
     
 
Redaksi : Jl Jatinegara Barat No.181A Lt.3, Jakarta Timur 13310 - Phone 021 - 68335800 / Fax : 021-2800366
© 2010 radar.co.id . Gunakan browser dengan dukungan flash & java ketika mengunjungi web ini. Powered by MDevelopment v3.0