situs berita dan informasi online
  Cari Berita :  
 
mobi pascabayar
ARTIKEL DARI PEMBACA
 
Opini :: Rabu, 01/02/2012 [13:49:26]
Sekedar
Cerita dari Cerita
catatan ini di amil dari fb milik temanku yang sangat baik, bahkan saya menganggap dia bagian dari keluarga saya. mari kita simak ‎"awas...!!" kata spontan yang terlontar kencang dari mulut... oleh imam elhazmi di Pandeglang
 
 
News :: Rabu, 01/02/2012 [11:36:02]
LIBURAN
Pandeeglang Berkah, Unsera Cerdas
News :: Senin, 30/01/2012 [03:29:33]
Peduli Bencana
Mahasiswa Komunikasi Unsera Peduli
Pengaduan :: Senin, 30/01/2012 [03:09:10]
Surat terbuka
Untukmu Siska Selvia
Opini :: Sabtu, 28/01/2012 [06:24:12]
Pencabutan Perda Anti-Miras Perlu Ditinjau
News :: Senin, 23/01/2012 [18:21:20]
Rekonsiliasi IPMADO Untuk Perubahan
Generasi Muda Harus Mampu Membawa Perubahan
Lowongan Perwakilan Biro Radar
  oleh : redaksi radar, Jakarta
  Radar.co.id membuka lowongan untuk perwakilan Biro diseluruh Indonesia, dengan syarat : a. Penga...
   
JUAL RUMAH DILEMBAH APARTEMEN
  oleh : d triarso, JAKARTA PUSAT
  DIJUAL : Bekas Rumah Dinas dilembah / dikelilingi Apartemen Kemayoran. LT/LB 171/110, 2 KT, 1 Gudg,...
   
DELL A840 Vostro
  oleh : win, Jakarta
  Jual males make, DELL VOSTRO A840 dual core 1,86GB, HDD 120GB, RAM 3GB, VGA X3100 350MB, WIFI, Bluet...
   
update smart v2 cuma 165rb
 
 
koran-radar.com Bisnis & Ekonomi berita
 
 
 
     
 
Senin, 05/07/2010 [10:39:31]
 
  Ibu Menjerit, Harga Cabe Kriting Selangit  
  [Bogor]  
     
  Bogor,Radar Online
Sejak dua pekan terakhir, jenis kebutuhan pokok yang satu ini mencapai Rp40.000 per kilogram.Harga cabai merah dibanderol Rp32.000 per kilo (kilogram). Padahal, harga normalnya hanya Rp5.000 hingga Rp8.000 per- kilo. Kenaikan cukup tinggi terjadi untuk cabai merah keriting, yaitu mencapai Rp40.000 per -kilo. Sedangkan untuk cabai rawit yang sebelumnya hanya dijual Rp8.000, kini harganya Rp24.000.

Kondisi ini membuat ibu rumah tangga menjerit karena tingginya harga cace di pasaran .Ibu Entin (38) misanya , seorang ibu yang tinggal di kawasan kebon pedes Bogor ini mengaku pusing dan bingung karena harga kebutuhan pokok cenderung selalu naik.

“Wah kalo harga cabe sampai selangit mendingan tidak usah pake cebe. Masaknya cukup pake lada saja. Biasanya beli cabe di pasar dua ribu bisa di ecer sekarang gak bisa lagi sih karena harganya tinggi,” ujarnya mengerutu.

Perasaan risau diakui Anang (52) pedagang sayur yang sudah 30 tahun berjualan di lantai dasar Pasar Anyar, Kota Bogor, ini mengaku jika kenaikan harga cabai memaksanya mengurangi pasokan.

“Sekarang, harga cabai sangat tinggi, jadi saya tak berani mengambil pasokan banyak. Takut nggak terjual,” ujarnya kepada wartawan Minggu( 4/7/2010)

Biasanya, kata Anang, dalam satu kali belanja, ia bisa membeli sepuluh kilo cabai. Namun sejak harga naik, ia hanya berani membeli lima kilogram.

“Paling saya cuma beli lima kilo. Kalau tetap belanja sepuluh kilo, saya takut gak balik modal,” tuturnya.

Kepada Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Bogor Mangahit Sinaga mengatakan, kenaikan ini disebabkan permasalahan distribusi dan faktor alam.

Menurut Sinaga, pengaruh kuat yang mengakibatkan melonjaknya harga cabai memang faktor alam yang tak bisa diprediksi sebelumnya.

“Kami telah membahas permasalahan ini dengan pihak pertanian. Karena kondisi alam dan musim seperti sekarang, risikonya ya kenaikan harga produk,” tambahnya. ( Asp/Sofwan )


 
     
 
mark-it indonesia
 
     
 
Anda ingin memasang banner? hubungi kami di : 021 - 6833 5800
 
 
   
BERITA SEBELUMNYA...
 
Menpora & Presiden Digugat Pengacara
Waspadai Makanan Penyebab Jerawat!
Samsat Depok Santuni Puluhan Anak Yatim
Pejabat Depok Tes Urine
LSM LAKI Apresiasi Kapolda Kalbar Berantas Korupsi
 
     
 
Redaksi : Jl Jatinegara Barat No.181A Lt.3, Jakarta Timur 13310 - Phone 021 - 68335800 / Fax : 021-2800366
© 2010 radar.co.id . Gunakan browser dengan dukungan flash & java ketika mengunjungi web ini. Powered by MDevelopment v3.0