situs berita dan informasi online
  Cari Berita :  
 
mobi pascabayar
ARTIKEL DARI PEMBACA
 
Pengaduan :: Sabtu, 04/09/2010 [06:16:19]
pencurian sepatu
RW, RT KEAMANAN MAKAN GAJI BUTA
warga jl mawar 5 perumnas kotamadya depok 1 16432, resah. banyaknya warung-warung, lapak penyerobotan tanah negara, sekitar smpn 2 depok dan sekolah kristen teresia membuat komplek menjadi rawan kejah... oleh ahmad rafi di depok
 
 
News :: Jumat, 03/09/2010 [20:09:11]
DPR-RI
Gedung Baru DPR Tak Akan Batal
News :: Jumat, 03/09/2010 [19:30:03]
DPR-RI
Bubarkan BURT DPR
News :: Jumat, 03/09/2010 [15:42:35]
KADIN BANDA ACEH BUBER WARGA MISKIN KOTA
H.MUNTASIR HAMID SH: "HENTIKAN PERAMPOK PROYEK!"
News :: Jumat, 03/09/2010 [11:57:29]
DPR-RI
Komisi V DPR meminta PT. Kereta Api
News :: Kamis, 02/09/2010 [17:44:24]
DPR-RI
Kronologi Rencana Pembangunan Gedung DPR
Lowongan Perwakilan Biro Radar
  oleh : redaksi radar, Jakarta
  Radar.co.id membuka lowongan untuk perwakilan Biro diseluruh Indonesia, dengan syarat : a. Penga...
   
JUAL RUMAH DILEMBAH APARTEMEN
  oleh : d triarso, JAKARTA PUSAT
  DIJUAL : Bekas Rumah Dinas dilembah / dikelilingi Apartemen Kemayoran. LT/LB 171/110, 2 KT, 1 Gudg,...
   
DELL A840 Vostro
  oleh : win, Jakarta
  Jual males make, DELL VOSTRO A840 dual core 1,86GB, HDD 120GB, RAM 3GB, VGA X3100 350MB, WIFI, Bluet...
   
update smart v2 cuma 165rb
 
 
koran-radar.com HOT berita
 
 
 
     
 
Rabu, 02/09/2009 [10:36:22]
 
  Dirut Bulog, Mustafa Abubakar :  
  Stok Aman Meredam Ulah Spekulan  
  redaksi [Jakarta]  
     
  Jakarta, KR Online
Tahun ini diperkirakan menjadi tahun kritis bagi stok pangan nasional. Selain ancaman kemarau panjang akibat dampak badai El Nino, umat Islam Indonesia sedang menjalani puasa Ramadan dan bersiap merayakan Idul Fitri. Gegap gempita hari raya itu kerap memicu lonjakan harga sembilan bahan pokok, terutama harga beras.

Nah, di tengah situasi kritis tersebut, mampukah Perum Bulog menjaga stabilitas harga beras, sehingga dapat mengerem kenaikan harga bahan pokok lainnya? Direktur Utama Bulog, Mustafa Abubakar, menjamin bahwa stok pangan pada bulan Ramadan cukup aman. Bahkan stok beras diprediksi bisa melayani kebutuhan masyarakat se-Indonesia hingga sembilan bulan ke depan.

Meski demikian, pemerintah memberi peluang kepada Bulog untuk mengimpor beras kepada Bulog jika Indonesia menghadapi kondisi darurat pangan. Bagaimana kiat Bulog menjaga stabilitas harga beras dalam situasi kritis? Berikut petikan wawancara Heru Pamuji dari Gatra dengan Mustafa Abubakar.

Harga bahan kebutuhan pokok, terutama beras, mulai naik di pasaran. Bagaimana antisipasi Bulog untuk menjaga stabilitas harga?
Memang terjadi kenaikan tipis. Namun hal itu umumnya terjadi di pasar retail. Di pasar grosir, harga masih sama dengan beberapa bulan lalu. Contohnya, di Pasar Induk Cipinang dan Pasar Johar serta di Karawang, harga beras IR3 masih Rp 4.850 per kilogram. Paling naik menjadi Rp 4.900 per kilogram.

Dibandingkan dengan komoditas lain, kenaikan harga beras amat kecil, hanya 5%. Nah, menurut saya, biarkan ada ruang 5% hingga 10% untuk para pedagang menikmati untung di bulan Ramadan dan Idul Fitri. Setelah itu, kan normal lagi.

Kita berharap, komoditas lain pun bisa mengikuti harga beras, karena beras sangat besar perannya untuk memenuhi kebutuhan pokok rakyat. Mudah-mudahan stabilitas harga beras bisa membantu mengurangi naiknya harga-harga komoditas pokok lainnya.

