|
|
 |
|
 |
|
|
Lowongan Perwakilan Biro Radar |
| |
oleh : redaksi radar, Jakarta |
| |
Radar.co.id membuka lowongan untuk perwakilan Biro diseluruh Indonesia, dengan syarat :
a. Penga... |
| |
|
|
JUAL RUMAH DILEMBAH APARTEMEN |
| |
oleh : d triarso, JAKARTA PUSAT |
| |
DIJUAL :
Bekas Rumah Dinas dilembah / dikelilingi Apartemen Kemayoran. LT/LB 171/110, 2 KT, 1 Gudg,... |
| |
|
|
DELL A840 Vostro |
| |
oleh : win, Jakarta |
| |
Jual males make, DELL VOSTRO A840 dual core 1,86GB, HDD 120GB, RAM 3GB, VGA X3100 350MB, WIFI, Bluet... |
| |
|
|
|
 |
|
 |
|
|
 |
 |
 |
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
|
|
| |
|
|
| |
Jumat, 23/01/2009 [12:24:51] |
|
| |
Aline Lepas Status Istri |
|
| |
rolles [Jakarta] |
|
| |
|
|
| |
Jakarta, KR Online
Caroline Ingrid Adita alias Aline mengakhiri perkawinannya dengan Aditya Tumbuan, putra Rima Melati dan Frans Tumbuan, setelah gugatan cerainya dikabulkan pengadilan.Memang, kami menyatakan betul, kita sudah berpisah sejak tanggal 30 Desember 2008," ungkap Aline, yang duduk bersama Aditya, saat membeberkan perpecahan rumahtangganya, Kamis (22/1) malam, di sebuah kantor rumah produksi di kawasan Tarogong, Jakarta Selatan.
Aline dan Ai --sapaan akrab Aditya-- juga mengakui kalau perpisahan tersebut, sebenarnya tak perlu diketahui khalayak ramai. "(Perceraian) Dikarenakan, perbedaan visi, komunikasi juga, dan sudah cukup berlarut-larut. tapi detilnya apa, kita nggak bisa kasih tahu," ujar wanita berpostur tinggi nan semampai ini.
"Kan nggak baik mengumbar-umbar masalahnya apa. Tapi yang jelas kita pisah baik-baik banget. Sampai sekarang pun masih deket, masih seperti temen, masih curhat, tiap hari ketemu. Jadi, ini lagi proses bagi kita berdua," tambah Aline.
Tak perlu banyak orang yang perlu tahu, kata Aline, terkait perceraiannya dengan putra Frans Tumbuan dan Rima Melati tersebut. "Keluarga juga tidak banyak yang tahu. Hanya orangtua dan kita sendiri," kata perempuan yang kerap wara-wiri di layar kaca sebagai presenter dan model ini.
Aline juga menyatakan, bercerai merupakan keputusan keduanya, meski di atas kertas, saat memasukkan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ai berstatus sebagai penggugat. "Kalau untuk masukin (gugatan) ke pengadilan kan harus ada siapa gugat siapa, jadi biar enak dan lebih gampang, jadi aku gugat Ai," Aline, mengungkapkan dengan santai.
"Tapi, karena itu kita berdua ini baik-baik banget, karena emang kita nggak pernah ribut-ribut sampe berantem. Semuanya didiskusiin, jadi keputusannya datang dari berdua," ujarnya.
Senada dengan Aline, Ai menyatakan, permasalahan rumahtangganya dengan Aline adalah persoalan yang tak perlu diungkap ke publik. Cukup keduanya dan beberapa orang dekat yang menurutnya perlu mengerti permasalahan mereka. "Kita berdua adalah orang yang cukup wise untuk membicarakan dan berdiskusi. Ya mungkin, satu hari kita berdua bangun, dan kita pikir, mungkin ada baiknya kita berpisah," ujar pria yang menikahi Aline pada tahun 2003 tersebut.
Aline juga menegaskan, masalah belum punya anak, dugaan kekerasan dalam rumahtangga, atau adanya orang ketiga, bukan menjadi persoalan yang melandasi perpisahan mereka. Yang pasti, kata Aline, kedua orangtua baik dari para pihak, merasa kaget, kecewa, dan sedih, saat kali pertama keduanya memberitahu rencana perceraian ini.
"Orangtua manapun, saya yakin pasti nggak ada yang pengen anaknya bercerai, apalagi saya dengan mertua deket banget. Mama Rima dan Papa Frans sayang banget sama saya. Dan itu saya tahu. Ai juga, ke orangtua saya juga dekat. Jadi waktu pertama kali kami menyampaikan, reaksi mereka yang pertama adalah sedih, pastinya. Ada kekecewaan. Saya tahu pasti ada," papar Aline.
"Mereka nangis. Tapi mereka adalah orangtua yang wise dan bijaksana, jadi semua keputusan balik lagi ke kita berdua," tambahnya.
Aline juga mengakui, mengacu pada putusan pengadilan, Ai harus menafkahi mantan istrinya tersebut sebesar Rp5 juta untuk setiap bulannya. "Itu persyaratan (dari pengadilan) saja. Kan ada statement harus nulis ada angkanya. Karena kita lima tahun nikah, ya udah lima juta aja. Nggak ada pemikiran serius," ujar Aline, kembali dengan santai.
Namun yang pasti, kini wanita keturunan Tionghoa itu masih kebingungan, belum kepikiran, dan belum tahu, untuk tetap atau menanggalkan nama belakang Tumbuan, yang telah melekat selama hampir selama enam tahun terakhir. "Belum dipikirin sih. Nanti aku ngobrol dulu sama Mama Rima," ujarnya.
"Apalah arti sebuah nama ya," Ai, menambahkan. (Tmn/Gatra)
|
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
Anda ingin memasang banner? hubungi kami di : 021 - 6833 5800 |
|
 |
 |
 |
| |
|
|
| |
|
|
|