|
|
 |
|
 |
|
|
Lowongan Perwakilan Biro Radar |
| |
oleh : redaksi radar, Jakarta |
| |
Radar.co.id membuka lowongan untuk perwakilan Biro diseluruh Indonesia, dengan syarat :
a. Penga... |
| |
|
|
JUAL RUMAH DILEMBAH APARTEMEN |
| |
oleh : d triarso, JAKARTA PUSAT |
| |
DIJUAL :
Bekas Rumah Dinas dilembah / dikelilingi Apartemen Kemayoran. LT/LB 171/110, 2 KT, 1 Gudg,... |
| |
|
|
DELL A840 Vostro |
| |
oleh : win, Jakarta |
| |
Jual males make, DELL VOSTRO A840 dual core 1,86GB, HDD 120GB, RAM 3GB, VGA X3100 350MB, WIFI, Bluet... |
| |
|
|
|
 |
|
 |
|
|
 |
 |
 |
| |
koran-radar.com Hukum berita |
|
 |
 |
 |
| |
|
|
| |
|
|
| |
Selasa, 24/08/2010 [14:52:02] |
|
| |
Terkait Rekaman Ary Muladi |
|
| |
Jaksa Agung Lakukan Kebohongan Publik |
|
| |
[Jakarta] |
|
| |
|
|
| |
Jakarta, Radar Online
Tim Pembela Suara Rakyat Anti Kriminalisasi menggugat Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri dan Jaksa Agung Hendarman Supandji karena dinilai telah melakukan kebohongan publik dalam soal rekaman Ary Muladi-Ade Rahardja.Koordinator Tim Pembela Suara Rakyat Anti Kriminalisasi, Sugeng Teguh Santoso, menyatakan dasar mengajukan gugatan terhadap Kapolri terkait dengan pernyataannya di Komisi III yang menyatakan adanya rekaman antara Ary Muladi-Ade Rahardja yang merupakan Deputi Penindakan KPK. “Waktu itu Kapolri menegaskan bahwa rekaman tersebut adalah barang bukti untuk menjerat tersangka,” katanya.
Hal itu diperkuat dengan keterangan Jaksa Agung, Hendarman Supandji, dalam Rapat Kerja di DPR bahwa sudah ada alat bukti kontak telepon antara Ary Muladi-Ade Rahardja sebanyak 64 kali. Bahkan dari barang bukti tersebut, memposisikan Bibit S Rianto dan Chandra M Hamzah, diduga telah melakukan tindak pidana. “Dan Bibit-Chandra dikenakan status tersangka dan ditahan,” katanya.
Ia menyebutkan pada kenyataannya rekaman perbincangan antara Ary Muladi-Ade Rahardja, tidak pernah ada untuk dihadirkan di pengadilan tipikor dalam persidangan Anggodo Widjojo. Padahal majelis hakim Pengadilan Ttipikor telah memberikan kesempatan selama tiga kali sidang, agar penyidik Mabes Polri menghadirkan rekaman itu.
Untuk itu, Tim Pembela Suara Rakyat Anti Kriminalisasi menuntut Kapolri dan Jaksa Agung untuk membayar kerugian materil Rp. 10 juta. “Tergugat I dan II agar menyampaikan permintaan maaf selama seminggu kepada penggugat dan masyarakat, melalui iklan di lima media cetak nasional. Yakni Harian Kompas, Media Indonesia, Rakyat Merdeka, Seputar Indonesia dan Jawa Pos serta sejumlah media elektronik ” katanya.
Dan kini gugatan tersebut telah dimasukkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa. (Ant/Rdr)
|
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
Anda ingin memasang banner? hubungi kami di : 021 - 6833 5800 |
|
 |
 |
 |
| |
|
|
| |
|
|
|