Bisa diuraikan lebih rinci, apa upaya Bulog menghadapi situasi kritis pangan di Indonesia?
Masyarakat tidak perlu khawatir dengan gejolak harga bahan-bahan kebutuhan pokok. Sebab stok pangan, alhamdulillah, sudah mencukupi. Kami sudah mengantisipasi pengaruh buruk kemarau pangan dengan melakukan sinergi antar-instansi, baik departemen maupun dengan pemda di seluruh Indonesia.

Kami berupaya meningkatkan pengadaan pangan dalam negeri, khususnya untuk beras, dari rata-rata 3,2 juta ton pada tahun lalu menjadi 3,8 juta hingga 4 juta ton tahun ini. Dengan stok sebesar itu, kita cukup kuat menghadapi krisis pangan.

Kami juga menggencarkan pemerataan distribusi di seluruh Indonesia. Jika terjadi gangguan, stok untuk tiga, empat, hingga lima bulan ke depan masih aman. Bulog lebih memprioritaskan pengadaan gabah karena sekarang lagi bagus-bagusnya. Kami beli langsung dari petani atau pedagang, untuk berjaga-jaga dari dampak kemarau panjang.

Kenaikan harga itu semata-mata karena ulah pedagang?
Bukan. Itu karena faktor psikologis. Sudah menjadi tradisi, tiap memasuki Ramadan dan Idul Fitri, sepertinya ibu-ibu cenderung memborong kebutuhan pokok. Padahal, itu tidak perlu terjadi. Tradisi tersebut tidak perlu dilanjutkan. Pelan-pelan kita coba merasionalkan konsumen.

Apakah metode operasi pasar masih akan dijalankan jika harga sudah tak terkendali?
Operasi pasar yang dilakukan secara sporadis dan kecil-kecilan ternyata kurang efektif. Jangan lupa, sekarang operasi pasar yang dilakukan Bulog lebih dahsyat. Yakni operasi pasar dalam bentuk pembagian beras untuk rakyat miskin (raskin) yang mencapai 300.000 ton per bulan atau 10.000 ton per hari, dan dinikmati 18,5 juta rumah tangga miskin atau rumah tangga sasaran. Kalikan dengan empat jiwa saja dalam satu rumah. Berarti lebih dari 70 juta warga negara menerima bantuan raskin dari pemerintah melalui Bulog. Itu berarti, sepertiga jumlah penduduk Indonesia menerima beras murah melalui program raskin.

Ini jauh lebih efektif daripada operasi pasar. Raskin lebih dahsyat ketimbang operasi pasar. Karena itu, tekanan dari pedagang beras di pasar dan grosir sangat jauh berkurang. Karena itu pula, sekarang harga beras sangat terkendali dibandingkan dengan komoditas lain.

Berapa stok beras Bulog sekarang?
Jika stok pangan akhir tahun lalu cuma 1,6 juta ton, sekarang sudah mencapai 2,5 juta ton beras di gudang Bulog. Kalau dibuat kebutuhan 300.000 ton per bulan, delapan sampai sembilan bulan ke depan masih aman.

Pemberitaan yang mengungkap seakan-akan cadangan tidak cukup itu keliru. Yang diminta tambah oleh Bulog adalah cadangan beras pemerintah (CBP), hingga mencapai 500.000 ton. Jika persediaan anggaran memungkinkan, kami minta ditambah menjadi 500.000 ton lagi untuk tahun 2010. Untuk cadangan Bulog, tahun ini kami naikkan menjadi 4 juta ton.

Cadangan beras di Bulog itu terdiri darikamar raskin dan kamar CBP. Pembeliannya dilakukan pada tahun ini untuk kebutuhan hingga 2010, karena tahun depan khawatir terlambat panen. Distribusi diatur sangat kencang, sehingga tidak terjadi penumpukan di daerah produsen yang mengakibatkan daerah konsumen menjerit.

Sekarang seluruh Indonesia kami ratakan. Kami sekarang membolehkan outlet-outlet Bulog menyewa gudang swasta untuk memperbesar stok gabah. Itu langkah antisifatif Bulog untuk menghadapi kemungkinan terburuk. Untuk bulan Ramadan dan Idul Fitri, tidak ada langkah khusus yang dilakukan Bulog karena semuanya berjalan normal.

