|
|
 |
|
 |
|
|
Lowongan Perwakilan Biro Radar |
| |
oleh : redaksi radar, Jakarta |
| |
Radar.co.id membuka lowongan untuk perwakilan Biro diseluruh Indonesia, dengan syarat :
a. Penga... |
| |
|
|
JUAL RUMAH DILEMBAH APARTEMEN |
| |
oleh : d triarso, JAKARTA PUSAT |
| |
DIJUAL :
Bekas Rumah Dinas dilembah / dikelilingi Apartemen Kemayoran. LT/LB 171/110, 2 KT, 1 Gudg,... |
| |
|
|
DELL A840 Vostro |
| |
oleh : win, Jakarta |
| |
Jual males make, DELL VOSTRO A840 dual core 1,86GB, HDD 120GB, RAM 3GB, VGA X3100 350MB, WIFI, Bluet... |
| |
|
|
|
 |
|
 |
|
|
 |
 |
 |
| |
koran-radar.com HOT berita |
|
 |
 |
 |
| |
|
|
| |
|
|
| |
Senin, 16/08/2010 [09:52:20] |
|
| |
Terkait Kasus Bansos |
|
| |
Kajari Batam Mandul |
|
| |
[Batam] |
|
| |
|
|
| |
Keterangan Gambar : Kantor Walikota Batam. |
|
| |
Batam,radar-onlinem
Lambannya proses Hukum atas pengusutan korupsi dana bansos Sekretariat Pemko Batam yang banyak di prediksi kalangan praktisi Hukum kini menjadi kenyataan, sinyalemen pengendapan kasus bansos ini semangkin kuat setelah adanya upaya –upaya menguluran waktu oleh pihak Kajari Batam, dalam pemeriksaan lanjutan terhadap para pelaku, walaupun Kajari Batam sebelumnya Tatang Sutarna, SH, telah menetapkan nama-nama tersangka, namun hingga kini Kajari Batam di bawah kepemimpinan Ade Edy Adhyakasa SH, belum dapat memeja hijaukan tersangka para pelaku korupsi.Walaupun tekanan dari berbagai elemen terus di lakukan namun pihak penyidik Kejaksaan sepertinya santai-santai saja, sebenarnya ada tiga nama yang seharusnya bertanggung jawab terhadap pengelolaan dana bansos ini, yang tiada lain adalah DRS,Ahmad Dahlan selaku Penjabat walikota Batam,Agus Sahiman SH,Selaku Sekretaris Daerah Kota Batam serta Erwintamarius.SE Msi sebagai Kabag Keuangan.
Sesuai dengan apa yang telah di katakan oleh DRS Ahmad Dahlan beberapa waktu lalu di awal-awal mencuatnya kasus bansos, di hadapan para wartawan dengan tegas beliau mengatakan “sayalah yang paling bertanggung jawab atas penyaluran dana bansos ini” ungkapnya tegas.
Walaupun sudah nyata-nyata pengakuan yang sudah di lontarkan oleh DRS Ahmad Dahlan secara terbuka ke publik namun Ade Edy Adhyaksa SH,selaku Kepala Kejaksaan negeri Batam belum berani untuk menuntaskan kasus bansos yang didapat di kategorikan kejahatan korupsi yang terorginir,ada apa dengan semua ini hanya Adelah yang tahu.
Masyarakat Mencibir
Ahmad Dahlan Anteng-Anteng Saja
Tidak sedikit kalangan Aktivis dan kelompok mahasiswa yang terus mempertanyakan kemana arahnya uang bantuan sosial (bansos) di pergunakan, dan kemana saja uang tersebut di alirkan ,bahkan ada yang sampai mengatakan siapa-siapa saja si penikmat bansos tersebut,ini adalah beberapa penggalan kalimat yang keluar dari Toa para orator dalam melakukan aksi dari kelompok-kelompok Aktivis dan Mahasiswa saat melakukan orasi demontrasi di depan halaman Kejaksaan Negeri dan Pemko Batam beberapa waktu yang lalu,mereka meminta agar Kajari Batam menuntut tuntas serta menangkap pelaku kejahatan korupsi yang tidak pernah tersentuh hukum di pulau yang berbentuk kalajengking ini,namun keanehan sesekali muncul saat-saat permintaan pengusutan bansos ini harus dituntaskan, di lain pihak muncul kelompok yang meminta agar kasus korupsi bansos ini di hentikan, keanehan semangkin terasa pabila kelompok-kelompok anti penegakan hukum melakukan orasi serta melakukan yel-yel teriakan agar Tatang Sutarna SH,selaku Kajarai Batam yang menjabat saat itu untuk segera angkat kaki dari kota Batam, serta meminta agar proses Hukum terkait dana bansos di hentikan.
Keanehan kembali di munculkan dengan melayangnya surat kaleng ke Jaksaan Agung meminta agar Kajari Batam Tatang Sutarna SH, segera di pindahkan dari kota batam, surat yang bertandatangan dari beberapa tokoh dan pemuka masyarakat terdapat salah satu tanda tangan serta nama seorang pejabat teras Birokrat aktif dengan inisial MI yang masih menjabat di lingkungan Pemerintah Kota Batam.
Entah berbagai macam cara yang telah di lakukan oleh kelompok-kelompok kecil atau lajim juga di sebut dengan kelompok plat merah yang mewakili golongan Birokrat untuk menembus kelompok-kelompok aktivis organisasi serta melakukan lobi-lobi meminta untuk tidak melakukan macam manuper, termasuk demo-demo yang dapat menurunkan kredibilitas Walikota Ahmad Dahlan di mata masyarakat, mengingat sosok Ahmad Dahlan adalah salah satu kandidat kuat serta ketua partai demokrad Dewan Pimpinan Cabang Kota Batam, salah satu calon yang akan di usung kembali untuk maju bertarung menjadi Walikota untuk priode 2011-2016.
Akankah masyarakat masih mempercayakan kepada pemimpin yang nota bene bermasalah? Dan juga apakah partai Demokrad dapat mengembalikan citra yang positif? Hanya masyarakatlah yang dapat menilai. (TOMS/TASMAN) |
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
Anda ingin memasang banner? hubungi kami di : 021 - 6833 5800 |
|
 |
 |
 |
| |
|
|
| |
|
|
|