situs berita dan informasi online
  Cari Berita :  
 
mobi pascabayar
ARTIKEL DARI PEMBACA
 
News :: Rabu, 08/09/2010 [14:44:34]
Di Kabupaten Ende
578 Tenaga Honda masuk data Aplikasi
Guna menuntaskan polemic terkait nasib 654 orang tenaga Kontrak di kabupaten Ende maka pemerinta dalam hal ini Badan Kepegawaian Daera sudah dua kali melakukan konsul tasi. Kepala Bdan Kepegawaian Da... oleh vincentius Apaulo Wolo di ende
 
 
News :: Rabu, 08/09/2010 [10:11:14]
Panglima TNI yang Baru
Ibas Dukung Calon Panglima TNI yang Baru
News :: Selasa, 07/09/2010 [16:34:19]
BERTENTANGAN DENGAN UUD’45
MENOLAK UU 40/2004 TENTANG SJSN
News :: Selasa, 07/09/2010 [08:54:11]
Dinilai sering hambat perjanjian kerja bersama
Said Didu Diminta Lengser
News :: Senin, 06/09/2010 [16:12:10]
PNPM-MP
KEDOK
News :: Senin, 06/09/2010 [15:13:38]
DPR-RI
Polemik Gedung Baru, Ketua DPR Salahkan Setjen
Lowongan Perwakilan Biro Radar
  oleh : redaksi radar, Jakarta
  Radar.co.id membuka lowongan untuk perwakilan Biro diseluruh Indonesia, dengan syarat : a. Penga...
   
JUAL RUMAH DILEMBAH APARTEMEN
  oleh : d triarso, JAKARTA PUSAT
  DIJUAL : Bekas Rumah Dinas dilembah / dikelilingi Apartemen Kemayoran. LT/LB 171/110, 2 KT, 1 Gudg,...
   
DELL A840 Vostro
  oleh : win, Jakarta
  Jual males make, DELL VOSTRO A840 dual core 1,86GB, HDD 120GB, RAM 3GB, VGA X3100 350MB, WIFI, Bluet...
   
update smart v2 cuma 165rb
 
 
koran-radar.com HOT berita
 
 
 
     
 
Senin, 04/05/2009 [11:57:08]
 
  Antara Banteng dan Ka`bah  
  Rolles Herwin S, S.Kom [Jakarta]  
     
  Jakarta, KR Online
Prabowo Subianto jadi bintang pada dua forum partai berbeda di hari yang sama. Dalam Rakernas V PDI Perjuangan, di Jakarta, Sabtu pekan lalu, Prabowo mendapat dukungan terkuat sebagai cawapres untuk Megawati. Dalam Rapimnas PPP, Prabowo menjadi nama terpopuler nominasi calon presiden. Kedua partai itu akhirnya menyerahkan mandat kepada ketua umum masing-masing untuk menentukan koalisi dan paket capres-cawapres.

Ini memudahkan Prabowo memilih pintu masuk negosiasi. Di area parkir depan kantor pusat PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta, terpampang spanduk berbunyi: "Mega-Prabowo Harapan Baru Indonesia", disertai foto keduanya. Prabowo, Ketua Dewan Pembina Gerindra, diundang untuk berbicara dalam rapimnas itu.

Selain Prabowo, Ketua Umum Hanura, Wiranto, juga diundang. Dua partai ini sudah lama disebut-sebut sebagai calon terkuat mitra koalisi PDI Perjuangan. Kedua jenderal itu sama-sama memekikkan "Merdeka!" ketika mulai bicara. Sambutan peserta penuh semangat. Sampai-sampai, Wiranto menyatakan, pantas Hanura kalah karena kalah semangat.

Prabowo menegaskan kesiapannya berkoalisi dengan PDI Perjuangan. "Gerindra siap untuk berjuang bersama-sama PDIP," ucap Prabowo, seperti dilaporan Gandhi Achmad dari Gatra. Peserta langsung menyambut dengan tepuk tangan dan teriakan, "Hidup Prabowo! Hidup Mega-Prabowo!"

Rapimnas itu berlangsung lancar, tanpa perdebatan berarti. Bahkan ditutup lebih cepat dua jam dari rencana. Dalam penjaringan cawapres, nama Prabowo disebut semua pengurus provinsi. "Ada satu nama yang didukung seluruh provinsi. Tapi ada tiga provinsi yang menyebutkan dua nama," kata Pramono Anung, Sekjen PDI Perjuangan. Nama kedua setelah Prabowo adalah Sultan Hamengku Buwono X.

Penetapan definitif nama cawapres diserahkan kepada Megawati. Rapat juga menegaskan Mega sebagai satu-satunya capres dari PDI Perjuangan. Hal ini dilakukan untuk menepis suara-suara yang menginginkan Mega mundur dan digantikan Prabowo. Nama cawapres Mega akan diumumkan Minggu atau Senin pekan depan.

Bila di PDI Perjuangan jadi nominasi cawapres, di PPP Prabowo melambung jadi unggulan capres, meski dia tak hadir di arena. Beberapa bulan terakhir, pengurus PPP terbelah antara faksi Bachtiar Chamsyah (ketua majelis pertimbangan) yang mendukung SBY dan faksi Suryadharma Ali (ketua umum) yang mendukung figur non-SBY.