Ada pantauan terhadap distribusinya?
Tidak ada kendala distribusi. Malah saya lihat sekarang, stok di setiap gudang Bulog yang hampir 1.600 unit umumnya di atas empat bulan. Hanya Papua dan NTT yang mencadangkan untuk dua bulan. Itu pun kami intruksikan untuk diisi secepatnya, sehingga semua daerah diharapkan menyetok beras hingga kebutuhan empat bulan ke depan.

Pemerintah masih memberi peluang untuk impor beras. Apakah akan dimanfaatkan Bulog?
Kami bersyukur sekali, tahun lalu, di luar dugaan, berhasil tidak mengimpor beras. Padahal, pada 2007, kami masih impor 1,3 juta ton beras. Tahun ini, kami bekerja keras untuk tidak mengimpor beras. Kalaupun diberi peluang oleh pemerintah untuk impor, itu tindakan terakhir jika semua kekuatan dan daya upaya dikerahkan secara maksimal tapi tidak dapat memenuhi kebutuhan beras di dalam negeri.

Pada saat ini, Pemerintah Indonesia sudah meneken MoU dengan Vietnam dan Thailand. Dua negara itu wajib menyiapkan beras untuk Indonesia masing-masing 1 juta ton setahun. Jadi, dari dua negara itu, kita punya plafon 2 juta ton. Namun, jika kita tidak mengimpor, tidak ada risiko apa pun.

Pihak DPR mengharapkan peran Bulog lebih besar, tidak sekadar menjaga stabilitas harga beras. Siapkah Bulog?
Itu porsinya penentu kebijakan. Jika diberi penugasan baru, misalnya menangani gula, kedelai, jagung, dan minyak goreng, sebagai lembaga operator dengan segala fasilitas dan jaringan ekonomi serta pengalaman, saya rasa jajaran Bulog siap menerimanya. Karyawan Bulog yang berpengalaman tapi sudah pensiun bisa ditarik kembali untuk menjalankan tugas dari pemerintah.

Kami telah membuktikan bahwa sinergi Departemen Pertanian (Deptan) dengan Bulog, dalam hal menjaga ketahanan pangan, sangat efektif. Jika Deptan menargetkan produksi beras sebanyak-banyaknya, tapi kalau Bulog tidak mau membeli, misalnya, tentu harga akan jatuh. Kalau harga di luar negeri lebih murah dan Bulog lebih memilih impor, akhirnya akan terjadi lingkaran setan lagi.

Sekarang kami tidak seperti itu lagi. Kerja sama dengan Menteri Pertanian sangat kompak. Berapa pun hasil yang diproduksi petani, Bulog akan menyerapnya. Target pengadaan kami malah mencapai 4 juta ton. Dulu paling tinggi 1,5 juta ton. Pada saat ini sudah mencapai 3,8 ton, sedikit lagi mencapai target. Jika sinergi ini diteruskan, tidak tertutup kemungkinan Bulog meng-handle komoditas lain.

Swasembada beras tahun lalu dipacu dengan subsidi benih. Ada kemungkinan subsidi itu dicabut. Apakah swasembada beras bisa dipertahankan?
Dua hal yang menyebabkan swasembada beras sejak tahun lalu, yakni diperkuat dengan subsidi pupuk dan benih. Peran pupuk lebih besar daripada subsidi benih. Tapi dua-duanya akan dirasionalkan dengan harapan menjadi lebih proporsional. Di sektor hulu atau hilir (on farm), dengan menjamin pembelian sesuai HPP (harga patokan pemerintah), kelihatannya tidak perlu khawatir harga gabah pada masa panen menjadi jatuh dan pada musim paceklik harga naik.

Interaksi yang bagus antara hulu dan hilir, antara on farm dan off farm, membuat hasil produksi menjadi cukup tinggi. Coba kalau Bulog lebih senang impor, tentu tidak akan tercapai kondisi tersebut. Tapi, karena sekarang kami kompak, alhamdulillah, berhasil mencapai dan menjaga swasembada beras. (Tmn/Gtr)
 
     
 
mark-it indonesia
 
     
 
Anda ingin memasang banner? hubungi kami di : 021 - 6833 5800
 
 
   
BERITA SEBELUMNYA...
 
Toilet St Senen Lebih Bersih Dari Bandara Soeta
APBD P Rohil Disahkan
Dinilai Hanya Memindahkan Kemacetan
Kasus Buol Pelanggaran HAM Serius
Penduduk Miskin Kalbar Turun
 
     
 
Redaksi : Jl Jatinegara Barat No.181A Lt.3, Jakarta Timur 13310 - Phone 021 - 68335800 / Fax : 021-2800366
© 2010 radar.co.id . Gunakan browser dengan dukungan flash & java ketika mengunjungi web ini. Powered by MDevelopment v3.0