|
|
 |
|
 |
|
|
Lowongan Perwakilan Biro Radar |
| |
oleh : redaksi radar, Jakarta |
| |
Radar.co.id membuka lowongan untuk perwakilan Biro diseluruh Indonesia, dengan syarat :
a. Penga... |
| |
|
|
JUAL RUMAH DILEMBAH APARTEMEN |
| |
oleh : d triarso, JAKARTA PUSAT |
| |
DIJUAL :
Bekas Rumah Dinas dilembah / dikelilingi Apartemen Kemayoran. LT/LB 171/110, 2 KT, 1 Gudg,... |
| |
|
|
DELL A840 Vostro |
| |
oleh : win, Jakarta |
| |
Jual males make, DELL VOSTRO A840 dual core 1,86GB, HDD 120GB, RAM 3GB, VGA X3100 350MB, WIFI, Bluet... |
| |
|
|
|
 |
|
 |
|
|
 |
 |
 |
| |
koran-radar.com HOT berita |
|
 |
 |
 |
| |
|
|
| |
|
|
| |
Jumat, 13/02/2009 [14:59:31] |
|
| |
AKI Bukan Yaskum |
|
| |
Rolles Herwin S, S.Kom [Jakarta] |
|
| |
|
|
| |
Jakarta, KR Online
"Penyerbuan" yang dilakukan massa Gerakan Reformis Islam (Garis) dan Persis ke markas Amanah Keagungan Ilahi (AKI) pimpinan Kurnia Wahyu di Bandung, 16 Januari lalu, berbuntut. Ini terjadi karena AKI, yang ditengarai menyebarkan aliran sesat kepada anggotanya, menyeret nama Yayasan Kharisma Usada Mustika yang berpusat di Jakarta.Menurut Ketua PW Garis Jawa Barat, Suryana Nurfatwa, gerakan AKI pimpinan Kurnia Wahyu memiliki hubungan yang sama dengan gerakan AKI di kota-kota lain. Namun identitasnya berbeda-beda. "Di Bekasi, kepanjangannya Alam Kuasa Ilahi. Sedangkan di Bandung dan Tasikmalaya, kami menemukan Amanah Keagungan Ilahi," katanya. Kesamaannya, "AKI ini di bawah yayasan yang sama, yaitu Kharisma Usada Mustika," papar lelaki berusia 51 tahun itu (Gatra Nomor 11 Tahun XV, edisi 22-28 Januari 2009).
Pernyataan Suryana itulah yang membuat gerah para pengurus Yayasan Kharisma Usada Mustika (Yaskum). Sejak berita itu muncul, banyak orang bertanya-tanya tentang kebenaran informasi tersebut. Para pengurus yayasan itu tak kalah sibuk menjelaskan kepada para simpatisan dan masyarakat umum. "Kami hanya ingin menyampaikan hak jawab kami bahwa Yaskum tidak ada hubungannya dengan AKI," tutur Teuku M. Bulganon Hasbullah Amir, 56 tahun, Ketua Dewan Pembina Yaskum.
Kepada Gatra, Abang --begitu Teuku M. Bulganon Hasbullah Amir disapa orang-orang dekatnya-- Kurnia Wahyu dan dirinya pernah berguru kepada M. Syamsoe, seorang spiritualis asal Cianjur, Jawa Barat. Abang bergabung dengan Syamsoe sejak 1975, sedangkan Kurnia Wahyu bergabung pada 1979. Selain Kurnia, AKI juga dikembangkan di Jakarta oleh Andreas. Nama terakhir ini adalah pengikut Syamsoe yang belakangan bergabung, pada 1986.
Adapun ajaran Syamsoe, menurut Abang, adalah belajar mengendalikan diri dan berbagi terhadap sesama. "Aki Syamsoe tidak membolehkan pengikutnya berbuat syirik, seperti mengoleksi ajimat-ajimat," katanya. Aki yang dimaksud adalah dalam bahasa Sunda, yang artinya kakek. Tak ada wirid-wirid khusus. Kalaupun ada, menurut Abang, hanyalah wirid dengan menyebut, "Ya Allah, ya Allah, ya Allah."
Dalam ajaran Syamsoe, masih kata Abang, orang Islam wajib melaksanakan salat, puasa, zakat, haji, dan seterusnya. "Meskipun dalam beberapa hal saya berbeda pendapat dengan Aki Syamsoe, saya melihat ajaran beliau tidak ada unsur syiriknya," tutur Abang.
Setelah Syamsoe meninggal di Jakarta pada 7 Juni 1995, Abang mendirikan Yaskum yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan, hukum, pendidikan formal dan informal, kesehatan/pengobatan, dan pembinaan mental. Semua jasa itu diberikan secara gratis. "Kini cabangnya ada di 27 provinsi," kata Abang, yang juga seorang pengusaha.
Sedangkan Kurnia Wahyu dan Andreas mendirikan AKI. "Masing-masing bergerak sendiri-sendiri. Ujung-ujungnya, ya, cari duit dengan memanfaatkan nama besar Aki Syamsoe," ujar Abang, tegas. "Mereka itu dalam prakteknya, ya, perdukunan, sesuatu yang ditentang oleh Aki Syamsoe," katanya.
Itulah sebabnya, Abang mengundang Suryana Nurfatwa bertandang ke kantornya. Pada 28 Januari lalu, pihak Garis berkunjung ke kantor Yaskum di Jalan Kembangan Baru, Jakarta Barat. "Setelah melakukan dialog dan investigasi, kami berkesimpulan bahwa Yaskum benar-benar tidak ada kaitan dengan AKI," kata Suryatna Nurfatwa kepada Gatra. Ucapan ini otomatis mencabut pernyataan Suryana pada Gatra Nomor 11 itu.
Tentang AKI sendiri, masih belum ada putusan final. Sejauh ini, pihak Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakor Pakem) Kabupaten Bandung belum memutuskan apakah AKI termasuk aliran sesat atau hanya penipuan dan pembodohan kepada anggotanya. "Kami masih ingin mengetahui lebih lengkap soal aliran ini," ujar D.B. Susanto, Wakil Ketua Bakor Pakem Kabupaten Bandung, kepada Wisnu Wage Pamungkas dari Gatra. Jika AKI menyebarkan aliran sesat, menurut Susanto, pihaknya akan meneruskan persoalan ini ke Kejaksaan Agung.
Sebelum ada keputusan dari Bakor Pakem, sejak 16 Januari lalu semua aktivitas AKI dibekukan. (Tmn/Gatra)
|
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
Anda ingin memasang banner? hubungi kami di : 021 - 6833 5800 |
|
 |
 |
 |
| |
|
|
| |
|
|
|