situs berita dan informasi online
  Cari Berita :  
 
mobi pascabayar
ARTIKEL DARI PEMBACA
 
Opini :: Rabu, 01/02/2012 [13:49:26]
Sekedar
Cerita dari Cerita
catatan ini di amil dari fb milik temanku yang sangat baik, bahkan saya menganggap dia bagian dari keluarga saya. mari kita simak ‎"awas...!!" kata spontan yang terlontar kencang dari mulut... oleh imam elhazmi di Pandeglang
 
 
News :: Rabu, 01/02/2012 [11:36:02]
LIBURAN
Pandeeglang Berkah, Unsera Cerdas
News :: Senin, 30/01/2012 [03:29:33]
Peduli Bencana
Mahasiswa Komunikasi Unsera Peduli
Pengaduan :: Senin, 30/01/2012 [03:09:10]
Surat terbuka
Untukmu Siska Selvia
Opini :: Sabtu, 28/01/2012 [06:24:12]
Pencabutan Perda Anti-Miras Perlu Ditinjau
News :: Senin, 23/01/2012 [18:21:20]
Rekonsiliasi IPMADO Untuk Perubahan
Generasi Muda Harus Mampu Membawa Perubahan
Lowongan Perwakilan Biro Radar
  oleh : redaksi radar, Jakarta
  Radar.co.id membuka lowongan untuk perwakilan Biro diseluruh Indonesia, dengan syarat : a. Penga...
   
JUAL RUMAH DILEMBAH APARTEMEN
  oleh : d triarso, JAKARTA PUSAT
  DIJUAL : Bekas Rumah Dinas dilembah / dikelilingi Apartemen Kemayoran. LT/LB 171/110, 2 KT, 1 Gudg,...
   
DELL A840 Vostro
  oleh : win, Jakarta
  Jual males make, DELL VOSTRO A840 dual core 1,86GB, HDD 120GB, RAM 3GB, VGA X3100 350MB, WIFI, Bluet...
   
update smart v2 cuma 165rb
 
 
koran-radar.com Bisnis & Ekonomi berita
 
 
 
     
 
Sabtu, 10/10/2009 [11:19:57]
 
  Konversi Mitan ke Gas  
  Kompor Gas digarut Selatan Dijualbelikan  
  [Jawa Barat]  
     
  Garut, Radar Online

Sosialisasi konversi pengalihan minyak tanah ke penggunaan kompor gas di Garut selatan sangat minim. Akibatnya banyak warga masyarakat di beberapa kecamatan seperti Kecamatan Cisewu, Kecamatan Caringin, Kecamatan Talegong dan sebagian Kecamatan Bungbulang Garut selatan, kompor gas jatah di perjaual belikan. Kebanyakan warga takut mengunakan Kompor gas, karena kurangnya sosialisasi dari petugas bahkan sama sekali tidak ada .

Rahidin (32) warga Desa Sukarame Caringin baru baru ini mengungkapkan, kompor gas jatah sudah saya jual seharga Rp.80.000,- berikut tabungnya.

"Terus terang kami tidak biasa mengunakannya kompor gas dan takut meledak, makanya kompor gas itu, saya jual ke pengepul. Lumayan uangnya bisa buat beli kebutuhan sehari-hari, mumpung dapat nya gratis dari pemerintah," ungkap Rahidin polos.

Hal senada di utarakan Kosasih (40) warga Sukajaya Cisewu. Kosasih mengatakan, saat pemberian jatah kompor gas kami tidak diberitahu cara pengunaannya. Yang kami tahu dari orang-orang, penggunaan kompor gas itu berbahaya dan suka meledak jika tidak tahu penggunaannya. Makanya kompor berikut tabung gas jatah itu saya jual Rp.70.000," ujar Kosasih.

Kebiasaan mengunakan minyak tanah dan kayu bakar, termasuk tidak adanya sosialisasi tentang pengunan kompor gas, di sinyalir sebagai faktor utama banyaknya warga yang menjual kompor gas jatah itu kepada para pengepul.

Para pengepullah yang di untungkan sehingga, konversi Mitan ke Gas program pemerintah itu menjadi salah sasaran dan tidak tepat di sebagian wilayah garut selatan Jawa Barat.(Asep Nasrudin)

 
     
 
mark-it indonesia
 
     
 
Anda ingin memasang banner? hubungi kami di : 021 - 6833 5800
 
 
   
BERITA SEBELUMNYA...
 
Menpora & Presiden Digugat Pengacara
Waspadai Makanan Penyebab Jerawat!
Samsat Depok Santuni Puluhan Anak Yatim
Pejabat Depok Tes Urine
LSM LAKI Apresiasi Kapolda Kalbar Berantas Korupsi
 
     
 
Redaksi : Jl Jatinegara Barat No.181A Lt.3, Jakarta Timur 13310 - Phone 021 - 68335800 / Fax : 021-2800366
© 2010 radar.co.id . Gunakan browser dengan dukungan flash & java ketika mengunjungi web ini. Powered by MDevelopment v3.0