situs berita dan informasi online
  Cari Berita :  
 
mobi pascabayar
ARTIKEL DARI PEMBACA
 
Opini :: Rabu, 01/02/2012 [13:49:26]
Sekedar
Cerita dari Cerita
catatan ini di amil dari fb milik temanku yang sangat baik, bahkan saya menganggap dia bagian dari keluarga saya. mari kita simak ‎"awas...!!" kata spontan yang terlontar kencang dari mulut... oleh imam elhazmi di Pandeglang
 
 
News :: Rabu, 01/02/2012 [11:36:02]
LIBURAN
Pandeeglang Berkah, Unsera Cerdas
News :: Senin, 30/01/2012 [03:29:33]
Peduli Bencana
Mahasiswa Komunikasi Unsera Peduli
Pengaduan :: Senin, 30/01/2012 [03:09:10]
Surat terbuka
Untukmu Siska Selvia
Opini :: Sabtu, 28/01/2012 [06:24:12]
Pencabutan Perda Anti-Miras Perlu Ditinjau
News :: Senin, 23/01/2012 [18:21:20]
Rekonsiliasi IPMADO Untuk Perubahan
Generasi Muda Harus Mampu Membawa Perubahan
Lowongan Perwakilan Biro Radar
  oleh : redaksi radar, Jakarta
  Radar.co.id membuka lowongan untuk perwakilan Biro diseluruh Indonesia, dengan syarat : a. Penga...
   
JUAL RUMAH DILEMBAH APARTEMEN
  oleh : d triarso, JAKARTA PUSAT
  DIJUAL : Bekas Rumah Dinas dilembah / dikelilingi Apartemen Kemayoran. LT/LB 171/110, 2 KT, 1 Gudg,...
   
DELL A840 Vostro
  oleh : win, Jakarta
  Jual males make, DELL VOSTRO A840 dual core 1,86GB, HDD 120GB, RAM 3GB, VGA X3100 350MB, WIFI, Bluet...
   
update smart v2 cuma 165rb
 
 
koran-radar.com Surat Pembaca berita
 
 
 
     
 
Senin, 16/11/2009 [09:56:34]
 
  KPK, Polri dan Kejaksaan  
  [Jakarta]  
     
  Jakarta, Radar Online
Rakyat menjadi linglung, hilang akal, karena berita-berita di media cetak, elektronik, media online, seputar memberitakan perseteruan antara KPK, POLRI dan Kejaksaan Agung yang kurang sedap didengar (menyaksikan para elit yang membingungkan) terjadi setelah reformasi berjalan 12 tahun, sangat terasa keadaan negara ini belum normal. Hal ini disebabkan karena para pemimpin bangsa kurang mampu secara cepat memecahkan persoalan bangsa, bukan saja dibidang ekonomi tetapi juga dibidang non ekonomi, sepertinya berjalan ditempat, krisis kepercayaan terhadap pemerintah benar terjadi. Hal ini terjadi karena sistem dalam bernegara yang telah direformasi sulit dipraktekkan.

Seharusnya para pemimpin atau yang disebut pemimpin ini intropeksi dan bertanya kepada diri sendiri, apakah mampu menjalankan tugas negara untuk memikirkan rakyat, atau memang rakyat 'kaum dhuafa' yang dibutuhkan ketika saatnya pencoblosan. Setelah Hari-H' rakyat kembali keposisi semula, sebagai batu pijakan.

Dengan demikian bisa dikatakan bahwa hampir semua rakyat Indonesia dilanda penyakit moral, karena hukum sebagai panglima loyo, namun jenis penyakit berbeda dimana penyakit para pemimpin adalah penyakit haus yaitu haus kekuasaan, haus harta, haus pujian. Sementara penyakit rakyat haus dan lapar karena belum minum, belum makan, pengangguran, sehingga terpaksa menjadi kuli dan lainnya untuk bisa makan. (Jarpen G)
 
     
 
mark-it indonesia
 
     
 
Anda ingin memasang banner? hubungi kami di : 021 - 6833 5800
 
 
   
BERITA SEBELUMNYA...
 
Menpora & Presiden Digugat Pengacara
Waspadai Makanan Penyebab Jerawat!
Samsat Depok Santuni Puluhan Anak Yatim
Pejabat Depok Tes Urine
LSM LAKI Apresiasi Kapolda Kalbar Berantas Korupsi
 
     
 
Redaksi : Jl Jatinegara Barat No.181A Lt.3, Jakarta Timur 13310 - Phone 021 - 68335800 / Fax : 021-2800366
© 2010 radar.co.id . Gunakan browser dengan dukungan flash & java ketika mengunjungi web ini. Powered by MDevelopment v3.0