Tadinya, alternatif non-SBY di PPP tidak hanya merujuk pada Prabowo, melainkan juga Jusuf Kalla. Perkembangan terakhir, mengerucut pada Prabowo. Pekan lalu, dua tokoh faksi di tubuh PPP itu berdamai dan sepakat mengambil keputusan lewat rapimnas. Beredar spekulasi, pada saat itu, kubu pro-SBY di atas angin. PPP diyakini akan mendukung SBY.

Ternyata perkembangan di rapimnas berbeda. Suara mayoritas pengurus DPW provinsi mendukung Prabowo dan menyerahkan keputusan penuh kepada Suryadharma selaku ketua umum. Kubu Bachtiar tak terima. Mereka mengoreksi penyelenggaraan rapimnas yang dinilai menyimpang dari kesepakataan dalam rapat pleno, berupa rapimnas diperluas.

"Rapat ini seharusnya, selain menghadirkan DPW, juga majelis-majelis dan departemen-departemen yang ada untuk meredam perbedaan yang tajam," kata Bachtiar. Ternyata hasil rapat pleno dibatalkan Suryadharma lewat rapat harian. Maka, kubu Bachtiar memilih walk out dari arena, sejam sebelum penutupan, Sabtu malam.

Selain Bachtiar, tampak ikut keluar Sekjen Irgan Chairul Mahfiz, Arief Mudatsir (ketua), dan beberapa ketua departamen. "Kami tidak bertanggung jawab atas keputusan rapimnas beserta segala konsekuensinya," ujar Fakhruddin, ketua departemen litbang.

"Kami mencium politik uang dalam penentuan calon presiden ini," kata Fakhruddin. Lima hari sebelum pemilu legislatif, menurut Fachruddin, ada beberapa ketua DPW yang diundang ke Jakarta. "Mereka menerima uang dari salah satu calon presiden yang tidak perlu kami sebutkan namanya," katanya. "Kami memang tidak punya bukti, tapi kami berani menantang para pimpinan wilayah untuk bersumpah kalau memang benar tidak menerima uang."

Menyikapi walk out-nya Bachtiar, Suryadharma melihatnya sebagai hal biasa. "Itu dinamika biasa dalam proses pengambilan keputusan," ujarnya, seperti dilaporkan Sandika Prihatnala dari Gatra. Menurut Surya, rapimnas diperluas, seperti usulan Bachtiar, tidak dikenal dalam AD/ART. "Agar keputusan tidak diganggu gugat, rapimnas diadakan berdasarkan AD/ART," katanya.

Wakil Sekjen PPP, Umar Husin, tidak heran melihat kuatnya dukungan kepada Prabowo itu. "Bisa jadi, kader PPP ingin suasana baru, tidak ingin mendekati tokoh lama yang tidak memberi keuntungan bagi partai," tuturnya. Umar mengingatkan, bukan hanya SBY yang tidak didukung kuat, melainkan juga JK dan Mega.

"Sejak tahun 1999, suara PPP menurun, padahal kami berada di kubu pemerintahan," kata Andi Jamaro, anggota Majelis Pakar PPP. "Kini saatnya melihat kemungkinan untuk berdiri di posisi berseberangan agar PPP kembali ke khitahnya."

Mengapa PPP tidak mendekat ke Demokrat, Jamaro menduga, "Bisa saja pendekatan Demokrat atau SBY ke PPP tidak tepat seperti pendekatannya SBY ke partai lain. Sejak awal, Pak Suryadharma memang tidak pernah didekati SBY." Situasi demikian dimanfaatkan kubu Prabowo untuk mencuri peluang.

Prabowo terhitung sebagai tokoh yang paling mudah dikonfrontasikan dengan SBY. Karakter pribadi dan ideologi ekonomi keduanya berbeda. Prabowo tipe petarung yang sigap, sedangkan SBY adalah sosok yang santun. Prabowo memiliki konsep berbeda tentang pengelolaan ekonomi dari SBY.

Dinamika di internal PPP, juga PAN, memperlihatkan bahwa suara oposisi kepada SBY tidak otomatis melabuhkan dukungan kepada Mega. Dua partai itu mewacanakan figur alternatif. Keduanya bertemu pada sosok Prabowo. Wajar saja bila pendukung Prabowo cukup percaya diri menjajaki peluang maju sendiri. (Tmn/Gatra)
 
     
 
mark-it indonesia
 
     
 
Anda ingin memasang banner? hubungi kami di : 021 - 6833 5800
 
 
   
BERITA SEBELUMNYA...
 
Rasyit Bagi-bagi Uang Pada Oknum Wartawan
Juminan Mengadakan Pungli di Simpang Pujud
Adjie Dilarang Kritik SBY
Aktivitas PT FSL Diduga Illegal
Bandar Kendalikan Narkoba Dari LP
 
     
 
Redaksi : Jl Jatinegara Barat No.181A Lt.3, Jakarta Timur 13310 - Phone 021 - 68335800 / Fax : 021-2800366
© 2010 radar.co.id . Gunakan browser dengan dukungan flash & java ketika mengunjungi web ini. Powered by MDevelopment v3.0