|
|
 |
|
 |
|
|
Lowongan Perwakilan Biro Radar |
| |
oleh : redaksi radar, Jakarta |
| |
Radar.co.id membuka lowongan untuk perwakilan Biro diseluruh Indonesia, dengan syarat :
a. Penga... |
| |
|
|
JUAL RUMAH DILEMBAH APARTEMEN |
| |
oleh : d triarso, JAKARTA PUSAT |
| |
DIJUAL :
Bekas Rumah Dinas dilembah / dikelilingi Apartemen Kemayoran. LT/LB 171/110, 2 KT, 1 Gudg,... |
| |
|
|
DELL A840 Vostro |
| |
oleh : win, Jakarta |
| |
Jual males make, DELL VOSTRO A840 dual core 1,86GB, HDD 120GB, RAM 3GB, VGA X3100 350MB, WIFI, Bluet... |
| |
|
|
|
 |
|
 |
|
|
 |
 |
 |
| |
koran-radar.com Opini berita |
|
 |
 |
 |
| |
|
|
| |
|
|
| |
Jumat, 30/10/2009 [11:56:27] |
|
| |
Mustofa Widjaja : |
|
| |
Siap Lakukan yang Terbaik |
|
| |
[Jakarta] |
|
| |
|
|
| |
Batam, Radar Online
Mulai Kamis (25/9), BPK Batam resmi dibentuk dan akan diketuai oleh Ketua Otorita Batam Mustofa Widjaja,” kata Ismeth yang juga Gubernur Kepri. Pembentukan BPK Batam melengkapi struktur pengelola kawasan ekonomi khusus di Kepri karena sebelumnya sudah terbentuk BPK Karimun, Tanjungpinang, dan Bintan. Pembentukan BPK-BPK di kawasan FTZ ini juga merupakan ketentuan dari Undang-Undang (UU) No 44/2007 tentang kawasan bebas dan pelabuhan bebas Batam Bintan dan Karimun.Sedangkan perubahan status OB menjadi BPK tertuang dalam PP No 46/2007 tentang FTZ Batam. Struktur BPK Batam ini terdiri dari ketua, wakil ketua, dan tiga anggota.
Posisi Wakil Ketua BPK akan dipegang Manan Sasmita yang saat ini menjabat Deputi Bidang Operasi OB. Untuk anggota bidang pelayanan dan promosi dijabat Asroni Harahap yang saat sebagai Deputi Bidang Pengawasan dan Pengendalian OB.
Sedangkan anggota bidang bina sarana dan prasarana, dipercayakan pada Ir Wayan Subawa, Direktur Pembangunan OB. Sementara untuk anggota bidang administrasi dan program merangkap bidang pengendalian akan dikomandoi Mochammad Prijanto yang saat ini memangku jabatan Deputi Bidang Administrasi dan Perencanaan OB. Khusus untuk jabatan anggota bidang pengendalian akan ditentukan di kemudian hari oleh DK.
Ismeth juga menjelaskan bahwa sesuai dengan PP No 46/2007 seluruh karyawan OB akan melebur dalam BPK Batam. Begitu juga dengan seluruh aset yang dimiliki oleh OB akan dialihkan untuk kepentingan BPK Batam.
“Seluruh karyawan OB dipastikan akan masuk kedalam BPK Batam. Untuk teknisnya nanti akan diatur oleh ketua BPK itu,” terang Ismeth.
Namun masalah pengalihan aset akan dibahas kemudian hari. “Untuk masalah aset OB, akan segera dibahas intensif pada waktunya nanti,” tambah Ismeth.
Dengan pembentukan BPK Batam ini, Ismeth mengharapkan akan segera mempercepat arus investasi yang masuk. Selain itu BPK Batam juga diharapkan akan mendukung pembangunan sarana infrastruktur pembentukan kawasan perdagangan bebas.
Saat di konfirmasikan KR kepada Ketua BPK Batam terpilih, Mustofa Widjaja mengatakan dirinya berjanji akan segera bekerja sesuai tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Langkah pertamanya adalah menjelaskan masalah perubahan ini kepada seluruh karyawan OB.
“Langkah pertama saya adalah menjelaskan perubahan ini. Saya harapkan semua karyawan Otorita dapat bekerja maksimal sesuai dengan tugasnya masing-masing,” kata Mustofa yang mendampingi Ismeth pecan lalu.
Ia juga mengisyaratkan akan adanya perampingan karyawan dalam struktur BPK Batam nanti. Perampingan ini, menurut Mustofa, karena sistem yang akan digunakan nanti akan lebih banyak menggunakan sistem yang terintegrasi.
