situs berita dan informasi online
  Cari Berita :  
 
mobi pascabayar
ARTIKEL DARI PEMBACA
 
Opini :: Rabu, 01/02/2012 [13:49:26]
Sekedar
Cerita dari Cerita
catatan ini di amil dari fb milik temanku yang sangat baik, bahkan saya menganggap dia bagian dari keluarga saya. mari kita simak ‎"awas...!!" kata spontan yang terlontar kencang dari mulut... oleh imam elhazmi di Pandeglang
 
 
News :: Rabu, 01/02/2012 [11:36:02]
LIBURAN
Pandeeglang Berkah, Unsera Cerdas
News :: Senin, 30/01/2012 [03:29:33]
Peduli Bencana
Mahasiswa Komunikasi Unsera Peduli
Pengaduan :: Senin, 30/01/2012 [03:09:10]
Surat terbuka
Untukmu Siska Selvia
Opini :: Sabtu, 28/01/2012 [06:24:12]
Pencabutan Perda Anti-Miras Perlu Ditinjau
News :: Senin, 23/01/2012 [18:21:20]
Rekonsiliasi IPMADO Untuk Perubahan
Generasi Muda Harus Mampu Membawa Perubahan
Lowongan Perwakilan Biro Radar
  oleh : redaksi radar, Jakarta
  Radar.co.id membuka lowongan untuk perwakilan Biro diseluruh Indonesia, dengan syarat : a. Penga...
   
JUAL RUMAH DILEMBAH APARTEMEN
  oleh : d triarso, JAKARTA PUSAT
  DIJUAL : Bekas Rumah Dinas dilembah / dikelilingi Apartemen Kemayoran. LT/LB 171/110, 2 KT, 1 Gudg,...
   
DELL A840 Vostro
  oleh : win, Jakarta
  Jual males make, DELL VOSTRO A840 dual core 1,86GB, HDD 120GB, RAM 3GB, VGA X3100 350MB, WIFI, Bluet...
   
update smart v2 cuma 165rb
 
 
koran-radar.com Editorial berita
 
 
 
     
 
Rabu, 07/10/2009 [11:02:01]
 
  Ranah Minang Berduka  
  [Pekanbaru]  
     
  Keterangan Gambar : Salah satu gedung roboh akibat hantaman gempa  
  Lintas Sumatra, Radar Online
Belum lagi proses rehabilitasi gempa tahun 2007 selesai dan masih menyisakan berbagai permasalahan yang cukup komplit, kini kembali bencana yang lebih besar dan dahsyat mengguncang ranah Minang yang terkenal dengan alamnya yang elok dan system kekerabatan yang unik tersebut.

Tepat pukul 17:15 WIB, Rabu 30 Septeber 2009 disaat para pekerja bersiap-siap meninggal tempat kerja, para ibu-ibu rumah tangga menyiapkan santapan malam buat anggota keluarga dan para pedagang bersiap menutup tokonya, gempa yang cukup dahsyat dengan kekuatan 7.6 Skala Richter menguncang ranah Minang tanpa ampunnya.

Gempa yang berkekuatan 7.6 Skala Richter yang diidentifikasi berpusat di titik Koordinat Episentrum yakni 0,84 Lintang Selatan 99,65 Bujur Timur, yang tidak beberapa jauh dari bibir pantai Pariaman dengan kedalam 20 km dan untung saja gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Namun dampak dari gempa itu sendiri meluluh lantakkan perikehidupan masyarakat.

Pariaman yang merupakan pusat dari gempa tersebut mengalami dampak yang cukup besar, dimana 80 persen kondisi kota Pariaman dan Kabuapaten Padang Pariaman huncur dan hanya menyisakan 20 persen. Tidak ada lagi bangunan rumah, gedung pertokoan, sekolah dan gedung Pemerintahan serta fasilitas umum yang berdiri sempurna.

Kota Padang yang merupakan pusat dari segala aktifitas pemerintahan dan perekonomian Ranah Minang sedikit lebih beruntung. Karena masih ada gedung dan bangunan yang masih layak digunakan. Namun dibalik semua itu menyimpan rasa duka yang mendalam, karena banyaknya nyawa yang terenggut, baik itu orang dewasa, anak-anak, para karyawan serta para orang tua yang terjebak reruntuhan akibat gempa yang cukup dahsat tersebut.

Bahkan ada beberapa lembaga pendidikan dan kursus yang pada saat terjadi gempa masih berlangsung proses belajar sehingga banyak diantara siswanya terjebak reruntuhan gempa. Seperti Primagamma yang diketahui ada 60 orang siswa yang kesemuanya itu diketahui tidak ada yang dapat keluar dari gedung pada saat gedung lembaga pendidikan ambruk. Selain itu ada lagi LBA LIA serta lembaga pendidikan Quantum.

