KIRIM PERTANYAAN SEPUTAR HUKUM |
|
| |
Syarat dan ketentuan : |
|
| |
| 1 |
Pojok hukum koran radar adalah sebuah rubrik diskusi antara narasumber dengan pembacanya, disini khusus untuk membahas hal-hal yang berkaitan dengan masalah hukum. Mulai dari kasus kecil sampai besar atau juga bagi anda yang ingin belajar/bertanya tentang hukum yang mungkin kurang anda pahami maksud implementasinya, anda bisa bertanya disini. |
| |
|
| 2 |
Rubrik Pojok Hukum (baca : PH), akan diasuh oleh Bapak Rolas Budiman Sitinjak SH, MH. beliau merupakan seorang pengacara handal, yang telah berkecimpung di dunia hukum selama puluhan tahun. |
| |
|
| 3 |
Pertanyaan yang anda kirimkan akan dijawab langsung oleh pengasuh dan akan dipublikasikan dihalaman utama website agar bisa menjadi media pembelajaran bagi kita semua. |
|
|
|
| |
Baca juga ATURAN lainnya di website ini |
| |
|
 |
| |
|
|
| |
| |
Posisi anda : LOKER BARIS
-  Halaman :
-
|
|
|
|
| |
|
| |
Tanggal Kirim |
: |
28/10/2010 [00:30:27] |
Pengirim |
: |
Jamin Simatupang |
|
|
|
Topik Pertanyaan |
: |
- |
Judul |
: |
Pembatalan Purchase Contract |
Pertanyaan |
: |
Selamat Malam, Horas, Pak Rolas , Kami punya masalah sebagai berikut :
Sekitar Juli tahu lalu kami mendapat Kontrak dari kastemer kami di luar negeri (australia) untuk mensupply barang ke proyek mereka di Kaltim, dalam perjalanan Proyek ini mundur sekitar 4 bulanan karena beberapa kali terjadi review dan klarifikasi Teknis antara Pabrik (prinsipal kami) dengan kastemer. Menjelang pengiriman dari pabrik ke Indonesia, setelah barang akhirnya selesai di produksi ternyata giliran dari pihak kami mengalami penundaan pembayaran ke dua (karena berbagai hal internal) ke pabrik sesuai perjanjian yang otomatis berdampak pada penundaan pengiriman ke Indonesia. Dengan perjuangan, Puji Tuhan, Barang akhirnya sampai ke indonesia setelah tertunda +/- 1 bulan. Setelah kejadian ini, kami mendapat berita bahwa kastemer kami membatalkan sebagian kontrak yang mana sudah divariasi sebelumnya dari kontrak yang semula, yang juga merupakan bagian dari barang yang sudah dikirim. Dan yang membuat kami jadi agak terpojok, Prinsipal kami juga akhirnya menerima kondisi ini dan order variasi tersebut mereka terima dan proses. Kami tentu kaget dan heran dengan kejadian ini serta mengalami kerugian. Alasannya, walau kami memang sudah terlambat tapi kastemer dan Prinsipal kami sudah membuat proses jadi mundur selama 4 bulanan tadi apalagi bagian variasi order yang dibatalkan itu merupakan satu kesatuan dengan pekerjaan setelumnya. Mohon saran dan masukannya untuk menyikapi hal ini.apakah kastemer luar negeri seperti ini boleh memutuskan secara sepihak? sesuaikah sikap mereka ini dengan hukum dagang internasional atau Indonesia? dan kalau kami protes/claim kepada mereka apakah hal itu wajar dan bisa jelas diselesaikan secara objektif? sebesar apa dampak buruknya jika kami harus ajukan klaim? terimakasih atas bantuannya, selamat malam, Horas! |
|
|
|
Status Pertanyaan |
: |
Pertanyaan ini sudah dijawab |
|
|
|
Isi Jawaban |
: |
Yth Bapak Jamin Simatupang
Mohon maaf karena kesibukan, Kami baru dapat membalas email ini sekarang.
Pada prinsipnya, Jika dalam hukum jual-beli, yang menjadi patokan adalah perjanjian sebelum jual beli. Atau biasanya peraturan tersebut melekat di PO atau di proposal.
Melihat cerita bapak diatas, seharusnya mereka membayarkan kewajibanya terhadap bapak.
Saran saya adalah, silahkan di lobi kembali, atau jika memang tidak bisa upaya baik-baik, silahkan melakukan gugatan wwanprestasi terhadap perusahaan tersebut.
Jika ada yang kurang jelas, silahkan dapat mengubungi Kami kembali.
Horas... GBU
Rolas Sitinjak
0816 193 2272
|
Oleh |
: |
Rolas Budiman Sitinjak SH, MH |
Tanggal Jawab |
: |
25/11/2010 [17:26:31] |
| |
|
|
|
| |
|