situs berita dan informasi online
  Cari Berita :  
 
mobi pascabayar
ARTIKEL DARI PEMBACA
 
Opini :: Rabu, 01/02/2012 [13:49:26]
Sekedar
Cerita dari Cerita
catatan ini di amil dari fb milik temanku yang sangat baik, bahkan saya menganggap dia bagian dari keluarga saya. mari kita simak ‎"awas...!!" kata spontan yang terlontar kencang dari mulut... oleh imam elhazmi di Pandeglang
 
 
News :: Rabu, 01/02/2012 [11:36:02]
LIBURAN
Pandeeglang Berkah, Unsera Cerdas
News :: Senin, 30/01/2012 [03:29:33]
Peduli Bencana
Mahasiswa Komunikasi Unsera Peduli
Pengaduan :: Senin, 30/01/2012 [03:09:10]
Surat terbuka
Untukmu Siska Selvia
Opini :: Sabtu, 28/01/2012 [06:24:12]
Pencabutan Perda Anti-Miras Perlu Ditinjau
News :: Senin, 23/01/2012 [18:21:20]
Rekonsiliasi IPMADO Untuk Perubahan
Generasi Muda Harus Mampu Membawa Perubahan
Lowongan Perwakilan Biro Radar
  oleh : redaksi radar, Jakarta
  Radar.co.id membuka lowongan untuk perwakilan Biro diseluruh Indonesia, dengan syarat : a. Penga...
   
JUAL RUMAH DILEMBAH APARTEMEN
  oleh : d triarso, JAKARTA PUSAT
  DIJUAL : Bekas Rumah Dinas dilembah / dikelilingi Apartemen Kemayoran. LT/LB 171/110, 2 KT, 1 Gudg,...
   
DELL A840 Vostro
  oleh : win, Jakarta
  Jual males make, DELL VOSTRO A840 dual core 1,86GB, HDD 120GB, RAM 3GB, VGA X3100 350MB, WIFI, Bluet...
   
update smart v2 cuma 165rb
 
 
koran-radar.com Pendidikan berita
 
 
 
     
 
Senin, 19/07/2010 [11:10:47]
 
  Disdik Jabar Diprotes DPRD  
  Anggaran Pendidikan Hanya Diajukan 1,1 Triliun  
  [Jawa Barat]  
     
  Bandung,Radar Online
Sejumlah anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Komisi E memprotes kebijaka Dinas Pendidikan Jawa Barat yang hanya mematok rencana anggaran pendidikan dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun 2011 diperkirakan kurang dari 20% yaitu hanya mengajukan anggaran Rp.1,1triliun. Padahal tahun sebelumnya anggaran pendidikan sudah mencapai 20% atau sekitar Rp 1,9 triliun dari total volume APBD.

Dewan menilai Disdik Jawa Barat sudah melanggar konstitusi karena dalam UU, menyebutkan bahwa pemerintah wajib menganggarkan dana pendidikan minimal 20%.

Jika hal ini disahkan dalam APBD 2011, maka Gubernur Jabar inkonsisten dengan pernyataannya yang akan memprioritaskan anggaran untuk pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dalam APBD 2011.

“Bagi saya, jika anggaran pendidikan tidak dinaikkan, tetap Rp 1,1 triliun, merupakan sebuah kemunduran dalam dunia pendidikan di Jabar. Makanya, kami meminta pemprov menambah anggaran hingga 20%, bahkan bisa lebih,” tegas Budi Hermansyah Selaku Wakil Ketua Komisi E. DPRD Jabar kepada wartawan di Gedung Dewan Jum`at lalu.

Ditempat terpisah Kepala Disdik Jabar, Dr. Wahyudin Zarkasyi perihal protes dari DPRD Jabar terkait anggaran tersebut mengatakan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak terkait anggaran pendidikan di Jabar. Kami oleh TAPD hanya diberi sekitar Rp 1,1 triliun untuk anggaran pendidikan tahun 2011.

“Saya tidak mungkin menolak dengan anggaran yang diberikan oleh TAPD. Tetapi nilai sebesar itu masih belum final. Nilai anggaran pendidikan sebesar itu belum tentu cukup untuk pendidikan di Jawa Barat. Nanti kan, usulan anggaran tersebut akan dibahas dan dievaluasi bersama DPRD Jabar,” tandasnya. (Iper/Asp )

 
     
 
mark-it indonesia
 
     
 
Anda ingin memasang banner? hubungi kami di : 021 - 6833 5800
 
 
   
BERITA SEBELUMNYA...
 
Menpora & Presiden Digugat Pengacara
Waspadai Makanan Penyebab Jerawat!
Samsat Depok Santuni Puluhan Anak Yatim
Pejabat Depok Tes Urine
LSM LAKI Apresiasi Kapolda Kalbar Berantas Korupsi
 
     
 
Redaksi : Jl Jatinegara Barat No.181A Lt.3, Jakarta Timur 13310 - Phone 021 - 68335800 / Fax : 021-2800366
© 2010 radar.co.id . Gunakan browser dengan dukungan flash & java ketika mengunjungi web ini. Powered by MDevelopment v3.0