|
|
 |
|
 |
|
|
Lowongan Perwakilan Biro Radar |
| |
oleh : redaksi radar, Jakarta |
| |
Radar.co.id membuka lowongan untuk perwakilan Biro diseluruh Indonesia, dengan syarat :
a. Penga... |
| |
|
|
JUAL RUMAH DILEMBAH APARTEMEN |
| |
oleh : d triarso, JAKARTA PUSAT |
| |
DIJUAL :
Bekas Rumah Dinas dilembah / dikelilingi Apartemen Kemayoran. LT/LB 171/110, 2 KT, 1 Gudg,... |
| |
|
|
DELL A840 Vostro |
| |
oleh : win, Jakarta |
| |
Jual males make, DELL VOSTRO A840 dual core 1,86GB, HDD 120GB, RAM 3GB, VGA X3100 350MB, WIFI, Bluet... |
| |
|
|
|
 |
|
 |
|
|
 |
 |
 |
| |
koran-radar.com News berita |
|
 |
 |
 |
| |
|
|
| |
|
|
| |
Selasa, 07/09/2010 [08:54:11] |
|
| |
Dinilai sering hambat perjanjian kerja bersama |
|
| |
Said Didu Diminta Lengser |
|
| |
ditulis oleh Rossiana Silalahi di Jakarta |
|
| |
|
|
| |
gabungan Serikat Pekerja yang bergabung dalam Federasi Serikat Pekerja BUMN menuntut Presiden SBY mengevaluasi kinerja dan memberhentikan Said Didu sebagai Sekretaris Menteri BUMN. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Bagian Hubungan Masyarakat FSP BUMN, Tri Sasono hari ini (7/9) melalui press release .
Tri Sasono mengatakan bahwa peringatan 1 tahun Pemerintahan SBY-Boediono harus dijadikan momentum untuk mengevaluasi kerja pemerintah. Bagi pekerja BUMN evaluasi kinerja pemerintah di sektor BUMN memang harus dilakukan secara serius. Menurutnya salah satu hal mendesak yang harus dilakukan oleh Presiden SBY adalah melakukan evaluasi mendalam atas kinerja Sekretaris Menteri BUMN, Said Didu dan jika perlu memberhentikannya.
Tri mengatakan bahwa sejak SBY menjadi Presiden tahun 2004 lalu, sudah tiga orang bergantian menjabat sebagai Menteri BUMN masing-masing Sugiharto, Sofyan Djalil dan sekarang Mustafa Abubakar. Tetapi posisi Said Didu di Sekretaris Menteri BUMN seakan tidak tergoyahkan.
“ Said Didu sudah terlalu lama berada di posisi Sekretaris Menteri BUMN dan menurut kami tidak menunjukkan kinerja yang maksimal. Lambannya kinerja pemerintah di sektor BUMN bukan semata disebabkan ketidak-mampuan Menteri BUMN akan tetapi bisa jadi disebabkan oleh ketidak-mampuan Sekretaris Menteri BUMN.” Jelas Tri
Ia menegaskan bahwa satu hal yang membekas di hati pekerja BUMN adalah sikap Said Didu yang kerap mendorong evaluasi Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang telah disepakati di perusahaan-perusahaan BUMN. Padahal seharusnya Kementerian BUMN menghormati apa yang telah disepakati antara pekerja dan manajemen perusahaan dalam PKB.
Sebagaimana diketahui bahwa PKB memuat kesepakatan antara manajemen dengan pekerja mengenai syarat-syarat kerja serta hak dan kewajiban perusahaan dan pekerja. Kepatuhan perusahaan BUMN terhadap isi PKB adalah kunci pemenuhan hak - hak dasar pekerja.
Evaluasi terhadap PKB yang sudah disepakati antara perusahaan BUMN dengan Pekerja-nya adalah wujud arogansi dan sikap tidak memihak pada kesejahteraan pekerja BUMN.
Menurut Pasal 1 UU Nomor 19 tahun Tentang BUMN, modal perusahaan BUMN telah dipisahkan dari keuangan negara. Dengan demikian tanggung-jawab pengelolaan BUMN termasuk penyusunan PKB telah didelegasikan ke Direksi BUMN. Oleh karena itu jika Direksi BUMN sudah menyepakati PKB, maka Kementerian BUMN tidak lagi bisa mengevaluasi PKB tersebut.
“ Akibat dari evaluasi terhadap PKB adalah keresahan dikalangan pekerja BUMN karena hak dan kesejahteraan mereka terancam tidak terpenuhi. Kepastian hukum juga menjadi terabaikan karena PKB yang sudah susah payah disusun, dirundingkan dan disepakati bisa begitu saja dirubah secara sepihak . Pada akhirnya kinerja perusahaan-perusahaan BUMN akan menurun atau paling tidak berjalan di tempat karena perselisihan antara perusahaan dan pekerja yang biasanya diselesaikan dalam PKB kian hari kian bertambah banyak dan bertambah besar. Kita tentu bisa melihat banyak contoh perusahaan-perusahaan BUMN yang aktivitas kerjanya terganggu karena persoalan PKB yang tak kunjung selesai. Tahun 2008 kita mencatat mogoknya pekerja PT Angkasa Pura I dan bulan Mei 2010 kita mencatat mogoknya pekerja Terminal Peti Kemas Koja.
“ ujar Tri.
Tri menambahkan saat ini cukup sulit untuk menilai kinerja Menteri BUMN Mustafa Abubakar yang baru bekerja selama 1 tahun. Namun tidak sulit untuk menilai bahwa Said Didu memang harus diberhentikan dari posisi Sekretaris Menteri BUMN karena ia telah bekerja lebih dari lima tahun dan tidak menunjukkan kinerja yang maksimal.
Menurut Pasal 133 Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2008 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, Sekretaris Kementerian Negara diangkat dan diberhentikan oleh Presiden .
Saat ini banyak Serikat Pekerja-Serikat Pekerja BUMN yang tengah memperjuangkan pemenuhan hak pekerja melalui PKB. Semakin lama kesepakatan dalam perundingan PKB tercapai, maka akan semakin menurun pula kinerja perusahaan BUMN yang bersangkutan.
“ Jika menginginkan perbaikan kinerja kementrian BUMN, nampaknya Presiden tak mempunyai opsi selain mencopot Said Didu dari posisi Sekretaris Menteri BUMN. Diharapkan dengan adanya penyegaran di posisi Sekretaris Menteri maka, konflik-konflik terkait PKB yang selama ini mengganjal di banyak perusahan BUMN bisa segera diselesaikan. “ pungkas Tri
- Sumber : Press Conference |
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
Anda ingin memasang banner? hubungi kami di : 021 - 6833 5800 |
|
 |
 |
 |
| |
|
|
| |
|
|
|