situs berita dan informasi online
  Cari Berita :  
 
mobi pascabayar
ARTIKEL DARI PEMBACA
 
Opini :: Rabu, 01/02/2012 [13:49:26]
Sekedar
Cerita dari Cerita
catatan ini di amil dari fb milik temanku yang sangat baik, bahkan saya menganggap dia bagian dari keluarga saya. mari kita simak ‎"awas...!!" kata spontan yang terlontar kencang dari mulut... oleh imam elhazmi di Pandeglang
 
 
News :: Rabu, 01/02/2012 [11:36:02]
LIBURAN
Pandeeglang Berkah, Unsera Cerdas
News :: Senin, 30/01/2012 [03:29:33]
Peduli Bencana
Mahasiswa Komunikasi Unsera Peduli
Pengaduan :: Senin, 30/01/2012 [03:09:10]
Surat terbuka
Untukmu Siska Selvia
Opini :: Sabtu, 28/01/2012 [06:24:12]
Pencabutan Perda Anti-Miras Perlu Ditinjau
News :: Senin, 23/01/2012 [18:21:20]
Rekonsiliasi IPMADO Untuk Perubahan
Generasi Muda Harus Mampu Membawa Perubahan
Lowongan Perwakilan Biro Radar
  oleh : redaksi radar, Jakarta
  Radar.co.id membuka lowongan untuk perwakilan Biro diseluruh Indonesia, dengan syarat : a. Penga...
   
JUAL RUMAH DILEMBAH APARTEMEN
  oleh : d triarso, JAKARTA PUSAT
  DIJUAL : Bekas Rumah Dinas dilembah / dikelilingi Apartemen Kemayoran. LT/LB 171/110, 2 KT, 1 Gudg,...
   
DELL A840 Vostro
  oleh : win, Jakarta
  Jual males make, DELL VOSTRO A840 dual core 1,86GB, HDD 120GB, RAM 3GB, VGA X3100 350MB, WIFI, Bluet...
   
update smart v2 cuma 165rb
 
 
koran-radar.com Dunia Selebritis berita
 
 
 
     
 
Senin, 01/06/2009 [11:50:16]
 
  Manohara Odelia Pinot :  
  Saya Diperlakukan Seperti Binatang  
  rolles [Jakarta]  
     
  Keterangan Gambar : Manohara Odelia Pinot  
  Jakarta, KR Online
Manohara Odelia Pinot, wanita belia yang dalam beberapa bulan terakhir menjadi bahan pemberitaan media massa, akhirnya bisa bertemu ibunya, Daisy Fajarina. Mano --sapaan bagi wanita 17 tahun ini-- berhasil pulang dari Malaysia, tempat ia bermukim dengan suaminya, Tengku Fakhry, setelah dibantu pihak Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Indonesia di Singapura, Kedubes Amerika Serikat, dan Kepolisian Singapura.

Mano berhasil meloloskan diri dari kawalan ketat pengawal suaminya, yang merupakan putra Raja Kelantan, Malaysia, di Hotel Royal Singapura, tempat keluarga kerajaan negeri Jiran tersebut menetap selama di Singapura.

"Kebetulan kita ke Singapura, karena Cik Puan Kelantan periksa (ke rumah sakit) di Singapura. Jadi ada kerabat Kelantan yang dengar, lalu ngasih tahu Mama kalau kita akan ke Singapura," ujarnya.

Dalam sebuah jumpa pers yang dijubeli para pekerja infotainment di kantor Laskar Merah Putih di Roxy, Jakarta Pusat, Mano mengungkapkan, ia melakukan tindakan nekad sehingga bisa bertemu ibunya --yang ke negeri singa itu setelah mendapat informasi keberadaaan dirinya --saat ia berada di hotel mewah di Singapura.

Mengetahui Daisy sudah berada di lobi hotel, para pengawal putra raja Kelantan itu, terus-terusan "menempel" Mano. Padahal, Daisy pun sekali belum mengetahui nomor kamar atau di lantai berapa Mano menginap. "Waktu kita mau turun ke lobi, mereka udah tau Mama udah di lobi. Jadi, kita berhenti di lantai 3. Kebetulan ada kamar Raja (Kelantan) di lantai 3," kata Mano.

"Mano dipaksa keluar dari lift di lantai 3, mau ditaruh di kamar dulu. Tapi Mano nggak mau, Mano teriak-teriak lalu mencet alarm lift."

"Jadi Mano pikir, kalau Mano buat keributan, kan akan kelihatan banyak orang. Untung, polisi Singapura, terus ada Kedutaan Besar Indonesia di Singapura, dan Kedutaan Besar Amerika di Singapura. Mereka datang sama Mama."

Sedangkan di lobi, ada seseorang yang kebetulan mengenali wajah Daisy, lantaran wajahnya kerap muncul di berbagai tayangan infotainment maupun pemberitaan media massa. "Tiba-tiba di lobi, ada orang Indonesia yang bilang, `kok ini ibunya Manohara kan?`. Kebetulan, dia satu daerah sama saya, dari Sulawesi Selatan," tuturnya. "Lalu dia katakan, `ibu, Manohara ada di lantai 3. Dia nangis-nangis. Kamar saya juga kebetulan di lantai 3. Mari, saya antar ibu ke atas`."

