|
|
 |
|
 |
|
|
Lowongan Perwakilan Biro Radar |
| |
oleh : redaksi radar, Jakarta |
| |
Radar.co.id membuka lowongan untuk perwakilan Biro diseluruh Indonesia, dengan syarat :
a. Penga... |
| |
|
|
JUAL RUMAH DILEMBAH APARTEMEN |
| |
oleh : d triarso, JAKARTA PUSAT |
| |
DIJUAL :
Bekas Rumah Dinas dilembah / dikelilingi Apartemen Kemayoran. LT/LB 171/110, 2 KT, 1 Gudg,... |
| |
|
|
DELL A840 Vostro |
| |
oleh : win, Jakarta |
| |
Jual males make, DELL VOSTRO A840 dual core 1,86GB, HDD 120GB, RAM 3GB, VGA X3100 350MB, WIFI, Bluet... |
| |
|
|
|
 |
|
 |
|
|
 |
 |
 |
| |
|
|
 |
 |
 |
| |
|
|
| |
|
|
| |
Kamis, 02/09/2010 [05:18:04] |
|
| |
Pernyataan Sikap |
|
| |
Pidato Presiden SBY Tidak Tegas |
|
| |
[Jakarta] |
|
| |
|
|
| |
Keterangan Gambar : Presiden Susilo Bambang Yudoyono |
|
| |
Jakarta, Radar-Online
Sudah bisah ditebak, pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tadi malam di Mabes TNI Normatip dan datar-datar saja. Pidato didepan prajuri TNI yang selalu siaga itu disayangkan banyak pihak karena tidak ada ketegasan sikap terhadap perilaku Malaysia.
Pidato berdurasi selama 20 menit seusai berbuka puasa dan shalat tarawih bersama di Mabes TNI yang disiarkan langsung sejumlah stasiun televisi, termasuk TV3 Malaysia, itu, Presiden SBY berkali-kali menekankan percepatan perundingan perbatasan kedua negara agar insiden pelanggaran batas wilayah tidak terulang lagi.
"Indonesia berpendapat bahwa perundingan menyangkut batas wilayah ini dapat kita percepat dan efektifkan pelaksanaannya. Semuanya ini mesti berangkat dari tujuan baik agar insiden dua negara dapat kita cegah," kata Presiden.
Pidato Presiden dipengaruhi oleh pernyataan PM Malaysia Najib Razak yang mengultimatum Indonesia untuk menertibkan aksi-aksi demo Anti-Malaysia sebelum rakyat Malaysia marah tanpa merinci kemarahan seperti apa.
Sikap kecewa muncul dari Ketua DPP Partai Hanura, Akbar Faizal, Dia menilai pidato SBY adalah sikap presiden yang tidak tegas padahal sikap Malaysia telah melawati batas toleransi.
"Saya rasa presiden sekali lagi terbukti gagal menunjukkan sikap yang tegas dan jelas. Yang membuat kita harus mengelus dada karena sikap presiden dilakukan terhadap negara lain yang nyata-nyata mencederai harga diri kita sebagai sebuah bangsa," katanya kepada Deticom.
Menurutnya, pidato presiden tentang Malaysia sama sekali telah diperkirakan akan seperti itu, baik materi maupun isi. Namun pertanyaan publik tetap tak terjawab yaitu bagaimana sikap kita terhadap tingkah laku Malaysia.
Dimana Malaysia berulang kali menguji kesabaran Indonesia sebagai tetangga yang berdaulat dengan 'melangkahi' batas-batas toleransi.
"Presiden bahkan cenderung menyalahkan beberapa elemen masyarakat yang dengan tegas dan berani melakukan penyikapan terhadap sikap Malaysia ini," ujarnya.
"Saya tidak paham presiden kita ini mau membawa kemana bangsa ini. Setidaknya presiden menyatakan bahwa kita tidak mentoleransi lagi sikap Malaysia seperti ini di kemudian hari. Ini akan membuat
Malaysia berpikir 1000 kali utk melakukan hal yang sama di kemudian hari," ujarnya.
Kekecewaan yang sama juga diutarakan pengamat politik UI Iberamsjah. "Saya sudah prediksi, tidak ada yang baru, normatif semua. Tidak ada seperti yang diminta rakyat untuk berpidato sebagai bangsa yang bermartabat," ujar Ieramsjah secara terpisah saat dihubungi tadi malam.
Luapan kekecewaan mungkin akan mengalir paska pidata Presiden terlebih mahasiswa dan masyarakat yang selama ini gencar mengkritisi sikap Malaysia. (Slamat Tambunan)
|
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
|
|
| |
Anda ingin memasang banner? hubungi kami di : 021 - 6833 5800 |
|
 |
 |
 |
| |
|
|
| |
|
|
|