|
|
 |
|
 |
|
|
Lowongan Perwakilan Biro Radar |
| |
oleh : redaksi radar, Jakarta |
| |
Radar.co.id membuka lowongan untuk perwakilan Biro diseluruh Indonesia, dengan syarat :
a. Penga... |
| |
|
|
JUAL RUMAH DILEMBAH APARTEMEN |
| |
oleh : d triarso, JAKARTA PUSAT |
| |
DIJUAL :
Bekas Rumah Dinas dilembah / dikelilingi Apartemen Kemayoran. LT/LB 171/110, 2 KT, 1 Gudg,... |
| |
|
|
DELL A840 Vostro |
| |
oleh : win, Jakarta |
| |
Jual males make, DELL VOSTRO A840 dual core 1,86GB, HDD 120GB, RAM 3GB, VGA X3100 350MB, WIFI, Bluet... |
| |
|
|
|
 |
|
 |
|
|
 |
 |
 |
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
|
|
| |
|
|
| |
Selasa, 01/12/2009 [09:47:08] |
|
| |
Hati-hati, Penipuan Lewat Facebook Marak |
|
| |
Richard Burton.P [Jakarta] |
|
| |
|
|
| |
Keterangan Gambar : Ilustrasi |
|
| |
Dua tahun terakhir, Eddy Nur punya kebiasan tidak mendidik. Bukannya mencari teman atau sahabat lama lewat fasilitas jejaring sosial Facebook, warga Bumiarjo, Surabaya, Jawa Timur, itu malah menggunakan popularitas Facebook untuk melancarkan aksi jahatnya. Selama dua tahun, pria berbadan tegap dan berambut cepak itu menipu 11 perempuan dan membawa lari motor milik mereka, yang tak lain adalah temannya ber-Facebook-ria.
Akibat ulahnya itu, Eddy dibungkam pihak kepolisian, Jumat pekan lalu. Kini Eddy terpaksa melewatkan hari-harinya di balik jeruji beli Polsek Mulyorejo, Surabaya. "Kami menjeratnya dengan Pasal 372 KUHP tentang penipuan, dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara," ujar Kapolsek Mulyorejo, AKP Herlina.
Aksi Eddy itu terbongkar berkat kesabaran pihak kepolisian memancingnya lewat fasilitas Facebook. Menurut Herlina, setelah mendapat laporan dari korban penipuan Eddy, jajaran Polsek Mulyorejo langsung menggelar serangkaian penyelidikan. Berbekal foto Eddy di Facebook, yang selalu mengaku sebagai anggota TNI-AL, polisi kemudian menghubungi pihak Komando Armada Timur (Koarmatim) Surabaya untuk mengecek status Eddy. Dari situ diketahui bahwa Eddy adalah anggota TNI gadungan.
Herlina kemudian mencoba menjalin pertemanan dengan Eddy. Untuk memancing perhatian Eddy lewat Facebook, Herlina berpura-pura bernama Puspita, seorang mahasiswi berstatus lajang. Eddy pun terpancing. Ia setuju berteman. "Saya nggak langsung ngajak keluar, tapi nunggu tersangka yang menawarkan diri bertemu," kata AKP Herlina.
Lewat fasilitas chatting, Eddy kemudian mengajak Herlina, eh, Puspita, nonton bareng. Mereka berjanji bertemu di sekitar Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Nah, begitu bertemu, Herlina dan anak buahnya langsung menangkap Eddy. Tanpa banyak perlawanan, Eddy diboyong ke Polsek Mulyorejo dan dijebloskan ke sel tahanan.
Menurut Herlina, modus yang digunakan Eddy itu terbilang baru. Apalagi, ia menggunakan situs jejaring sosial Facebook. Kepada para korbannya, Eddy mengaku sebagai anggota TNI-AL berpangkat kapten, lengkap dengan foto berpakaian dinas. Pakaian dan tanda kepangkatan palsu ini didapatnya di Pasar Turi, Surabaya.
Untuk mendapatkan korban, Eddy memanfaatkan fasilitas pencarian teman di situs tersebut. Para korbannya adalah perempuan muda dan kebanyakan berstatus mahasiswa. Kepada para korbannya, lajang berusia 29 tahun itu mengaku bertugas di Koarmatim Surabaya.
Setelah mendapatkan calon korban, Eddy kerap mengajak mereka untuk "copy darat". Salah satu korban, Nana, mengaku diajak menonton di bioskop tak lama setelah berkenalan di Facebook. Namun, ketika pertunjukan film sedang berlangsung, Eddy pura-pura ditelepon atasannya untuk tugas mendadak. Eddy kemudian meminjam motor kepada calon korbannya, termasuk Nana.
Rata-rata korban percaya pada sepak terjang Eddy. Mereka rela menyerahkan motornya untuk dipinjam Eddy. "Tapi, setelah ditunggu-tunggu, Eddy nggak pernah kembali," kata Nana kepada polisi.
Motor hasil penipuan itu langsung dibawa kabur ke Jember oleh Eddy. Kepada polisi, Eddy mengaku, sepeda motor hasil penipuannya itu dijual kepada seseorang di Jember seharga Rp 2 juta-Rp 3 juta. "Uang itu digunakan untuk membeli minyak Sjekh Solikin untuk praktek black dollar," kata Eddy. (Hendri F/RBP) |
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
Anda ingin memasang banner? hubungi kami di : 021 - 6833 5800 |
|
 |
 |
 |
| |
|
|
| |
|
|
|