|
|
 |
|
 |
|
|
Lowongan Perwakilan Biro Radar |
| |
oleh : redaksi radar, Jakarta |
| |
Radar.co.id membuka lowongan untuk perwakilan Biro diseluruh Indonesia, dengan syarat :
a. Penga... |
| |
|
|
JUAL RUMAH DILEMBAH APARTEMEN |
| |
oleh : d triarso, JAKARTA PUSAT |
| |
DIJUAL :
Bekas Rumah Dinas dilembah / dikelilingi Apartemen Kemayoran. LT/LB 171/110, 2 KT, 1 Gudg,... |
| |
|
|
DELL A840 Vostro |
| |
oleh : win, Jakarta |
| |
Jual males make, DELL VOSTRO A840 dual core 1,86GB, HDD 120GB, RAM 3GB, VGA X3100 350MB, WIFI, Bluet... |
| |
|
|
|
 |
|
 |
|
|
 |
 |
 |
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
|
|
| |
|
|
| |
Selasa, 08/06/2010 [13:09:33] |
|
| |
Vidio Syur Mirip Luna-Ariel, Gempar Di Surabaya |
|
| |
[Surabaya] |
|
| |
|
|
| |
Surabaya, Radar Online
Luna dan Nazriel Ilham alias Ariel, mantan vokalis Peterpan bakal tak bisa sembunyi lagi, keduanya dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Polda Metro Jaya, Senin (7/6). Pelapornya , Farhat Abbas yang menjadi Ketua Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Hukum Jami Rakyat. "Mereka harus dipenjara karena melanggar norma Agama dan Undang-undang," kata Farhat Abbas yang juga pengacara itu di Markas Polda Metro Jaya, Senin (7/6).
Berdasarkan laporan Polisi nomor LP 1913/1V/2010/Ditrekrimsus, Farhat melaporkan kedua artis itu dengan dugaan melanggar Pasal 282 tentang Asusila, kitab Undang-undang hukum pidana. Meskipun sudah membuat laporan di kantor Kepolisian, Farhat yang mewakili LSM Hajar, masih menduga-duga bila kedua artis yang ada dalam vidio syur yang ramai dibicarakan itu adalah Luna dan Ariel. "Kita hanya menduga Ariel dan Luna, tapi kita minta segera tangkap mereka, dan amankan mereka,” ujarnya.
Selain itu, Farhat mendesak penyidik membekuk pelaku yang menyebarkan vidio hubungan intim itu dengan jeratan UU Nomer 11 Tahun 2008, pasal 27 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE). Sementara itu pakar forensik digital Ruby Z Alamsyah mengatakan, vidio itu asli dan bukan rekayasa, dilihat dari sudut-sudut gambarnya, katanya. sepertinya tidak ada orang lain diruangan itu. "Vidio itu direkam oleh pemerannya sendiri, yang dimaksud asli adalah kualitas gambar dalam rekaman vidio tersebut bukan hasil editan atau rekayasa," kata Ruby.
Ruby juga mengatakan, rekaman vidio amtiran yang menggambarkan adegan hubungan intim itu tidak menggunakan kamera profesional atau kamera vidio genggam. "Gambar dibuat menggunakan media rekaman mobile phone karena resolusi gambarnya kecil, walapun saya belum lihat jenis ponselnya apa,"ujarnya.
Senada dengan Ruby, pakar telematika Heru Sutadi menegaskan, vidio tersebut 99 persen asli kebenaran. "Ini vidio asli yang sengaja dibuat oleh pasangan tersebut," katanya. senin (7/6). Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Boy Rafli Amar menyatakan, Polisi juga menyelidiki peredaran vidio porno yang diduga melibatkan kedua artis itu.
Secara terpisah, Luna dan Ariel membantah vidio mesum yang beredar di internet itu merupakan hasil rekaman perbuatan mereka, pengakuan itu diungkapkan sekretaris perusahan PT. Unilever, Sancoyo Antarikso, selaku produsen sabun kencantikan Lux yang mengontrak mereka sebagai bintang iklan terbaru versi couple. Klarifikasi tersebut sebagai jawaban setelah vidio tersebut dipertanyakan oleh PT Unilever, Sancoyo Antarikso mengatakan, baik Luna maupun Ariel telah mengakui bahwa vidio itu merupakan rekayasa, "Kami akan bertemu dengan Luna dalam waktu dekat untuk mendengarkan penjelasan secara langsung dan bersama menentukan langka ke depannya,” kata Sancoyo melalui SMS yang diterima media, di Jakarta, Minggu (6/6).
Ternyata, sehari kemudian Senin (7/6) PT Unilever selaku produsen sabun mandi Lux menarik iklan yang dibintangi oleh Luna Maya dan kekasihnya Ariel. Hanya, Unilever membantah penarikan iklan tersebut karena pihaknya telah memutuskan kontrak dengan pasangan kekasih itu.
Terkait beredarnya vidio mesum mirip mereka, Narulita Novi Arlanda, media relations manager PT Unilever, mengatakan penarikan iklan tersebut disebabkan oleh masa penayangan iklan Lux versi couple itu telah usai, "Karena sudah ditayangkan sejak April, maka waktunya sudah berakhir,” katanya. (Rokim)
|
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
Anda ingin memasang banner? hubungi kami di : 021 - 6833 5800 |
|
 |
 |
 |
| |
|
|
| |
|
|
|