situs berita dan informasi online
  Cari Berita :  
 
mobi pascabayar
ARTIKEL DARI PEMBACA
 
Opini :: Rabu, 01/02/2012 [13:49:26]
Sekedar
Cerita dari Cerita
catatan ini di amil dari fb milik temanku yang sangat baik, bahkan saya menganggap dia bagian dari keluarga saya. mari kita simak ‎"awas...!!" kata spontan yang terlontar kencang dari mulut... oleh imam elhazmi di Pandeglang
 
 
News :: Rabu, 01/02/2012 [11:36:02]
LIBURAN
Pandeeglang Berkah, Unsera Cerdas
News :: Senin, 30/01/2012 [03:29:33]
Peduli Bencana
Mahasiswa Komunikasi Unsera Peduli
Pengaduan :: Senin, 30/01/2012 [03:09:10]
Surat terbuka
Untukmu Siska Selvia
Opini :: Sabtu, 28/01/2012 [06:24:12]
Pencabutan Perda Anti-Miras Perlu Ditinjau
News :: Senin, 23/01/2012 [18:21:20]
Rekonsiliasi IPMADO Untuk Perubahan
Generasi Muda Harus Mampu Membawa Perubahan
Lowongan Perwakilan Biro Radar
  oleh : redaksi radar, Jakarta
  Radar.co.id membuka lowongan untuk perwakilan Biro diseluruh Indonesia, dengan syarat : a. Penga...
   
JUAL RUMAH DILEMBAH APARTEMEN
  oleh : d triarso, JAKARTA PUSAT
  DIJUAL : Bekas Rumah Dinas dilembah / dikelilingi Apartemen Kemayoran. LT/LB 171/110, 2 KT, 1 Gudg,...
   
DELL A840 Vostro
  oleh : win, Jakarta
  Jual males make, DELL VOSTRO A840 dual core 1,86GB, HDD 120GB, RAM 3GB, VGA X3100 350MB, WIFI, Bluet...
   
update smart v2 cuma 165rb
 
 
koran-radar.com HOT berita
 
 
 
     
 
Jumat, 02/04/2010 [12:29:54]
 
  Memaknai Hari Paskah  
  [Jakarta]  
     
  Keterangan Gambar : Paus Benediktus XVI  
  VATIKAN CITY, Radar Online
Skandal para imam paedofilia yang menguncang Gereja Katolik Roma menyelubungi perayaan Kamis Putih walau Paus Benediktus XVI tidak menyinggung hal itu secara langsung. Paus merayakan misa Kamis Putih di Gereja Santo Yohanes di Basilika Lateran Roma dan mengenang Perjamuan Terakhir Kristus dengan membasuh kaki 12 imam yang mewakili para rasul, sebagai simbol kerendahan hati.

Kamis pagi, Paus menyinggung tentang skandal pelecehan itu secara tidak langsung ketika ia menyampaikan khotbah mengenai ajaran Yesus tentang tidak membalas kejahatan dengan kejahatan (berikan pipi kirimu jika pipi kananmu ditampar). "Ketika Dia dihina, Dia tidak balas menghina; ketika Dia menderita, Dia tidak mengancam, tetapi Dia percaya kepada Allah yang menghakimi dengan adil," kata Paus pada khotbah misa Pembaruan Janji Krisma di Basilika Santo Petrus.

Skandal-skandal itu telah melanda gereja-gereja di Eropa dan Amerika Serikat (AS) selama lima bulan terakhir. Benediktus sendiri mendapat tekanan kuat terus-menerus dengan tuduhan yang diterbitkan harian New York Times, yang menyinggung keterkaitan Paus ketika dia masih menjabat sebagai Uskup Agung Munich dan kemudian sebagai kepala Kongregasi Doktrin Iman (CDF) di Vatikan. Ketika itu, ia dinilai gagal bertindak tegas terhadap para imam yang dituduh melakukan pelecehan terhadap anak-anak.

Paus (82) menerima dukungan dari gereja Katolik AS, Kamis lalu, yang membelanya dan mencatat rekornya dalam memerangi imam predator. Sri Paus dipuji karena memperkenalkan langkah-langkah maju dalam memerangi momok itu. "Adalah Paus Benediktus yang, dalam berbagai cara, memberi kami kemampuan untuk mengatasi krisis ini lebih cepat dan dalam sebuah cara yang membantu kesembuhan," kata Uskup Chicago, Francis George, dalam wawancara dengan Radio Vatikan.

