|
|
 |
|
 |
|
|
Lowongan Perwakilan Biro Radar |
| |
oleh : redaksi radar, Jakarta |
| |
Radar.co.id membuka lowongan untuk perwakilan Biro diseluruh Indonesia, dengan syarat :
a. Penga... |
| |
|
|
JUAL RUMAH DILEMBAH APARTEMEN |
| |
oleh : d triarso, JAKARTA PUSAT |
| |
DIJUAL :
Bekas Rumah Dinas dilembah / dikelilingi Apartemen Kemayoran. LT/LB 171/110, 2 KT, 1 Gudg,... |
| |
|
|
DELL A840 Vostro |
| |
oleh : win, Jakarta |
| |
Jual males make, DELL VOSTRO A840 dual core 1,86GB, HDD 120GB, RAM 3GB, VGA X3100 350MB, WIFI, Bluet... |
| |
|
|
|
 |
|
 |
|
|
 |
 |
 |
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
|
|
| |
|
|
| |
Minggu, 18/10/2009 [09:49:36] |
|
| |
Gara-gara Balon |
|
| |
Liverpool Tumbang Lagi |
|
| |
[Jakarta] |
|
| |
|
|
| |
Keterangan Gambar : Kiper Liverpool, Pepe Reina, kebingungan mengantisipasi bola karena mengenai balon merah. Bola tenda |
|
| |
Sunderland, Radar Online
Liverpool dipaksa menyerah 0-1 oleh Sunderland dalam lanjutan Premier League, di Stadium of Light, Sabtu (17/10). Ini adalah kekalahan beruntun ketiga dalam tiga laga terakhir "The Reds".
Yang menyakitkan, kekalahan itu akibat sebuah balon yang berada di depan gawang "The Reds". Sebuah tendangan Darrent Bent ke arah gawang Liverpool, mengenai balon merah itu. Bola melenceng dan masuk ke gawang Liverpool, membuat defender Glen Johnson dan kiper Pepe Reina tak bisa mengantisipasinya.
Dalam dua laga sebelumnya, Liverpool menyerah 0-2 dari Fiorentina dalam babak kualifikasi Liga Champions, Selasa (29/4) dan tunduk 0-2 kepada Chelsea di pentas Premier League, Minggu (4/10).
Setelah dua kali kalah, Liverpool berniat menuai poin penuh dari Sunderland. Namun, Liverpool, yang tampil tanpa Steven Gerrard dan Fernando Torres, tampak kesulitan mengatasi menggempur benteng tuan rumah. Formasi 5-4-1 yang coba diterapkan pelatih Rafael Benitez terbukti kurang ampuh memecah tembok pertahanan Sunderland.
Selain itu, menumpuknya barisan bek ternyata tak menjamin kualitas pertahanan Liverpool. Sebaliknya, sektor sayap mereka sering melompong karena Glen Johnson dan Fabio Aurelio sering naik membantu serangan.
Buruknya koordinasi di semua lini harus dibayar Liverpool dengan ketinggalan 0-1 menyusul gol Darrent Bent di menit kelima. Memanfaatkan umpan Steed Malbranque, Bent mengirim bola masuk ke sudut kiri bawah gawang Pepe Reina.
Keadaan itu membuat Liverpool menaikkan tensi serangan. Namun, tak adanya perbaikan koordinasi permainan membuat Liverpool bermain secara sporadis. Akibatnya, mereka terus kesulitan menembus kotak penalti dan hanya mengandalkan bola mati atau tendangan jarak jauh untuk mencetak gol. Sayangnya, upaya itu ternyata tak cukup ampuh untuk mengatasi kiper Sunderland, Craig Gordon.
Sementara itu, Sunderland mampu membaca situasi lawan. Dengan cerdas, mereka mengacak-acak lini tengah dan belakang Liverpool dengan permainan umpan silang dan terobosan. Pada menit ke-20 dan ke-22, misalnya, Bent dan Andy Reid berhasil melepaskan tembakan berbahaya. Sayang, keduanya gagal menggandakan keunggulan setelah upaya mereka dikandaskan Reina. Mereka pun harus puas menutp babak pertama dengan keunggulan 1-0.
Memasuki babak kedua, performa Liverpool belum membaik. Jangankan menyerang, sekadar menahan arus gempuran Sunderland pun mereka tak mampu. Beberapa kali, barisan belakang Liverpool dengan mudah ditembus Bent. Untung bagi Liverpool, Pepe Reina masih dinaungi dewi fortuna.
Pada menit ke-52, misalnya, Bent berhasil melewati tiga bek lawan untuk menjangkau umpan Kenwyne Jones di kotak penalti. Bent pun hanya tinggal menaklukkan Reina untuk mencetak gol keduanya. Sayang, eksekusinya gagal menembus sapuan tangan Reina.
Di menit ke-61, Bent kembali mampu melewati pengawalan bek Liverpool, masuk kotak penalti dan berhadapan satu lawan satu dengan Reina. Kali ini, ia sukses melewati adangan Reina. Sayang, bola sepakannya masih membentur mistar kanan gawang Liverpool.
Memasuki menit ke-80, permainan Liverpool mulai membaik. Perlahan, mereka mengambil alih kendali permainan dan mendesak lawan. Mereka pun mulai menuai peluang lebih baik.
Pada menit ke-84, misalnya, Andrey Voronin berhasil menanduk umpan David Ngog ke tengah gawang Sunderland. Namun, tepisan Gordon berhasil menggagalkan upaya ini.
Menyadari gempuran lawan semakin berbahaya, Sunderland mulai merapatkan barisan mempertahankan keunggulan. Betul saja, Liverpool bermain semakin agresif dan tajam. Sayang, peluit wasit keburu berbunyi sebelum Liverpool berhasil menciptakan gol balasan.
Dengan hasil itu, Liverpool tertahan di peringkat kedelapan dengan 15 poin atau kalah tujuh angka dari Manchester United di puncak klasemen sementara. Sementara itu, Sunderland berhasil naik satu tingkat di atas Liverpool dengan koleksi 16 poin.Kp/Gcm/Rbp) |
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
Anda ingin memasang banner? hubungi kami di : 021 - 6833 5800 |
|
 |
 |
 |
| |
|
|
| |
|
|
|