|
|
 |
|
 |
|
|
Lowongan Perwakilan Biro Radar |
| |
oleh : redaksi radar, Jakarta |
| |
Radar.co.id membuka lowongan untuk perwakilan Biro diseluruh Indonesia, dengan syarat :
a. Penga... |
| |
|
|
JUAL RUMAH DILEMBAH APARTEMEN |
| |
oleh : d triarso, JAKARTA PUSAT |
| |
DIJUAL :
Bekas Rumah Dinas dilembah / dikelilingi Apartemen Kemayoran. LT/LB 171/110, 2 KT, 1 Gudg,... |
| |
|
|
DELL A840 Vostro |
| |
oleh : win, Jakarta |
| |
Jual males make, DELL VOSTRO A840 dual core 1,86GB, HDD 120GB, RAM 3GB, VGA X3100 350MB, WIFI, Bluet... |
| |
|
|
|
 |
|
 |
|
|
 |
 |
 |
| |
koran-radar.com Opini berita |
|
 |
 |
 |
| |
|
|
| |
|
|
| |
Jumat, 09/04/2010 [09:11:45] |
|
| |
Antara Gayus Dan Bansos Gate Depok |
|
| |
[Depok] |
|
| |
|
|
| |
Kasus Gayus Tambunan sang Markus Pajak yang mengegerkan Nusantara senilai 25 milliar lebih, kini perkaranya ditangani secara marathon dan serius bahkan di prioritaskan penagananya oleh pemerintah. Mabes Polri, Kejaksaan Agung, KPK, Ditjen Pajak, Satgas Mapia Hukum hingga ke Presiden RI, Susilo Bambang Yudoyono fokus mencermatinya.
Celoteh masyarakat awam terkait markus pajak yang dilakukan Gayus Tambunan telah bertubi-tubi menyayat hati masayarakat bawah. Sewajarnya masyarakat awam menuding bahwa pegawai pajak adalah “najis”. Rasanya tak pantas jika slogan Ditjen Pajak yang menyarankan “Orang Bijak Taat Pajak” selalu di dengung-dengungkan kalau uang pajak yang di setorkan itu ternyata di rampok oleh orang pajak sendiri.
Penanganan kasus Gayus, kini mulai terkuak, masyarakat menunggu hasilnya termasuk keterlibatan beberapa oknum petinggi Polri dan orang-orang pajak. Mudah-mudahan hasilnya memuaskan rakyat.
Lain Gayus lain pula Bansos Gate Depok. Penanganan kasus Bantuan Sosial di Kota Depok oleh Kejaksaan Negeri Depok senilai 87 Milliar, tidak secepat dan seterang penanganan kasus Gayus. Kasus yang bergulir sejak tahun 2008 itu, terkesan di deponir atau di peti eskan. Padahal sejumlah nama pejabat dan pengusaha sudah di periksa tapi hasilnya masih nihil.
Kasus ini bergulir setelah kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat mengindikasikan bahwa dana Bantuan Sosial di Jawa Barat sarat akan penyimpangan termasuk di Kota Depok yang nilainya mencapai 87 milliar.
Jika kasus Gayus yang nilainya hanya 25 milliar lebih dapat terungkap, lalu kenapa kasus Bansos diDepok yang nilainya 87 miliar tidak dapat diungkap. Pertanyaan itu pun sering dilontarkan oleh masyarakat awam di Depok.
Peran Kejaksaan Depok dalam hal ini dipertaruhkan agar tudingan miring “tidak serius, atau ada apa-apnya” dari masyarakat itu tidak terbukti. Tunjukanlah keseriusan itu. Jebloskan pelakunya jika terbukti. Bebaskan pelakunya jika tidak terbukti, umumkan kepada masyarakat hasilnya.
Akan menjadi aneh dan menimbulkan pertanyaan besar bagi masyarakat, jika tak satupun oknum pejabat di Depok hasil pemeriksaan secara marathon oleh Kejaksaan Negeri Depok belum dijebloskan ke penjara. Upaya demontrasi telah berulang kali dilakukan oleh elemen masyarakat termasuk berujung kepada pelemparan telur busuk dan buah tomat di gedung Kejaksaan Negeri Depok.
Aksi tersebut menandakan masyarakat kecewa atas kinerja aparat penegak hukum yang lamban. Tidak mungkin rasanya jika masyarakat melakukan upaya hukum sendiri secara adat, karena kekecewaan itu. Sejumlah kata dan bahasa telah terlontar hanya satu kata “Tuntaskan kasus Bansos, tidak boleh ada markus di Depok,”
Sumringah rasanya jika Kejaksaan Negeri Depok dapat menuntaskan Kasus Bansos. Masih ada secercah harapan jika aparat hukum serius menuntaskannya. Tentu akan tidak pantas jika kata-kata “najis” dari masyarakat awam Depok, terlontar kepada Kejaksaan Negeri Depok sebagai mana telah di lontarkan pula oleh rakyat kepada pegawai Pajak terkait kasus Markus Gayus Tambunan.
Dirjen Pajak, Ciptardjo, sedih atas ucapan “najis” yang dilontarkan masyarakat terhadap bawahannya. Apakah Kejaksaan Negeri Depok juga mau, jika ucapan “najis” itu terlontar ?. Kelihatannya harus ada orang seperti Susno Duadji di kasus Bansos Depok. Pernyataan sang Jenderal di sejumlah media itu mengemparkan nusantara hingga mengusik sang Presiden. Bagai mana di Depok, adakah sang Jenderal itu ?.(Asep Nasrudin)
|
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
Anda ingin memasang banner? hubungi kami di : 021 - 6833 5800 |
|
 |
 |
 |
| |
|
|
| |
|
|
|