|
|
 |
|
 |
|
|
Lowongan Perwakilan Biro Radar |
| |
oleh : redaksi radar, Jakarta |
| |
Radar.co.id membuka lowongan untuk perwakilan Biro diseluruh Indonesia, dengan syarat :
a. Penga... |
| |
|
|
JUAL RUMAH DILEMBAH APARTEMEN |
| |
oleh : d triarso, JAKARTA PUSAT |
| |
DIJUAL :
Bekas Rumah Dinas dilembah / dikelilingi Apartemen Kemayoran. LT/LB 171/110, 2 KT, 1 Gudg,... |
| |
|
|
DELL A840 Vostro |
| |
oleh : win, Jakarta |
| |
Jual males make, DELL VOSTRO A840 dual core 1,86GB, HDD 120GB, RAM 3GB, VGA X3100 350MB, WIFI, Bluet... |
| |
|
|
|
 |
|
 |
|
|
 |
 |
 |
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
|
|
| |
|
|
| |
Kamis, 25/02/2010 [11:56:32] |
|
| |
Tanah Longsor Di Ciwidey Bandung |
|
| |
Kondisi Tanah Labil, 26 Orang Masih Dicari |
|
| |
[Jawa Barat] |
|
| |
|
|
| |
Keterangan Gambar : Evakuasi Korban tanah Longsor Di Ciwidey Bandung Jawa Barat ( Photo-Tribun ) |
|
| |
Bandung, Radar Online
Korban tanah longsor di perkebunan teh Dewata, Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu,Ciwidey Kabupaten Bandung yang terjadi Selasa Februari lalu berjumlah 43 orang. 26 orang di antaranya masih dalam proses pencarian, dan 17 orang ditemukan dalam keadaan tak bernyawa. Demikian di ungkapkan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Bandara Husein Sastranegara, Rabu (24/2/2010) petang.
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan seperti di kutip Tribun Jabar Rabu petang mengatakan, saat longsor terjadi tidak ada hujan. Longsor terjadi ketika sebagian warga sedang beraktifitas,” ujarnya.
Berdasar data yang dihimpun Radar Online hingga pukul 16.00, tercatat sebanyak 43 korban dinyatakan hilang tertimbun sebanyak 16 jenazah korban berhasil ditemukan oleh tim evakuasi yang dibantu warga setempat.
Sementara itu enam jenazah ditemukan pada Selasa (23/2), dan 10 lainnya berhasil diangkat dari timbunan pada Rabu (24/2). Ke-16 orang itu, Isman (28), Iis (25), Vanesa (2), Ina (26), Yulis (22), Otih (55), Eti (40), Neni (26), Jajang (52), Cicih (50), Sahna (52), Ayi Oleh (45), Ceu Amin (55), Amin (45), Neneng binti Hana (13), Isan (2), Echa Bin Ade (1).
Ditempat terpisah Kepala Bidang Evaluasi Bencana Geologi, Gatot Muhammad Sudrajat kepada wartawan mengatakan, pihaknya baru saja meneliti dan meninjau lereng bukit serta pegunungan di sekitar Gunung Tilu dan Gunung Dewata yang terletak di kawasan itu.
Menurut Gatot, kondisinya tanah masih labil dan terdapat retakan-retakan yang bisa memicu longsor. Longsor itu terjadi karena tanahnya labil juga dihujami curah hujan yang lebih besar dari curah hujan biasa selama tiga hari berturut-turut," ujarnya.
Gatot menambahkan, wilayah pegunungan di antara Pasir Jambu yang berbatasan dengan Pangalengan, Garut serta Cianjur Selatan itu termasuk ke dalam wilayah yang rawan terjadi bencana sehingga termasuk dalam ranah pengawasan pihaknya.
Hanya saja, katanya, karena kondisi infratstruktur yang kurang baik ditambah kondisinya yang terletak di pelosok pihaknya nyaris tidak bisa melakukan penelitian lebih baik.
"Di daerah ini sering di landa longsor meski kawasan hutan lindungnya masih terjaga ini karena faktor tanah dan retakannya. Nah kebetulan saja kali ini longsor menimpa kompleks pabrik yang terletak juga permukimannya," kata Gatot.
Atas dasar itulah, katanya, sudah sebaiknya wilayah di sekitar Gunung Tiga serta di bawah Gunung Dewata itu tidak lagi di huni warga masyarakat atau pun di bangun pabrik pengolahan teh karena kondisinya yang sangat berbahaya.( Iper/Asp/Tj)
|
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
Anda ingin memasang banner? hubungi kami di : 021 - 6833 5800 |
|
 |
 |
 |
| |
|
|
| |
|
|
|