|
|
 |
|
 |
|
|
Lowongan Perwakilan Biro Radar |
| |
oleh : redaksi radar, Jakarta |
| |
Radar.co.id membuka lowongan untuk perwakilan Biro diseluruh Indonesia, dengan syarat :
a. Penga... |
| |
|
|
JUAL RUMAH DILEMBAH APARTEMEN |
| |
oleh : d triarso, JAKARTA PUSAT |
| |
DIJUAL :
Bekas Rumah Dinas dilembah / dikelilingi Apartemen Kemayoran. LT/LB 171/110, 2 KT, 1 Gudg,... |
| |
|
|
DELL A840 Vostro |
| |
oleh : win, Jakarta |
| |
Jual males make, DELL VOSTRO A840 dual core 1,86GB, HDD 120GB, RAM 3GB, VGA X3100 350MB, WIFI, Bluet... |
| |
|
|
|
 |
|
 |
|
|
 |
 |
 |
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
|
|
| |
|
|
| |
Senin, 26/07/2010 [11:25:16] |
|
| |
Usulan Renumerasi dan Absensi |
|
| |
Ruhut : Malas Berdampak Pada Partai |
|
| |
[Jakarta] |
|
| |
|
|
| |
Keterangan Gambar : Ruhut Sitompul |
|
| |
Jakarta, Radar Online
Ketua DPP Partai Demokrat Bidang Komunikasi dan Informatika Ruhut Sitompul tidak mempersoalkan remunerasi dan absensi yang diusulkan oleh Fraksi Partai Persatuan Pembangunan karena kemalasan anggota DPR akan berdampak pada partainya."Aktif dan tidak aktifnya seorang anggota DPR akan menentukan nasib anggota itu sendiri dan partainya pada lima tahun ke depan. Biarkan seperti air yang mengalir, antara yang rajin, yang kurang rajin. Bagi anggota DPR yang tidak aktif di DPR, tidak akan dipilih lagi oleh konstituennya karena mereka adalah wakil rakyat yang selalu dipantau," jelas Ruhut di Jakarta, Minggu (25/7).
Dikatakannya, akibat anggota DPR yang tidak aktif di DPR akan berdampak besar terhadap partai. "Pasti ada efek kepada partai dan jangan menyesal dan mempertanyakan kenapa bisa kalah," kata Ruhut.
Ruhut menyarankan kepada anggota DPR yang malas untuk segera memperbaiki diri. "Saya hanya berharap, kalau sudah terpilih menjadi anggota DPR, maka harus disiplin, bekerja keras karena harus bertanggung jawab kepada konstituen dan partai," harapnya.
Sementara, Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang menyarankan agar pemberian remunerasi dan sistem absensi dengan cara pemindai sidik jari terhadap anggota DPR diterapkan dan harus sejalan. "Saya kira usulan itu diterapkan saja agar ada efek jera terhadap anggota DPR karena DPR tidak ada malunya," kata Salang.
Meski demikian, Sebastian mengatakan, setelah diterapkan, maka perlu ada evaluasi atas pelaksanaan remunerasi dan absensi tersebut. "Evaluasi harus dilakukan atas pelaksanaan dua hal tersebut. Jangan hanya sekedar wacana dan tidak ada implementasinya yang akhir-akhirnya DPR tetap mendapatkan gaji yang sama sebelum dilaksanakannya remunerasi itu," katanya.
Sebastian juga menyebutkan, harus ada formulasi yang tepat untuk pemberlakuan remunerasi. Misalnya, 1 kali absen, dipotong sekian persen, 2 kali absen dipotong sekian persen. (EL/Ant/Rbp) |
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
Anda ingin memasang banner? hubungi kami di : 021 - 6833 5800 |
|
 |
 |
 |
| |
|
|
| |
|
|
|