situs berita dan informasi online
  Cari Berita :  
 
mobi pascabayar
ARTIKEL DARI PEMBACA
 
Opini :: Rabu, 01/02/2012 [13:49:26]
Sekedar
Cerita dari Cerita
catatan ini di amil dari fb milik temanku yang sangat baik, bahkan saya menganggap dia bagian dari keluarga saya. mari kita simak ‎"awas...!!" kata spontan yang terlontar kencang dari mulut... oleh imam elhazmi di Pandeglang
 
 
News :: Rabu, 01/02/2012 [11:36:02]
LIBURAN
Pandeeglang Berkah, Unsera Cerdas
News :: Senin, 30/01/2012 [03:29:33]
Peduli Bencana
Mahasiswa Komunikasi Unsera Peduli
Pengaduan :: Senin, 30/01/2012 [03:09:10]
Surat terbuka
Untukmu Siska Selvia
Opini :: Sabtu, 28/01/2012 [06:24:12]
Pencabutan Perda Anti-Miras Perlu Ditinjau
News :: Senin, 23/01/2012 [18:21:20]
Rekonsiliasi IPMADO Untuk Perubahan
Generasi Muda Harus Mampu Membawa Perubahan
Lowongan Perwakilan Biro Radar
  oleh : redaksi radar, Jakarta
  Radar.co.id membuka lowongan untuk perwakilan Biro diseluruh Indonesia, dengan syarat : a. Penga...
   
JUAL RUMAH DILEMBAH APARTEMEN
  oleh : d triarso, JAKARTA PUSAT
  DIJUAL : Bekas Rumah Dinas dilembah / dikelilingi Apartemen Kemayoran. LT/LB 171/110, 2 KT, 1 Gudg,...
   
DELL A840 Vostro
  oleh : win, Jakarta
  Jual males make, DELL VOSTRO A840 dual core 1,86GB, HDD 120GB, RAM 3GB, VGA X3100 350MB, WIFI, Bluet...
   
update smart v2 cuma 165rb
 
 
koran-radar.com Kultur & Budaya berita
 
 
 
     
 
Sabtu, 28/08/2010 [10:05:09]
 
  Komodifikasi Agama Jadi Sumber Kekerasan  
  [Jakarta]  
     
  Keterangan Gambar : Ilustrasi  
  Jakarta, Radar Online
Adanya kecendrungan komodifikasi agama menjadi salah satu pemicu maraknya kekerasan berkedok agama di tanah air pada beberapa waktu belakangan. Agama berkembang jadi komoditas dan bukan lagi sumber inpirasi.

Direktur Eksekutif Wahid Istitue, Ahmad Suaedy, mengemukakan hal itu dalam diskusi bertajuk Menentang Kekerasan Berkedok Agama yang diselenggarakan Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM), di Jakarta, Jumat (27/8). Selain tren komodifikasi agama, menurut Suaedy, dua faktor lain yang ikut melahirkan kekerasan atas nama agama adalah proses transisi yang belum selesai di negeri ini dari kondisi otoritarian selama orde baru, serta lemahnya penegakan hukum.

Ia mengatakan, sekarang ini ada kecenderungan agama dijadikan komoditas untuk diceramahkan. Agama mengalami pendangkalan makna dan tidak lagi sebagai sumber inspirasi dalam mencari solusi. "Saat ini orang-orang yang baru belajar agama, langsung pakai ubal-ubal dan jadi kyai. Ada pendangkalan, agama itu semata menjadi sesuatu yang untuk diceramahkan, untuk nongol di televisi," katanya. Dampak dari pendangkalan itu, antara lain, jika ada kelompok yang tidak sah solusinya bukan berembuk tetapi mengusir mereka.

Selain itu, proses transisi yang belum selesai dari keadaan penuh represi pada masa orde baru menuju ke era keterbukaan belum berhasil menciptakan mekanisme sosial dalam memecahkan masalah antara komunitas dalam masyarakat. Pemerintah mestinya sangat berperan dalam mencari mekanisme itu. Namun sejauh ini pemerintah belum menemukan mekanisme tersebut dan malah terkesan membiarkan konflik terjadi.

Penegakan hukum yang lemah juga telah menyuburkan tindakan kekerasan berkedok agama. Mestinya aksi-aski yang memang nyata tergolong tindak pidana bisa segera diproses oleh aparat penegak hukum.

Pembicara lain pada diskusi itu, Ester Indahyani Yusuf, seorang aktifis hak asasi manusia, mengatakan, warga tidak boleh diam saja atas kekerasan yang terjadi. Karena jika diam atau tidak peduli, kelompok yang melakukan kekerasan akan terkesan menyuarakan kehendak mayoritas atau tampak sangat berpengeruh dan disegani. Mereka, menurut Ester, sesungguhnya hanya segilintir orang saja. 'Warga mestinya berupaya menggunakan segala macam cara yang mungkin secara hukum, untuk melawan, jangan diam saja." (Kp/Rbp)
 
     
 
mark-it indonesia
 
     
 
Anda ingin memasang banner? hubungi kami di : 021 - 6833 5800
 
 
   
BERITA SEBELUMNYA...
 
Menpora & Presiden Digugat Pengacara
Waspadai Makanan Penyebab Jerawat!
Samsat Depok Santuni Puluhan Anak Yatim
Pejabat Depok Tes Urine
LSM LAKI Apresiasi Kapolda Kalbar Berantas Korupsi
 
     
 
Redaksi : Jl Jatinegara Barat No.181A Lt.3, Jakarta Timur 13310 - Phone 021 - 68335800 / Fax : 021-2800366
© 2010 radar.co.id . Gunakan browser dengan dukungan flash & java ketika mengunjungi web ini. Powered by MDevelopment v3.0