situs berita dan informasi online
  Cari Berita :  
 
mobi pascabayar
ARTIKEL DARI PEMBACA
 
Opini :: Rabu, 01/02/2012 [13:49:26]
Sekedar
Cerita dari Cerita
catatan ini di amil dari fb milik temanku yang sangat baik, bahkan saya menganggap dia bagian dari keluarga saya. mari kita simak ‎"awas...!!" kata spontan yang terlontar kencang dari mulut... oleh imam elhazmi di Pandeglang
 
 
News :: Rabu, 01/02/2012 [11:36:02]
LIBURAN
Pandeeglang Berkah, Unsera Cerdas
News :: Senin, 30/01/2012 [03:29:33]
Peduli Bencana
Mahasiswa Komunikasi Unsera Peduli
Pengaduan :: Senin, 30/01/2012 [03:09:10]
Surat terbuka
Untukmu Siska Selvia
Opini :: Sabtu, 28/01/2012 [06:24:12]
Pencabutan Perda Anti-Miras Perlu Ditinjau
News :: Senin, 23/01/2012 [18:21:20]
Rekonsiliasi IPMADO Untuk Perubahan
Generasi Muda Harus Mampu Membawa Perubahan
Lowongan Perwakilan Biro Radar
  oleh : redaksi radar, Jakarta
  Radar.co.id membuka lowongan untuk perwakilan Biro diseluruh Indonesia, dengan syarat : a. Penga...
   
JUAL RUMAH DILEMBAH APARTEMEN
  oleh : d triarso, JAKARTA PUSAT
  DIJUAL : Bekas Rumah Dinas dilembah / dikelilingi Apartemen Kemayoran. LT/LB 171/110, 2 KT, 1 Gudg,...
   
DELL A840 Vostro
  oleh : win, Jakarta
  Jual males make, DELL VOSTRO A840 dual core 1,86GB, HDD 120GB, RAM 3GB, VGA X3100 350MB, WIFI, Bluet...
   
update smart v2 cuma 165rb
 
 
koran-radar.com Serba Serbi Teknologi berita
 
 
 
     
 
Jumat, 26/03/2010 [10:57:07]
 
  Internet Indonesia Diserang China  
  [Surabaya]  
     
  Surabaya, Radar Online
Dalam sehari sebanyak 1,1 juta serangan yang berasal dari China menyerang infrastruktur internet Indonesia. Hal itu dibuktikan oleh Indonesia Security Incident Response Team of Internet Infrastructure (Id-SIRTII).

Ketua Id-SIRTII Prof Richardus Eko Indrajit dalam seminar keamanan informasi di Surabaya, Kamis, mengatakan, "Tapi, serangan jaringan Internet dari Indonesia ke negara lain justru mencapai tiga juta dengan jumlah sasaran serangan terbanyak adalah Malaysia," kata Richardus.

Seminar yang bertajuk "Pengamanan Infrastruktur Internet Indonesia" dihadapan peserta yang bertempat dikampus PENS ITS Surabaya, ia mengatakan, banyaknya hacking (serangan) terhadap jaringan Internet di Indonesia itu sejalan dengan beredarnya 48 judul buku tentang hacking.

Meningkatnya hacking seperti yang dialami jaringan KPU yang membuat nama partai politik menjadi nama buah diantaranya Partai Jambu, maka pemerintah mendirikan Id-SRITII untuk mengantisipasinya. Bahkan, hacking yang muncul sekarang ini sudah bukan lagi untuk bermain, menggoda, berkelakar, hiburan, dan sejenisnya, namun motif penyerang sekarang sudah masuk kepentingan ekonomi. "Padahal, keamanan Internet itu sifatnya berantai, sehingga bila ada satu saja yang dapat dibobol, maka kemungkinan pembobolan akan lebih banyak lagi," ujarnya.

Senada dengan itu, Koordinator Komunitas Keamanan Informasi (KKI) Gildas Deograt Lomy menyatakan, hacking itu ada lima jenis yakni e-banking, malware, pemerkosaan virtual, mobile device, dan tergetted attack. "E-banking memang mendorong munculnya cyber crime, karena itu masyarakat hendaknya segera mengganti pin bila berada di tempat pengambilan uang yang meragukan, kartu debit yang hanya memakai tanda tangan, hindari kartu multifungsi untuk debet dan kredit, serta saldo jangan terlalu besar," ujar Gildas Deograt.

Dalam mobile device hacking sasarannya adalah sistem ponsel, laptop, dan USB untuk mencuri data-data penting, sedangkan targetted attack merupakan spionase untuk mencuri dokumen rahasia suatu negara. "Pemerkosaan virtual juga mulai marak dengan korban anak-anak dan perempuan, karena korban membutuhkan uang, tapi sesungguhnya dia akan mengalami kerusakan mental, sedangkan malware berbentuk hack virus, worms, spyware, dan sebagainya," katanya.

Terkait serangan dari negara lain, ia mengatakan hal itu merupakan targetted attack yang bersifat spionase untuk mendapatkan data atau dokumen tentang sumber daya alam pada negara lain. "Ada juga yang sekedar emosional seperti kita dengan Malaysia, tapi kalau hacking dari negara lain kayaknya serius untuk tujuan ekonomi," katanya.

Sementara itu, Direktur Telekomunikasi Depkominfo, Dr Titon Dutono, saat membuka seminar itu menegaskan bahwa kriminalitas di dunia komputer akhir-akhir banyak terjadi. "Banyak situs/laman di-hack, kartu kredit disalahgunakan orang lain dengan kerugian Rp.5 miliar, SMS banking yang merugikan nasabah hingga Rp100 juta lebih," katanya.

Oleh karena itu, adanya hukum yang mengatur keamanan komputer seperti UU ITE merupakan upaya untuk melindungi kepentingan publik. Selain itu, pemerintah mendirikan Id-SIRTII untuk membantu Dewan Keamanan TIK Nasional (DeTIKnas) dalam memberikan pemahaman dan penyadaran serta bantuan teknis kepada masyarakat untuk pengamanan internet, tegas Titon. (Ant/T/Ran)



 
     
 
mark-it indonesia
 
     
 
Anda ingin memasang banner? hubungi kami di : 021 - 6833 5800
 
 
   
BERITA SEBELUMNYA...
 
Menpora & Presiden Digugat Pengacara
Waspadai Makanan Penyebab Jerawat!
Samsat Depok Santuni Puluhan Anak Yatim
Pejabat Depok Tes Urine
LSM LAKI Apresiasi Kapolda Kalbar Berantas Korupsi
 
     
 
Redaksi : Jl Jatinegara Barat No.181A Lt.3, Jakarta Timur 13310 - Phone 021 - 68335800 / Fax : 021-2800366
© 2010 radar.co.id . Gunakan browser dengan dukungan flash & java ketika mengunjungi web ini. Powered by MDevelopment v3.0