situs berita dan informasi online
  Cari Berita :  
 
mobi pascabayar
ARTIKEL DARI PEMBACA
 
Opini :: Rabu, 01/02/2012 [13:49:26]
Sekedar
Cerita dari Cerita
catatan ini di amil dari fb milik temanku yang sangat baik, bahkan saya menganggap dia bagian dari keluarga saya. mari kita simak ‎"awas...!!" kata spontan yang terlontar kencang dari mulut... oleh imam elhazmi di Pandeglang
 
 
News :: Rabu, 01/02/2012 [11:36:02]
LIBURAN
Pandeeglang Berkah, Unsera Cerdas
News :: Senin, 30/01/2012 [03:29:33]
Peduli Bencana
Mahasiswa Komunikasi Unsera Peduli
Pengaduan :: Senin, 30/01/2012 [03:09:10]
Surat terbuka
Untukmu Siska Selvia
Opini :: Sabtu, 28/01/2012 [06:24:12]
Pencabutan Perda Anti-Miras Perlu Ditinjau
News :: Senin, 23/01/2012 [18:21:20]
Rekonsiliasi IPMADO Untuk Perubahan
Generasi Muda Harus Mampu Membawa Perubahan
Lowongan Perwakilan Biro Radar
  oleh : redaksi radar, Jakarta
  Radar.co.id membuka lowongan untuk perwakilan Biro diseluruh Indonesia, dengan syarat : a. Penga...
   
JUAL RUMAH DILEMBAH APARTEMEN
  oleh : d triarso, JAKARTA PUSAT
  DIJUAL : Bekas Rumah Dinas dilembah / dikelilingi Apartemen Kemayoran. LT/LB 171/110, 2 KT, 1 Gudg,...
   
DELL A840 Vostro
  oleh : win, Jakarta
  Jual males make, DELL VOSTRO A840 dual core 1,86GB, HDD 120GB, RAM 3GB, VGA X3100 350MB, WIFI, Bluet...
   
update smart v2 cuma 165rb
 
 
koran-radar.com Pemerintahan berita
 
 
 
     
 
Senin, 23/08/2010 [10:23:05]
 
  Upaya Diplomatik  
  Tiga Aparat DKP Kembali Ke Tanah Air  
  [Kepulauan Riau]  
     
  Kepri, Radar Online
Akhirnya Malaysia membebaskan tiga aparat Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepulauan Riau, Selasa lalu (17/8) pagi. Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan, bebasnya tiga PNS Dinas Kelautan dan Perikanan Batam yang ditahan polisi Diraja Malaysia tidak lepas dari upaya diplomatik yang dilakukan.
”Upaya diplomatik sepanjang hari kemarin telah membuahkan hasil. Insya Allah, hari ini juga mereka sudah bisa kembali ke tanah air,” kata Marty menegaskan.

Dalam kesempatan itu Marty juga membantah jika dilepasnya tiga aparat negara Indonesia oleh aparat Diraja Malaysia karena dibarter dengan tujuh pencuri ikan di laut perairan Indonesia yang sempat ditahan di Batam.
“Petugas DKP itu tidak diperiksa, tetapi dimintai keterangan. Sementara, tujuh nelayan Malaysia itu diperiksa oleh aparat hukum, dan setelah diperiksa kemudian dideportasi,” ujarnya kepada Pers.

Menurut Marty, pertukaran seperti ini bukan barter, melainkan sebuah sinergi. “Yang ada, adalah proses yang saling menghormati,” ungkapnya.

Mengenai masih belum jelasnya wilayah perbatasan perairan Indonesia dengan Malaysia, Marty menegaskan bahwa pada prinsipnya Indonesia siap berunding dengan Malaysi kapan saja. “Tetapi, sejauh ini Malaysia yang belum siap. Karena mereka belum menuntaskan batas perundingan dengan Singapura, yang memang bersinggungan dengan wilayah Indonesia ,” ujar Marty kembali.

Terkait dengan sikap protes dari pemerintah Indonesia , Marty justru melunak. Malah, ia mengaku belum mengetahui soal itu. “Karena yang terpenting, dalam suasana ramadhan, kita menunjukkan kebenaran, argumentasi bisa disampaikan secara terukur tanpa harus kehilangan makna argumentasi,” jelasnya.

Dibebaskannya tiga tahanan DKP oleh polisi diraja Malaysia dibenarkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad. Menurut Fadel, ketiga aparatnya sudah kembali ke tanah air sejak pukul 10.00 WIB lalu.

“Saya sudah kecewa, menyampaikan hal ini kepada Dubes maupun aparat di Malaysia . Akhirnya, tadi malam berita acaranya dibuat dan ketiganya dilepaskan. Pagi ini ketiga aparat DKP sudah berada di tanah air, dan besok pagi sudah menjalankan tugasnya seperti biasa,” Fadel menegaskan saat di konfirmasi.

Fadel mengaku sangat kecewa terhadap peristiwa itu, apalagi peristiwa ini bukan kali pertamanya. “Ini sudah yang ke sepuluh kalinya,” ujarnya.

Untuk itu, Fadel mengusulkan agar dipikirkan pola baru dalam kerja sama pengaturan pengamanan di Indonesia . Fadel juga menegaskan, tidak keberatan jika kapal-kapal milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dioperasikan oleh TNI AL. “Usulan itu akan kami kaji. Dan KKP hanya mengurus masalah ekonomi. Sementara masalah keamanan, ada di tangan aparat keamanan,” kata Fadel.

Selama ini, lanjut Fadel, KKP memang memiliki keterbatasan anggaran namun memiliki peralatan yang cukup lengkap. Meski begitu, Fadel mempersilakan jika kemudian kapal-kapal itu nantinya dioperasikan oleh aparat Keamanan. “Menurut saya, sebaiknya yang mengatur perairan perbatasan itu memang aparat keamanan. Karena itu, jika tadi ada yang mengusulkan agar kapal-kapal KKP dikerjasamakan dengan TNI AL, saya mengatakan silakan saja,” terang Fadel.

Malaysia memang sudah membebaskan tiga petugas DKP Kepri yang ditangkap Polis Marin (Marine Police Malaysia atau MPM) di Tanjung Berakit, Bintan. Namun, pemerintah RI menegaskan tidak akan melunak dalam menghadapi insiden di wilayah perbatasan sisi Indonesia tersebut.

Pemerintah telah mengirimkan nota diplomatik yang memperingatkan Malaysia agar tidak melanggar perbatasan. (Bin)



 
     
 
mark-it indonesia
 
     
 
Anda ingin memasang banner? hubungi kami di : 021 - 6833 5800
 
 
   
BERITA SEBELUMNYA...
 
Menpora & Presiden Digugat Pengacara
Waspadai Makanan Penyebab Jerawat!
Samsat Depok Santuni Puluhan Anak Yatim
Pejabat Depok Tes Urine
LSM LAKI Apresiasi Kapolda Kalbar Berantas Korupsi
 
     
 
Redaksi : Jl Jatinegara Barat No.181A Lt.3, Jakarta Timur 13310 - Phone 021 - 68335800 / Fax : 021-2800366
© 2010 radar.co.id . Gunakan browser dengan dukungan flash & java ketika mengunjungi web ini. Powered by MDevelopment v3.0