situs berita dan informasi online
  Cari Berita :  
 
mobi pascabayar
ARTIKEL DARI PEMBACA
 
Opini :: Rabu, 01/02/2012 [13:49:26]
Sekedar
Cerita dari Cerita
catatan ini di amil dari fb milik temanku yang sangat baik, bahkan saya menganggap dia bagian dari keluarga saya. mari kita simak ‎"awas...!!" kata spontan yang terlontar kencang dari mulut... oleh imam elhazmi di Pandeglang
 
 
News :: Rabu, 01/02/2012 [11:36:02]
LIBURAN
Pandeeglang Berkah, Unsera Cerdas
News :: Senin, 30/01/2012 [03:29:33]
Peduli Bencana
Mahasiswa Komunikasi Unsera Peduli
Pengaduan :: Senin, 30/01/2012 [03:09:10]
Surat terbuka
Untukmu Siska Selvia
Opini :: Sabtu, 28/01/2012 [06:24:12]
Pencabutan Perda Anti-Miras Perlu Ditinjau
News :: Senin, 23/01/2012 [18:21:20]
Rekonsiliasi IPMADO Untuk Perubahan
Generasi Muda Harus Mampu Membawa Perubahan
Lowongan Perwakilan Biro Radar
  oleh : redaksi radar, Jakarta
  Radar.co.id membuka lowongan untuk perwakilan Biro diseluruh Indonesia, dengan syarat : a. Penga...
   
JUAL RUMAH DILEMBAH APARTEMEN
  oleh : d triarso, JAKARTA PUSAT
  DIJUAL : Bekas Rumah Dinas dilembah / dikelilingi Apartemen Kemayoran. LT/LB 171/110, 2 KT, 1 Gudg,...
   
DELL A840 Vostro
  oleh : win, Jakarta
  Jual males make, DELL VOSTRO A840 dual core 1,86GB, HDD 120GB, RAM 3GB, VGA X3100 350MB, WIFI, Bluet...
   
update smart v2 cuma 165rb
 
 
koran-radar.com Kesehatan berita
 
 
 
     
 
Jumat, 30/07/2010 [11:20:13]
 
  Si Kecil Suka Membenturkan Kepala  
  [Jakarta]  
     
  Jakarta, Radar Online
Terkadang anak kecil memiliki kebiasaan tertentu yang bisa membuat orangtua khawatir seperti membenturkan kepala. Kenapa ya si kecil senang melakukan kebiasaan ini?

Diperkirakan lebih dari 20 persen anak sering membenturkan kepala dengan tujuan tertentu, dalam hal ini anak laki-laki lebih sering dibandingkan dengan anak perempuan.
Membenturkan kepala biasanya mencapai puncaknya saat si kecil berusia 1,5 - 2 tahun dan kebiasaan ini bisa berlangsung beberapa bulan atau hingga anak tersebut tumbuh besar.

Seperti dikutip dari Babycenter, Kamis (22/7/201) lalu, ada beberapa alasan yang menyebabkan si kecil suka membenturkan kepalanya, yaitu:

- Sebagai bentuk rasa nyaman bagi dirinya sendiri.
Hal ini mungkin terdengar aneh, tapi kebanyakan anak menikmati kebiasaannya ini. Biasanya anak membenturkan kepalanya dengan berirama sesaat sebelum tertidur.

- Untuk mengurangi rasa sakit
Saat anak merasa sakit misalnya akibat proses tumbuh gigi atau infeksi telinga, maka dengan membenturkan kepalanya anak akan merasa lebih baik serta untuk mengalihkan perhatiannya dari rasa tidak nyaman yang dialaminya.

- Sebagai bentuk frustasi anak
Jika anak membenturkan kepalanya selama ia merasa marah, maka ada kemungkinan ia melakukannya untuk melampiaskan emosi yang kuat. Hal ini disebabkan anak-anak belum mampu untuk mengungkapkan perasaannya melalui kata-kata, sehingga ia menggunakan tindakan fisik.

