situs berita dan informasi online
  Cari Berita :  
 
mobi pascabayar
ARTIKEL DARI PEMBACA
 
Opini :: Rabu, 01/02/2012 [13:49:26]
Sekedar
Cerita dari Cerita
catatan ini di amil dari fb milik temanku yang sangat baik, bahkan saya menganggap dia bagian dari keluarga saya. mari kita simak ‎"awas...!!" kata spontan yang terlontar kencang dari mulut... oleh imam elhazmi di Pandeglang
 
 
News :: Rabu, 01/02/2012 [11:36:02]
LIBURAN
Pandeeglang Berkah, Unsera Cerdas
News :: Senin, 30/01/2012 [03:29:33]
Peduli Bencana
Mahasiswa Komunikasi Unsera Peduli
Pengaduan :: Senin, 30/01/2012 [03:09:10]
Surat terbuka
Untukmu Siska Selvia
Opini :: Sabtu, 28/01/2012 [06:24:12]
Pencabutan Perda Anti-Miras Perlu Ditinjau
News :: Senin, 23/01/2012 [18:21:20]
Rekonsiliasi IPMADO Untuk Perubahan
Generasi Muda Harus Mampu Membawa Perubahan
Lowongan Perwakilan Biro Radar
  oleh : redaksi radar, Jakarta
  Radar.co.id membuka lowongan untuk perwakilan Biro diseluruh Indonesia, dengan syarat : a. Penga...
   
JUAL RUMAH DILEMBAH APARTEMEN
  oleh : d triarso, JAKARTA PUSAT
  DIJUAL : Bekas Rumah Dinas dilembah / dikelilingi Apartemen Kemayoran. LT/LB 171/110, 2 KT, 1 Gudg,...
   
DELL A840 Vostro
  oleh : win, Jakarta
  Jual males make, DELL VOSTRO A840 dual core 1,86GB, HDD 120GB, RAM 3GB, VGA X3100 350MB, WIFI, Bluet...
   
update smart v2 cuma 165rb
 
 
koran-radar.com Hukum berita
 
 
 
     
 
Selasa, 22/06/2010 [10:23:05]
 
  Ada Dugaan Rekayasa Sidang  
  Sidang Perdana Kasus Bansos Diwarnai Aksi Masa  
  [Depok]  
     
  Depok,Radar Online
Sidang perdana kasus dana Bantuan Sosial ( bansos ) yang di gelar di pengadilan negeri Depok, Senin (21/6/2010) di warnai aksi demo. Aksi masa itu menolak bahwa hakim yang memimpin sidang di wakilkan oleh wakil ketua pengadilan. Mereka sudah dapat memastikan bahwa hasil persidangan itu tidak akan sesuai dengan kehendak masyarakat karena penuh rekayasa.

“Sudah dapat ditebak hasil persidangan jika sidang perkara bansos di pimpin oleh bawahan kepala pengadilan. Akan ada indkasi permainan dalam urusan perkara bansos.Markus pasti berkeliaran,” ujar Akbar Husen selaku koordinator lapangan kepada Radar Online.

Akbar menilai,kepala pengadilan akan memainkan pola penyelamatan terhadap bakal tersangka utama yaitu Walikota Depok Nurmahmudi Ismail dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang telah mengatur grand scenario kasus bansos yang aliran dananya tidak jelas dan terbukti mengandung unsure KKN.

“Kami menolak sidang kasus bansos jika bukan ketua pengadilan yang menjadi hakimnya. Lebih baik sidang di tunda jika hanya jadi dagelan saja. Kami juga menuntut agar menangkap Nurmahmudi dan Ahmad Heryawam karena telah mendesaint terjadinya pross korupsi bansos senilai 87 Miliiar,” tegas Akbar.

Jalannya sidang Senin kemarin tampak tidak seperti biasanya, karena para kuli tinta merasa kecewa sebab sidang ternyata sudah di mulai sejak pukul 10.00 Wib. Karuan saja sebagian para kuli tinta itu tidak dapat mengabadikan moment.

“Kami kecolongan nih.Biasanya sidang kasus-kasus seperti ini di lakukan di atas pukul 12.00.Wib. Tapi sekarang ini lain yah, mungkin ini sidang khusus kali,” ujar Maulana juru warta salah satu majalah terbitan ibukota. ( Asep Nasrudin /Fredy Selong)


 
     
 
mark-it indonesia
 
     
 
Anda ingin memasang banner? hubungi kami di : 021 - 6833 5800
 
 
   
BERITA SEBELUMNYA...
 
Menpora & Presiden Digugat Pengacara
Waspadai Makanan Penyebab Jerawat!
Samsat Depok Santuni Puluhan Anak Yatim
Pejabat Depok Tes Urine
LSM LAKI Apresiasi Kapolda Kalbar Berantas Korupsi
 
     
 
Redaksi : Jl Jatinegara Barat No.181A Lt.3, Jakarta Timur 13310 - Phone 021 - 68335800 / Fax : 021-2800366
© 2010 radar.co.id . Gunakan browser dengan dukungan flash & java ketika mengunjungi web ini. Powered by MDevelopment v3.0