Dengan sistem yang berbasis e-government ini akan mengurangi tugas dari masing-masing sektor yang ada. “Kedepannya mungkin akan ada efesiensi karyawan di lingkungan BPK ini. Efisiensi ini mutlak akan dilakukan mengingat sistem yang ada saat ini akan lebih banyak menggunakan sistem berbasis e-government,” ungkapnya.
Dengan kata lain, karyawan OB yang saat ini akan mengalami pengurangan yang cukup signifikan. Namun Mustofa mengisyaratkan efisiensi akan dibuat secara alami bukan pengurangan secara mendadak karena bisa membuat situasi internal OB tidak kondusif.
“Efisiensi ini akan dilakukan secara bertahap. Misalnya ada yang pensiun 100 orang, maka kami hanya akan merekrut 20 orang untuk menambalnya,” jelas dia.
Saat ini jumlah pegawai OB mencapai 2.800 karyawan yang tersebar di berbagai bidang. Mereka ditempatkan di berbagai bidang mulai pelabuhan, bandara, direktorat pengamanan, hingga bidang infrastruktur.
“Tentunya perubahan ini membutuhkan waktu dan pelan-pelan. Karena tidak mungkin OB langsung bubar begitu saja. Karena masih ada beberapa urusan yang harus diselesaikan,’’ urainya.
Bagi Mustofa, perubahan OB menjadi BPK sudah sesuai dengan amanat undang-undang. Namun perubahan tersebut tetap perlu disosialisasikan agar semua pihak memahaminya.
“Tugas OB setelah menjadi BPK akan lebih fokus lagi dalam menarik investor yang masuk. Sedangkan zona investasi akan disesuaikan dengan daearah masing-masing,” pungkas dia.
Sejarah Singkat Tentang Kota Batam
Batam mulai dikembangkan sejak awal tahun 1970-an sebagai basis logistik dan operasional untuk industri minyak dan gas bumi oleh pertamina. Kemudian berdasarkan Kepres No. 41 tahun 1973, pembangunan Batam dipercayakan kepada lembaga pemerintah yang bernama Otorita Pengembangan Industri Pulau Batam atau lebigh dikenal dengan Otorita Batam.
Pengembangan Pulau Batam terbagi dalam beberapa periode . Periode pertama yaitu tahun 1971-1976 dikenal dengan nama Periode Persiapan yang dipimpin oleh Dr.Ibnu Sutowo. Periode kedua adalah Periode Konsolidasi (1976-1978) dipimpin oleh Prof.Dr.JB.Sumarlin , Setelah itu adalah Peride Pembangunan Sarana Prasarana dan Penanaman Modal yang berlangsung selama 20 tahun. Yaitu tahun 1978-1998, yang diketuai Prof.Dr.BJ. Habibie Kepemimpinan berikutnya dipegang oleh J.E Habibie yaitu bulan maret s/d juli 1998. Periode ini dikenal dengan nama Pembangunan Prasarana dan Penanaman Modal Lanjutan . Kemudian sejak tahun 1998 sampai sekarang, dibawah kepemimpinan Ismeth Abdullah dinamakan Periode Pengembangan Pembangunan Prasarana dan Penanaman Modal Lanjutan dengan perhatian lebih besar pada kesejahteraan rakyat dan perbaikan iklim investasi.
Dalam rangka melaksanakan visi dan misinya mengembangkan Batam, maka dibangunlah insfrastruktur modern yang berstandar internasional serta berbagai fasilitas lainnya, sehingga saat Pariwisata yang diminati dan mampu bersaing dengan kawasan serupa Asia Pasifik.
Berbagai kemajuan pun telah banyak dicapai, seperti tersediannya berbagai lapangan usaha yang mampu menampung angkatan kerja yang berasal hampir dari seluruh daerah di tanah air. Begitu juga dengan jumlah penerimaan daerah maupaun pusat dari waktu kewaktu terus meningkat. Hal ini tidak lain karena disebabkan oleh maraknya kegiatan industri, perdagangan, alih kapan dan pariwisataan didaerah. Namun sebagai daerah yang berkembang pesat, Batam juga tidak luput dari munculnya berbagai masalah sosial.
Untuk itulah, maka dalam rangka penyempurnaan pengembangan pulau Batam yang sedang berlangsung, maka pembangunan saat ini difokuskan kepadakesejahteraan masyarakat dengan menjalankan program social development. Hal ini diharapkan mampu mengatasi berbagai macam persoalan sosial yang timbul sebagai eksternalitas negatif dari pembangunan yang telah terjadi selama 30 tahun tersebut. (Robin) |
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
Anda ingin memasang banner? hubungi kami di : 021 - 6833 5800 |
|
 |
 |
 |
| |
|
|
| |
|
|
|