- Sebagai bentuk untuk mendapatkan perhatian
Cara ini terkadang menjadi metode bagi anak untuk mendapatkan perhatian, karena anak berpikir orangtua akan merasa cemas jika ia melakukan sesuatu yang dapat melukai dirinya sendiri.

- Adanya gangguan pada masalah perkembangannya
Terkadang kebiasaan membenturkan kepala bisa menajdi gejala awal dari autisme atau gangguan perkembangan lainnya. Tentunya jika kebiasaan ini diikuti dengan gangguan perilaku lainnya.

Jika si kecil suka melakukan kebiasaan buruk ini, maka sebaiknya orangtua mengetahui apa alasan anak melakukannya. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua terhadap anaknya, yaitu:

- Berilah perhatian pada anak, tapi saat ia tidak membenturkan kepalanya
Pastikan anak mendapatkan banyak perhatian positif saat ia tidak membenturkan kepalanya. Jika ia masih melakukannya untuk mendapatkan perhatian orangtuanya, maka cobalah untuk mengabaikan perilaku tersebut sehingga anak berpikir cara tersebut bukanlah metode yang baik untuk mendapatkan perhatian orang lain. Serta tidak memarahi atau menghukumnya karena akan membuat keadaan bertambah buruk.

- Melindungi anak dari cedera
Orangtua harus memastikan bahwa anak tidak akan mengalami cedera saat membenturkan kepalanya, misalnya dengan menempatkan karpet pada kaki tempat tidur atau menggantungkan kain lembut dan selimut.

- Bantulah anak untuk menemukan irama lain yang lebih positif
Anak-anak terkadang menemukan irama yang stabil saat sedang membenturkan kepalanya, karena itu cobalah untuk mengajarkan irama lain seperti menari, bertepuk tangan atau memainkan alat musik misalnya drum. Jika anak memiliki banyak kegiatan fisik, maka anak tidak akan memikirkan untuk membenturkan kepalanya.

- Bantulah anak merasa nyaman
Jika si kecil melakukan kebiasaan ini karena merasa tidak nyaman akibat sakit atau yang lainnya, buatlah suasana yang nyaman atau bisa mengurangi rasa sakitnya. Misalnya dengan mengajaknya berbicara untuk mengetahui apa yang sedang dirasakannya atau membantu mengompres untuk mengurangi rasa sakitnya.

- Konsultasikan dengan dokter jika sudah mulai mengkhawatirkan
Jika anak terus membenturkan kepalanya saat siang hari meskipun hal ini menyakiti dirinya, maka kemungkinan ada hal lain yang menjadi pemicunya. Karena kondisi ini seringkali dikaitkan dengan autisme atau gangguan perkembangan lain, terutama jika diikuti dengan gejala lain.

Anak-anak autis umumnya sulit untuk bersosialisasi, misalnya tidak menoleh saat dipanggil atau menghindari kontak mata dengan orang lain. Selain itu jika anak mengalami keterlambatan dalam tahap perkembangan, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. (ver/yen)


 
     
 
mark-it indonesia
 
     
 
Anda ingin memasang banner? hubungi kami di : 021 - 6833 5800
 
 
   
BERITA SEBELUMNYA...
 
Menpora & Presiden Digugat Pengacara
Waspadai Makanan Penyebab Jerawat!
Samsat Depok Santuni Puluhan Anak Yatim
Pejabat Depok Tes Urine
LSM LAKI Apresiasi Kapolda Kalbar Berantas Korupsi
 
     
 
Redaksi : Jl Jatinegara Barat No.181A Lt.3, Jakarta Timur 13310 - Phone 021 - 68335800 / Fax : 021-2800366
© 2010 radar.co.id . Gunakan browser dengan dukungan flash & java ketika mengunjungi web ini. Powered by MDevelopment v3.0