|
|
 |
|
 |
|
|
Lowongan Perwakilan Biro Radar |
| |
oleh : redaksi radar, Jakarta |
| |
Radar.co.id membuka lowongan untuk perwakilan Biro diseluruh Indonesia, dengan syarat :
a. Penga... |
| |
|
|
JUAL RUMAH DILEMBAH APARTEMEN |
| |
oleh : d triarso, JAKARTA PUSAT |
| |
DIJUAL :
Bekas Rumah Dinas dilembah / dikelilingi Apartemen Kemayoran. LT/LB 171/110, 2 KT, 1 Gudg,... |
| |
|
|
DELL A840 Vostro |
| |
oleh : win, Jakarta |
| |
Jual males make, DELL VOSTRO A840 dual core 1,86GB, HDD 120GB, RAM 3GB, VGA X3100 350MB, WIFI, Bluet... |
| |
|
|
|
 |
|
 |
|
|
 |
 |
 |
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
|
|
| |
|
|
| |
Senin, 07/09/2009 [10:21:05] |
|
| |
Lima Kesalahan Maradona |
|
| |
Brasil Permalukan Argentina 3 - 1 |
|
| |
[Jakarta] |
|
| |
|
|
| |
Keterangan Gambar : Pelatih Argentina Diego Armando Maradona |
|
| |
Argentina, Radar Online
Kekalahan pahit di kandang sendiri oleh Brasil membuat posisi tim Tango terancam. Untuk pertama kalinya selama 40 tahun terakhir, kita kemungkinan tak dapat menyaksikan Argentina di Piala Dunia. Tim yang ditukangi Diego Armando Maradona itu kalah telak dengan skor 3-1 oleh rival terberat mereka di Estadio Gigante de Arroyito, Rosario.
Sebuah tim yang bertengger di peringkat delapan dalam daftar ranking FIFA, ditambah dengan materi pemain yang tersedia, sudah sewajarnya lolos ke Piala Dunia.
Namun, Argentina kini terancam gagal melangkah ke Afrika Selatan tahun depan. Lionel Messi dkk saat ini berada di posisi keempat klasemen kualifikasi Piala Dunia 2010 Zona Conmebol, terpaut lima poin dari Cili dan Paraguay. Sementara Kolombia dan Ekuador menguntit di bawah Argentina dengan selisih dua poin.
Semua tim di Zona Conmebol masih memiliki tiga pertandingan tersisa. Sialnya bagi Argentina, mereka harus bertandang ke Paraguay, Rabu mendatang. Setelah itu, tim Tango menjamu Peru pada 10 Oktober dan berkunjung ke Uruguay empat hari sesudahnya. Tiada pilihan lain buat Argentina kecuali memenangkan tiga laga tersisa.
Kita seringkali melihat, tak semua pemain hebat mampu menjadi pelatih hebat. Maradona bukan pengecualian. Ia sudah menjadi legenda di Argentina, tapi sebagai pelatih sepertinya Maradona berpeluang menjadi hero to zero.
Argentina berada dalam posisi yang rumit seperti sekarang ini justru karena Maradona gagal meracik sebuah winning eleven. Mari kita tinjau apa saja kesalahan pria berusia 48 tahun tersebut.
1. Seleksi Pemain
Mungkin Maradona berasumsi, pemain-pemain lokal masih jauh lebih hebat dibanding pemain-pemain Amerika Latin yang merumput di Eropa. Sepuluh pemain yang dipilih dalam skuad Maradona bermain di Liga Apertura Argentina. Salah satunya adalah pemain berusia 35 tahun Martin Palermo yang belum memainkan laga internasional selama sepuluh tahun terakhir. Palermo memang tidak diturunkan menghadapi Brasil, tapi buat apa juga dipanggil? Kemudian ada Rolando Schiavi, pemain berusia 36 tahun dari klub Newells Old Boys yang dipanggil ke timnas untuk pertama kalinya.
2. Pertahanan Lemah
Kelemahan terbesar Argentina terletak di barisan pertahanan. Meski demikian, Maradona tidak mengandalkan bek tengah Inter Milan Walter Samuel. Sebaliknya, Sebastián Domínguez dari Velez Sarsfield mengisi peran penting tersebut. Dan terakhir, buat apa menurunkan Gabriel Heinze yang out-of-form?
3. Veron Amburadul
Brasil menurunkan kuartet Elano, Gilberto Silva, Felipe Melo ditambah Kaka sebagai attacking midfielder. Kendati Maxi Rodriguez mampu meredam pergerakan Melo, Juan Sebastian Veron terlihat sia-sia. Pemain berusia 34 tahun ini memang berada dalam kondisi terbaiknya di kompetisi domestik bersama Estudiantes. Namun yang perlu dicatat adalah Veron sudah tiga tahun tidak merumput di Eropa. Di sayap kiri, Jesús Alberto Dátolo bermain cukup gemilang, dan mencetak satu-satunya gol Argentina yang sangat brilian. Terakhir, Javier Mascherano kesulitan menghentikan pergerakan Kaka.
4. Partner Messi
Entah kenapa Carlos Tevez justru diunggulkan atas Diego Milito. Melihat permainan kedua pemain itu, tentu saja Milito sejauh ini lebih on fire di Inter, sedangkan Tevez belum berbuat banyak di Manchester City. Milito baru dimasukkan di menit ke-70 untuk menggantikan Tevez yang tidak menghasilkan apapun. Hal lain yang patut dipertanyakan adalah mengapa Mauro Zárate yang begitu fenomenal di Lazio tidak dipanggil ke timnas?
5. Formasi
Susunan pemain 4-4-2 ala Inggris yang diterapkan Maradona terbukti tidak ampuh dalam menghadapi tim besutan Dunga yang menggunakan pola 4-3-1-2.
Brasil sangat terkenal dalam melakukan serangan balik dengan memanfaatkan celah yang terdapat di lini tengah tim lawan. Permainan tim Samba yang banyak membebani gelandang bukan rahasia lagi.
Idealnya, Argentina menerapkan pola 4-2-3-1. Dengan sistem seperti ini, Javier Mascherano nantinya bisa dibantu oleh Esteban Cambiasso (setelah pulih dari cedera), sedangkan Diego Milito striker tunggal, dan trio penyerang di belakangnya tinggal pilih antara Lionel Messi, Ezequiel Lavezzi, Sergio Aguero, Zarate, Tevez, Gonzalo Higuain, Lucho Gonzalez, dan Maxi Rodriguez. Jika memasukkan duo Inter Samuel dan Javier Zanetti tentunya pertahanan tim akan lebih solid.
Harus Bagaimana Argentina?
Banyak orang yang menginginkan Maradona sukses sebagai pelatih. Tapi, kalau gagal di kandang Paraguay pada Rabu mendatang, pria berjuluk El Pibe d'Oro itu harus siap-siap mengundurkan diri sebelum didepak Asosiasi Sepakbola Argentina. Hasil pahit melawan Brasil seolah-olah akan memaksa Maradona untuk meracik ulang susunan skuadnya. (g.cm/Richard)
|
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
Anda ingin memasang banner? hubungi kami di : 021 - 6833 5800 |
|
 |
 |
 |
| |
|
|
| |
|
|
|