situs berita dan informasi online
  Cari Berita :  
 
mobi pascabayar
ARTIKEL DARI PEMBACA
 
Opini :: Rabu, 01/02/2012 [13:49:26]
Sekedar
Cerita dari Cerita
catatan ini di amil dari fb milik temanku yang sangat baik, bahkan saya menganggap dia bagian dari keluarga saya. mari kita simak ‎"awas...!!" kata spontan yang terlontar kencang dari mulut... oleh imam elhazmi di Pandeglang
 
 
News :: Rabu, 01/02/2012 [11:36:02]
LIBURAN
Pandeeglang Berkah, Unsera Cerdas
News :: Senin, 30/01/2012 [03:29:33]
Peduli Bencana
Mahasiswa Komunikasi Unsera Peduli
Pengaduan :: Senin, 30/01/2012 [03:09:10]
Surat terbuka
Untukmu Siska Selvia
Opini :: Sabtu, 28/01/2012 [06:24:12]
Pencabutan Perda Anti-Miras Perlu Ditinjau
News :: Senin, 23/01/2012 [18:21:20]
Rekonsiliasi IPMADO Untuk Perubahan
Generasi Muda Harus Mampu Membawa Perubahan
Lowongan Perwakilan Biro Radar
  oleh : redaksi radar, Jakarta
  Radar.co.id membuka lowongan untuk perwakilan Biro diseluruh Indonesia, dengan syarat : a. Penga...
   
JUAL RUMAH DILEMBAH APARTEMEN
  oleh : d triarso, JAKARTA PUSAT
  DIJUAL : Bekas Rumah Dinas dilembah / dikelilingi Apartemen Kemayoran. LT/LB 171/110, 2 KT, 1 Gudg,...
   
DELL A840 Vostro
  oleh : win, Jakarta
  Jual males make, DELL VOSTRO A840 dual core 1,86GB, HDD 120GB, RAM 3GB, VGA X3100 350MB, WIFI, Bluet...
   
update smart v2 cuma 165rb
 
 
koran-radar.com Lifestyle berita
 
 
 
     
 
Jumat, 12/06/2009 [12:56:38]
 
  Penilaian KPI :  
  "Termehek-mehek" Bohongi Penonton  
  rolles [Kepulauan Riau]  
     
  Batam, KR Online
Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Fetty Fajriati Misbach menyatakan, tayangan televisi "Termehek-mehek" telah membohongi penonton, karena tidak seluruh tayangan berdasarkan realitas.

"Mereka bilang itu reality show, padahal bukan. Itu membohongi masyarakat," kata Fetty, usai sosialisasi hasil pemantauan KPI di Batam, Kamis (11/6).

Menurutnya, tayangan "Termehek-mehek" tidak sepenuhnya kisah nyata, karena telah dibumbui.

Fetty mengatakan, seharusnya, tim program tayangan ini jujur dengan menyebut "Termehek-mehek" sebagai drama reality, bukan reality show. Selain itu, pemberitahuan di akhir acara yang kira-kira berbunyi, "tayangan ini telah mendapatkan persetujuan semua pihak yang terlibat," menurut Fetty, juga bukti pembohongan.

"Dengan tulisan itu, seolah-olah ini tayangan nyata," ujarnya.

Di tempat yang sama, perwakilan Trans Coorporation, Panca, mengakui jika "Termehek-mehek" tidak murni kisah nyata, melainkan drama reality. "Dari awal, kita maunya drama reality, tapi AC Nielsen tidak memiliki genre itu," tuturnya.

Panca menduga, pengkotakkan reality show untuk "Termehek-mehek" bakal menjadi masalah.

Sementara, Wakil Ketua KPI Daerah Kepulauan Riau, Aulia Indriaty, mengatakan bahwa perbedaan antara reality show dengan drama reality pada fakta. "Reality show masuk dalam tayangan non-fiksi. Sedangkan drama reality masuk pada fiksi," jelasnya.

Pada drama reality, lanjut Aulia, sebuah kenyataan bisa didramatisir sehingga menghibur. Sedangkan tayangan non-fiksi harus murni kenyataan, tanpa rekayasa. "Reality show tanpa skenario, drama reality dijalankan sesuai naskah," ujarnya. (Tmn/Gtr)
 
     
 
mark-it indonesia
 
     
 
Anda ingin memasang banner? hubungi kami di : 021 - 6833 5800
 
 
   
BERITA SEBELUMNYA...
 
Menpora & Presiden Digugat Pengacara
Waspadai Makanan Penyebab Jerawat!
Samsat Depok Santuni Puluhan Anak Yatim
Pejabat Depok Tes Urine
LSM LAKI Apresiasi Kapolda Kalbar Berantas Korupsi
 
     
 
Redaksi : Jl Jatinegara Barat No.181A Lt.3, Jakarta Timur 13310 - Phone 021 - 68335800 / Fax : 021-2800366
© 2010 radar.co.id . Gunakan browser dengan dukungan flash & java ketika mengunjungi web ini. Powered by MDevelopment v3.0