|
|
 |
|
 |
|
|
Lowongan Perwakilan Biro Radar |
| |
oleh : redaksi radar, Jakarta |
| |
Radar.co.id membuka lowongan untuk perwakilan Biro diseluruh Indonesia, dengan syarat :
a. Penga... |
| |
|
|
JUAL RUMAH DILEMBAH APARTEMEN |
| |
oleh : d triarso, JAKARTA PUSAT |
| |
DIJUAL :
Bekas Rumah Dinas dilembah / dikelilingi Apartemen Kemayoran. LT/LB 171/110, 2 KT, 1 Gudg,... |
| |
|
|
DELL A840 Vostro |
| |
oleh : win, Jakarta |
| |
Jual males make, DELL VOSTRO A840 dual core 1,86GB, HDD 120GB, RAM 3GB, VGA X3100 350MB, WIFI, Bluet... |
| |
|
|
|
 |
|
 |
|
|
 |
 |
 |
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
|
|
| |
|
|
| |
Rabu, 29/07/2009 [09:17:39] |
|
| |
Leo Batu-bara |
|
| |
Wartawan Mengkritisi Maka Harus Siap Dikritisi |
|
| |
[Jakarta] |
|
| |
|
|
| |
Jakarta, Radar Online
“Bercanda lihat tempatnya donk” pernyataan tersebut cukup akrab di telinga kita, hal tersebut mengingatkan kita agar tidak sembarang bercanda alias lihat tempatnya. Apalagi kalau di ucapkan diruang sidang tempat yang sakral dan terbuka untuk umum. Pada persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rabu ( 15/7 ) dalam perkara pencurian komputer dengan terdakwa Aman Kalla, salah satu hakim anggota Eko Supriyono SH, bertanya kepada terdakwa ”Kalau saudara bebas nanti mau kerja apa?” dijawab terdakwa, belum tahu pak…”mendingan jadi wartawan saja enak kok yang penting ada kemauan dan langsung ngepos di Pengadilan,” kata Eko.
Ucapan itu membuat wartawan dari Harapan Rakyat Hegron dan Dewi dari Memorandum tersinggung. Ppasalnya kedua wartawan yang aktif mengikuti persidangan dari awal sampai akhir merasa dilecehkan profesinya .
Rauf selaku kordinator wartawan unit Pengadilan dan Kejaksaan Jakarta Utara, bereaksi keras “Ini adalah salah satu bentuk penghinaan terhadap profesi wartawan yang dalam menjalankan tugasnya dilindungi Undang Undang,” hal ini tidak bisa dibiarkan apalagi kejadiannya sudah berulang tambah Rauf dengan kesal.
Menyikapi persoalan tersebut, Wakil Ketua Dewan Pers Drs. Sabam Leo Batubara kepada Radar Online di Gedung Dewan Pers minggu lalu mengambil sikap yang berbeda dengan wartawan yang bergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Unit Pengadilan dan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara. “ kalau kita siap mengkritisi maka kita harus siap di kritisi” kata Leo tidak usah diambil pusing yang penting kawan-kawan tingkatkan profesionalitasnya. Sebab, “Wartawan dinilai dari tulisannya, saya tidak melihat adanya pelecehan profesi dalam pernyataan Eko,” ujar Leo.
Sementara itu Eko Supriyono SH, diruang kerjanya Senin ( 27/7 ) menyangkal kalau dia dituduh melakukan pelecehan terhadap wartawan, “Masak saya dipaksa minta maaf dua kali saya sudah minta maaf kok. Kalau ucapan saya kemaren membuat teman teman tersinggung itu hanya bercanda, tidak ada niat melecehkan apalagi kita ini kan teman semua masak saya melecehkan teman,” tutur Eko. (Slamat )
|
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
Anda ingin memasang banner? hubungi kami di : 021 - 6833 5800 |
|
 |
 |
 |
| |
|
|
| |
|
|
|