Selain korban yang terdapat pada lembaga pendidikan tersebut juga ada korban yang terdapat pada hotel Ambacang sedang melaksanakan pelatihan dan seminar sisaat gempa mengguncang.

Pada hotel tersebut ratusan orang peserta seminar yang terjebak reruntuhan gedung, dan belakangan diketahui bahwa sebahagian besar korban jiwa yang terdapat di Kota Padang berasal dari hotel ini dari total 552 korban jiwa (sumber: DepKes Sumbar). Sedangkan total korban jiwa dari bencana gempa Sumbar ini 782 orang (data terakhir Depkes Sumbar) dimana korban jiwa lain berasal dari daerah Pariaman dan sekitarnya.

Bantuan kepada Korban Gempa

Besarnya solodaritas dari segenap Bangsa terutama sekali oleh masyarakat Minang diperantuan yang tersebar diberbagai wilayah di Indonesia ini diwujudkan dengan pemberianbantuan baik itu berupa bahan makanan, pakaian, obat-obatan yang tidak henti-hentinya semenjak satu hari setelah terjadinya gempa.

Bantuan juga datang dari berbagai Negara di dunia seperti German, Amerika, Australia Jepang, dan sebagainya, bantuan itu tidak saja berupa bahan pangan, obat-obatan, selimut tapi juga dengan mengirim para tim ahli, medis serta alat-alat yang dapat membantu proses evakuasi korban gempa serta proses recovery daerah yang terkena bencana.

Namun besar perhatian masyarakat nusantara dan internasional kurang didukung oleh suatu koordinasi yang baik. Berbagai bantuan yang diterima untuk meringankan penderiataan korban yang dalam pengungsian kiranya tidak segera diterima oleh mereka yang selayaknya menerimanya. Banyak diantara bantuan yang diterima tersebut menumpuk di posko-posko bantuan gempa seperti dikantor-kantor pemerintahan.

Bahkan pada saat sekarang ini masih banyak yang menumpuk di Bandara Internasional Minang Kabau. Jadi, untuk mengatasi semua ini hendaknya semua pihak berperan serta dalam membantu penyaluran bantuan tersebut, sehingga para korban tidak semakin menderita dalam kondisi yang sangat memprehatinkan ini.

Benar beberapa hari belakangan sempat terjadi hambatan pendistribusian karena putusnya jalur transportasi tapi hendaknya hal itu bukan jadi halangan buat pemberian bantuan pada korban gempa. Semua pihak hendak memikirkan dan mencari solusi alternative untuk pendistribusian bantuan tersebut dan satu hal lagi jika pendistribusian tidak segera dilakukan takutnya bantuan yang diberikan berbagai pihak tersebut rusak dan tidak bisa dimanfaatkan lagi dan menjadi mubazir.

Pada saat sekarang ini bantuan bahan makanan, selimut dan obata-obatan kiranya amat dibutuhkan oleh koban gempa yang terdapat didaerah Kabupaten Padang Pariaman karena beberapa hari lalu jalur transportasi mati total akibat dari banyaknya sarana prasarana jalan yang rusak dan tertimbun longsoran bukit, selain daerahnya memiliki medan yang sulit sehingga akibat dari tidak masuknya pasokan pangan masyarakat yang terkena bencana memakan apa saja yang dapat dimakan untuk menanggulangi rasa lapar mereka dan untuk ini hendaknya penyaluran bantuan dilakukan lewat jalur udara.

Setelah lima hari pasca gempa, perlahan-lahan daerah terkena bencana mulai terbuka dari isolasi, transportasi mulai lancar kembali, pasokan listrik mulai normal begitu juga halnya dengan jalur komunikasi. Selain aktivitas perekonomian mulai bergeliat kembali meski proses evakuasi diberbagi tempat tetap berlangsung.

Mudah-mudahan hal tersebut membuka harapan untuk proses recovery daerah yang terkena bencana cepat berlangsung begitu juga halnya dengan pendistribusian bantuan kepada korban. Sehingga duka yang menyelimuti wajah mereka segera beranjak dan berganti dengan harapan untuk memulai kehidupan yang baru. (kontributor lintas Sumatera-Edi Akmal)


 
     
 
mark-it indonesia
 
     
 
Anda ingin memasang banner? hubungi kami di : 021 - 6833 5800
 
 
   
BERITA SEBELUMNYA...
 
Menpora & Presiden Digugat Pengacara
Waspadai Makanan Penyebab Jerawat!
Samsat Depok Santuni Puluhan Anak Yatim
Pejabat Depok Tes Urine
LSM LAKI Apresiasi Kapolda Kalbar Berantas Korupsi
 
     
 
Redaksi : Jl Jatinegara Barat No.181A Lt.3, Jakarta Timur 13310 - Phone 021 - 68335800 / Fax : 021-2800366
© 2010 radar.co.id . Gunakan browser dengan dukungan flash & java ketika mengunjungi web ini. Powered by MDevelopment v3.0