George mengatakan bahwa Paus, ketika masih menjadi Kardinal Joseph Ratzinger, sebagai kepala CDF "memampukan kami menjauhkan para predator dari imamat secara permanen dengan cara yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan, mendorong kami untuk mengulurkan tangan kepada korban". Benediktus mengepalai CDF dari 1981 hingga 2005.

Rabu malam, kepala CDF saat ini, Kardinal William Levada, mengecam artikel Times itu dengan mengatakannya tidak memenuhi standar keadilan dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di situs Vatikan.

Di AS, seorang pengacara, Selasa, memohon ke pengadilan agar Benediktus ditanyai mengenai apakah Vatikan mengetahui tentang skandal yang telah lama berjalan ini. Dalam permohonan tersebut dikatakan bahwa Benediktus menyadari adanya pelecehan seks yang dilakukan para pastor di AS dan bahwa ia "mencegah penghukuman terhadap para pastor yang dituduh tersebut dan menuntut kerahasiaan untuk melindungi reputasi Gereja" ketika ia memimpin CDF.

Dalam permohonan tersebut dikatakan bahwa dokumen yang dirilis minggu lalu oleh New York Times "dengan tegas menyatakan keterlibatan Paus Benediktus XVI dalam kasus penganiayaan seksual terhadap anak-anak di AS".

Surat kabar Vatikan, Osservatore Romano, minggu lalu, mengecam apa yang disebutnya sebagai "upaya tercela" untuk merusak citra Paus dan para pembantu terdekatnya "bagaimanapun caranya". Dalam sebuah editorialnya, koran tersebut memuji keterbukaan, ketegasan, dan kesederhanaan Paus dalam menanggapi kasus-kasus pelecehan seksual oleh para pastor.

Seorang uskup Perancis yang bertemu Paus awal bulan ini mengatakan, Paus amat terguncang oleh tuduhan paedofilia terhadap Gereja Katolik. "Paus tidak mendapatkan haknya atas praduga tak bersalah. Saya memiliki keyakinan pada niatnya untuk memberikan kejelasan," kata Michel Dubost, Uskup Evry, di dekat Paris.

Benediktus telah berulang kali membicarakan dan meminta maaf atas kejahatan pelecehan seks terhadap anak oleh para pastor dan telah bertemu dengan para korban di AS dan Australia.

Gereja Katolik telah mencanangkan 2010 sebagai Tahun Para Imam dan Benediktus mengatakan, misa Krisma pada hari Kamis Putih–di mana imam memperbarui kaul mereka, termasuk kaul untuk hidup selibat–akan memberikan makna penting.

Skandal paedofilia ini telah membuat sejumlah orang mendesak gereja untuk memikirkan kembali kaul selibat bagi para imam yang telah berjalan berabad-abad. Namun, beberapa wali gereja terkemuka menolak adanya hubungan antara kedua hal tersebut. Benediktus pada awal bulan ini memberikan pembelaan bahwa hidup selibat merupakan tanda pengabdian penuh dan sebuah komitmen total kepada Tuhan.

Pada Jumat ini, Paus akan memimpin prosesi Jalan Salib di Koloseum di Roma untuk mengenang penyaliban Yesus Kristus. Pada Sabtu malam, Benediktus akan memimpin Misa Malam Paskah di Lapangan Santo Petrus. Di tempat yang sama, ia juga akan merayakan Misa Paskah pada hari Minggu yang akan diikuti dengan berkatnya bagi kota dan dunia (Urbi et Orbi). ***
 
     
 
mark-it indonesia
 
     
 
Anda ingin memasang banner? hubungi kami di : 021 - 6833 5800
 
 
   
BERITA SEBELUMNYA...
 
Menpora & Presiden Digugat Pengacara
Waspadai Makanan Penyebab Jerawat!
Samsat Depok Santuni Puluhan Anak Yatim
Pejabat Depok Tes Urine
LSM LAKI Apresiasi Kapolda Kalbar Berantas Korupsi
 
     
 
Redaksi : Jl Jatinegara Barat No.181A Lt.3, Jakarta Timur 13310 - Phone 021 - 68335800 / Fax : 021-2800366
© 2010 radar.co.id . Gunakan browser dengan dukungan flash & java ketika mengunjungi web ini. Powered by MDevelopment v3.0