|
|
 |
|
 |
|
|
Lowongan Perwakilan Biro Radar |
| |
oleh : redaksi radar, Jakarta |
| |
Radar.co.id membuka lowongan untuk perwakilan Biro diseluruh Indonesia, dengan syarat :
a. Penga... |
| |
|
|
JUAL RUMAH DILEMBAH APARTEMEN |
| |
oleh : d triarso, JAKARTA PUSAT |
| |
DIJUAL :
Bekas Rumah Dinas dilembah / dikelilingi Apartemen Kemayoran. LT/LB 171/110, 2 KT, 1 Gudg,... |
| |
|
|
DELL A840 Vostro |
| |
oleh : win, Jakarta |
| |
Jual males make, DELL VOSTRO A840 dual core 1,86GB, HDD 120GB, RAM 3GB, VGA X3100 350MB, WIFI, Bluet... |
| |
|
|
|
 |
|
 |
|
|
 |
 |
 |
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
|
|
| |
|
|
| |
Kamis, 11/02/2010 [10:50:07] |
|
| |
Buntut Rebutan Lahan Parkir |
|
| |
Empat Anggota FBR Di Ciduk |
|
| |
[Depok] |
|
| |
|
|
| |
Depok,Radar Online
Buntut saling serang antara dua ormas betawi Forum Kerukunan Anak Betawi (Forkabi) dan Forum Betawi Rempug (FBR) yang terjadi Jum`at sore pekan lau, empat pelaku pemukulan ahirnya di ciduk Polisi.
Meski dua organisasi massa itu Rabu (10/2/2010) kemarin, sudah bersepakat untuk berdamai dan tidak lagi mempersoalkan lahan parkir, namun Kepolisian MetroDepok tetap menahan pelaku pemukulan. Empat anggota FBR, yang di ciduk polisi itu berinisial RS, AG, PT, dan GA. Hal itu akibat pemukulan terhadap dua anggota Forkabi yang terluka yaitu Syamsudin dan Said.
Kasat Reskrim Polres Depok, Kompol Ade Rahmat kepada wartawan mengatakan, hukum tak dapat berlaku surut dan kasus keempat tersangka anggota FBR yang ditahan hingga kini tetap diproses. Ade juga mempersilakan, pihak FBR untuk mengajukan penangguhan penahanan.
"Kami belum terima penangguhan penahanan, hingga kini masih on the track, empat tersangka tetap diproses," tegas Ade.
Direktur LBH FBR, Harry Ibrahim mengatakan, pihaknya akan tetap upayakan jalur hukum untuk menangguhkan penahanan terhadap empat anak buahnya. Kami selesaikan dulu dengan musyawarah sambil tetap coba upaya hukum lainnya," ujar Harry.
Sejumlah elemen masyarakat Kota Depok menyanyangkan atas peristiwa perebutan lahan parkir liar itu. Padahal lahan itu nota bene asset pemda yang seharusnya di kelola agar menambah PAD.
Masyarakat menilai Pemerintah Kota Depok lemah dalam pengawasan dan tidak tegas serta lalai terhadap lahan parkir yang belum terkelola sehingga rawan konflik karena di biarkan liar.
Wali Kota Depok Nurmahmudi Ismail usai menengahi pertemuan para pengurus dua Ormas itu, di Balaikota Depok mengatakan, kasus pengrusakan dan pemukulan yang dilakukan oleh salah satu anggota ormas tersebut, tetap diserahkan kepada polisi.
Nurmahmudi menambahkan, masalah lahan pekerjaan yang diributkan oleh dua ormas, sudah difasilitasi Pemerintah Kota dengan membuka pameran pekerjaan (Job Fair).
"Kami serahkan proses hukumnya pada polisi, namun kini sudah kondusif dan sudah sepakat berdamai," ujarnya. ( Asep Nasrudin)
|
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
Anda ingin memasang banner? hubungi kami di : 021 - 6833 5800 |
|
 |
 |
 |
| |
|
|
| |
|
|
|