|
|
 |
|
 |
|
|
Lowongan Perwakilan Biro Radar |
| |
oleh : redaksi radar, Jakarta |
| |
Radar.co.id membuka lowongan untuk perwakilan Biro diseluruh Indonesia, dengan syarat :
a. Penga... |
| |
|
|
JUAL RUMAH DILEMBAH APARTEMEN |
| |
oleh : d triarso, JAKARTA PUSAT |
| |
DIJUAL :
Bekas Rumah Dinas dilembah / dikelilingi Apartemen Kemayoran. LT/LB 171/110, 2 KT, 1 Gudg,... |
| |
|
|
DELL A840 Vostro |
| |
oleh : win, Jakarta |
| |
Jual males make, DELL VOSTRO A840 dual core 1,86GB, HDD 120GB, RAM 3GB, VGA X3100 350MB, WIFI, Bluet... |
| |
|
|
|
 |
|
 |
|
|
 |
 |
 |
| |
koran-radar.com HOT berita |
|
 |
 |
 |
| |
|
|
| |
|
|
| |
Sabtu, 14/08/2010 [12:14:18] |
|
| |
Terkait Gugatan Yusril |
|
| |
Menhumham : Jaksa Agung Legal |
|
| |
[Jakarta] |
|
| |
|
|
| |
Keterangan Gambar : Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar. |
|
| |
Jakarta, Radar Online
Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar menegaskan, jabatan Jaksa Agung saat ini sah secara hukum. "Jaksa Agung legal. Sah secara hukum," kata Patrialis, di Jakarta, Jum`at (13/8).Patrialis menjelaskan, Jaksa Agung bukan menteri negara tetapi kedudukannya setingkat dengan menteri negara. Sehingga tidak wajib bagi Jaksa Agung diangkat bersama-sama dengan menteri negara.
Hal serupa juga berlaku pada jabatan Kapolri dan Panglima TNI, ujar Menkumham.
Patrialis mengatakan, legalitas jabatan Jaksa Agung sekarang ini mengikuti Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 31 Tahun 2007, sehingga sampai hari ini masih berlaku secara yuridis formal dan tidak pernah dibatalkan.
"Sampai sekarang Keppres pengangkatan Jaksa Agung belum berakhir. Jadi fungsi Jaksa Agung sekarang sah secara hukum, sehingga teman-teman jaksa di seluruh Indonesia tidak perlu khawatir dengan pendapat beberapa pihak yang mengatakan itu ilegal," paparnya.
Pengangkatan hingga pemberhentian Jaksa Agung, Patrialis menambahkan, merupakan hak prerogatif Presiden. Kondisi ini sangat berbeda dengan cara pengangkatan Mahkamah Konstitusi (MK) yang harus berdasar persetujuan DPR RI baru diangkat oleh Presiden.
Patrialis juga menyatakan, penjelasan untuk meluruskan kisruh soal legalitas jabatan Jaksa Agung saat ini sangat diperlukan agar tidak ada lagi salah persepsi di masyarakat.
Patrialis lantas mengungkapkan bahwa dirinya telah mendapatkan kuasa khusus dari presiden untuk menghadapi gugatan judicial review di MK oleh mantan menteri Kehakiman dan HAM Yusril Ihza Mahendra terkait ketentuan pasal 22 ayat (1) huruf d Undang-undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia terhadap ketentuan Pasal 1 ayat (3) dan Pasal 28D ayat (1) Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. "Sehingga klarifikasi jawaban saya ini sebagai pembantu Presiden dan bukan karena tekanan politik," ujarnya.
Klarifikasi atas maraknya berita yang tidak berimbang terkait status Jaksa Agung saat ini berkenaan dengan persoalan Ketatanegaraan. "Jangan sampai ada pemaknaan berbeda di masyarakat soal status Jaksa Agung saat ini"," tegasnya.
Hal yang dikhawatirkan adalah persepsi salah tentang legalitas jabatan Jaksa Agung saat ini berdampak pada kinerja jaksa-jaksa di seluruh Indonesia karena dianggap ilegal. (EL/Ant/Richard) |
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
Anda ingin memasang banner? hubungi kami di : 021 - 6833 5800 |
|
 |
 |
 |
| |
|
|
| |
|
|
|