"Ajudan-ajudan mereka mau mencoba menarik tapi takut tertangkap camera di lift dan meninggalkan bukti, jadi mereka melepaskan saya," ujar Mano, bertutur soal upayanya berlari dari pengawasan Kesultanan Kelantan. Pada saat itu, menurut wanita bicaranya campur aduk Bahasa Indonesia dan Inggris itu, beberapa dokter dari pihak kesultanan masih sempat mencoba menyuntikkan obat penenang.

Menumpang pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan DA 738, Mano akhirnya bisa mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Minggu pagi (31/5). Kedatangannya lantas disambut kakaknya, Dewi, dan wakil dari Departemen Luar Negeri RI. Tak lama kemudian, kepada publik, secara singkat, Mano mulai membuka satu per satu pengalaman pahit yang pernah dilaluinya, selama menjadi istri anak raja asal Kelantan, Malaysia. Rentetan kasus kekerasan dalam rumahtangga membuat Mano ogah kembali ke Malaysia. Bahkan, kata Mano, rencana kuliah bisnis manajemen di Singapura dibatalkan, lantaran takut kembali diangkut pulang ke Kelantan. Berikut petikan wawancaranya:

Bisa ceritakan perlakuan apa yang diterima selama di Malaysia?
Jadi, Mano itu di kelantan kalau dibilang spesial, bener-bener nggak! I`ve been treated like an animal (saya diperlakukan seperti binatang --Red)! Misalnya, Mano dikunci di kamar. Kalau mau keluar, ya keluar disuruh senyum. Kalau nggak, disiksa. Mano cuman kayak mainan.

I`m like a property gitu. Kayak mainannya. I`m really like an object. There`s no human rights what so ever.

Namun, ada foto-foto dari Malaysia yang beredar di internet, seolah kamu terlihat tidak ada masalah di sana?
Semua foto itu kamuflase. Saya nggak diberi akses apa pun. Internet dan telepon diputus.

Semua foto itu bukan macam foto-foto yang menyatakan saya senang. Itu adalah fitnah. I get physically abuse dan semua itu fitnah. Dan semua itu nggak ada yang benar.

Lantas, bagaimana dengan tayangan televisi di Indonesia, saat kamu menonton sepak bola bersama Fakhry?
Itu memang benar ada. Dan saya waktu itu memang benar-benar sengaja kasih sinyal sama kakak saya, Dewi, bahwa I`m in danger.

Saya kasih sinyal dengan menunjukkan cincin in the right hand.

Bagaimana kamu tahu jika sinyal itu akan dilihat di Indonesia?
Mano tahu. Mano lihat waktu itu ada kamera TVOne from Indonesia. So I gave the signal.

Bisa ceritakan pertemuan kamu dengan Fakhry, hingga akhirnya menikah?
Awalnya, saya mau dikenalkan sama Raja (Kelantan). Ternyata, katanya, raja sudah punya jadwal buat pernikahan (antara Mano dengan Fakhry). Awalnya saya tidak mau. And he said, menikah dulu, baru nanti resepsi lainnya bisa dilakukan di Indonesia.

Tapi, mereka tidak menepati janji mereka itu.

Setelah menikah, pernah diberi jatah uang dari Kerajaan Kelantan?
Boro-boro. Boro-boro juga dapat account bank. Kalau pun dapat (uang), Mano bagi-bagikan ke orang-orang yang kerja di rumah istana itu.

Di istana itu ada banyak yang membantu seperti waitress-waitress. Itu (hidup) mereka kasihan sekali. Gajinya lima ratus ringgit, overtime pun tak dibayar. Padahal mereka sudah kerja 24 jam. Sering sekali dipotong gaji, kalau misalnya gelas pecah. Jadi Mano kasihan kan.

Banyak juga orang yang senasib dengan Mano di Malaysia?
Mano pas di Malaysia itu, I felt that orang-orang dari Indonesia, they also experienced what I`ve experienced (mereka juga senasib sama dengan saya --Red).

Apa pernah melaporkannya ke pihak berwajib?
Ya, ada proses hukum yang harus dijalankan. Dan emang dari dulu mau cerai!

Apa rencana Mano selanjutnya? Mau jadi model lagi?
Maybe. Ya, mungkin aja sih satu hari nanti. Tapi (untuk saat ini) belum dulu deh. Belum sekarang.

Kalau sekarang, masih cinta pada Fakhry?
Definitely udah nggak cinta ya. Tapi Mano rasa, rasa benci itu malah ngerugiin diri sendiri. (Tmn/Gtr)
 
     
 
mark-it indonesia
 
     
 
Anda ingin memasang banner? hubungi kami di : 021 - 6833 5800
 
 
   
BERITA SEBELUMNYA...
 
Menpora & Presiden Digugat Pengacara
Waspadai Makanan Penyebab Jerawat!
Samsat Depok Santuni Puluhan Anak Yatim
Pejabat Depok Tes Urine
LSM LAKI Apresiasi Kapolda Kalbar Berantas Korupsi
 
     
 
Redaksi : Jl Jatinegara Barat No.181A Lt.3, Jakarta Timur 13310 - Phone 021 - 68335800 / Fax : 021-2800366
© 2010 radar.co.id . Gunakan browser dengan dukungan flash & java ketika mengunjungi web ini. Powered by MDevelopment v3.0